
Menjalani kehidupan yang hampa bukanlah hal yang mudah bagi Dave. Kepergian Safira dari hidupnya, merupakan suatu pukulan yang keras baginya. Pria itu hampir kehilangan semangat hidupnya. Safira adalah bagian dari separuh jiwanya, ia kesulitan hidup tanpa wanita itu.
Banyak wanita yang berlomba-lomba menarik perhatiannya, apalagi mengingat kekuasaan dan popularitasnya sebagai salah satu pebisnis sukses beberapa tahun ini, tentu bukan satu dua orang wanita. Bahkan banyak dari kalangan keluarga berada ingin menjadi wanitanya.
Tetapi Dave seakan buta akan wanita. Ia menolak mereka terang-terangan. Untuk memupus harapan wanita-wanita di luar sana yang berharap lebih, Dave sampai mengubah statusnya menjadi pria bersuami. Meski begitu, mereka yang sangat tergila-gila padanya, tidak peduli akan status menikahnya. Bahkan mereka terang-terangan bersedia menjadi wanita kesekian Dave.
Saat ini, Dave fokus membuat perusahaannya semakin jaya. Agar kelak, ketika ia bertemu dengan anaknya, ia akan memberikan semua ini untuknya sebagai hadiah pertemuan. Ia ingin anaknya hidup dalam kemakmuran.
Dave tengah bekerja ketika ia mendapat telepon dari bawahannya. "Ada apa?" tanya Dave dengan aura yang semakin dingin setelah kepergian Safira.
Pria itu mengerutkan keningnya, setelah mendengar laporan dari anak buahnya. "Kerja bagus. Tetap awasi dia, dan jangan biarkan Bara mengetahui bahwa kita mengawasi mereka." perintahnya.
__ADS_1
Setelah panggilan berakhir, helaan nafas berat terdengar. Dave memejamkan matanya dengan menengadah ke langit-langit ruangan kantornya.
"Thanks God." lirihnya. "Safira, tunggu aku sayang, aku akan menemukanmu dan menjadikanmu milikku seutuhnya." harap pria itu.
Ya, panggilan barusan adalah sebuah berita bagus. Selama satu tahun lebih, Dave berhenti mengawasi keluarga Pramana. Namun itu hanyalah strategi, ketika Bara merasa ia telah menyerah, Dave mulai mengepakkan sayapnya dalam melakukan pencarian.
Dalam tiga bulan terakhir, Dave mengerahkan anak buahnya dan memanfaatkan kekuasaannya. Dan usahanya membuahkan hasil. Anak buahnya baru saja melaporkan bahwa Safira saat ini kembali bekerja di perusahaan keluarganya.
Inilah kesempatan yang bagus bagi Dave untuk menemui wanita itu.
Safira adalah wanita dewasa, ia bisa saja melawan Davina atau Bara, jika mereka menghalanginya untuk kembali bersama dirinya.
__ADS_1
Atau mungkin Safira tidak mencintainya, hingga ia tidak mencarinya setelah sadar? Dan masih banyak pertanyaan lagi.
Seseorang mengetuk pintu ketika Dave membayangkan wajah cantik Safira membuat Dave cukup kesal.
Seorang perempuan muda dengan rok span dan kemeja ketat masuk ke dalam ruangannya. Perempuan itu adalah sekretarisnya, Diana namanya. Diana adalah mahasiswi pintar dan berprestasi, membuat ia direkomendasikan oleh seseorang yang ternama untuk bekerja di rumah ini.
Dan memang kepintarannya terbukti ketika ia bekerja di sini. Dave mengakui kemampuannya setara dengan sekretaris senior lainnya.
Namun, Dave tidak menyukai Diana meski begitu. Diana memang masih muda, tetapi gadis itu terlalu pandai merayu. Sudah beberapa kali ia perhatikan, cara bicara dan gerak-geriknya memiliki maksud tersembunyi padanya.
Dave bukan tidak mengerti maksud gadis itu, tentu ia paham karena sudah terlalu banyak wanita yang melakukan hal itu padanya di masa lalu.
__ADS_1
Diana dapat dikatakan wanita yang sempurna. Ia cantik, pintar dan juga berpendidikan. Pasti banyak laki-laki yang tergila-gila padanya. Tapi tidak bagi Dave, sekali pun Diana melempar tubuhnya padanya, ia tidak akan melirik. Karena dalam hati dan pikirannya dulu, sekarang dan di masa depan hanyalah Safira dan Safira.
Selamanya hanya Safira seorang.