I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 59


__ADS_3

Davina membalikkan badannya, manik yang tadinya diliputi kesedihan kini berganti dengan amarah yang siap meledak.


"Apa katamu?!" Davina berjalan mendekati Dave yang kini sudah berdiri. "Kau mencintai Safira?!" tanya Davina, mengangkat alisnya.


Dave mengangguk pasti, "Iya, aku benar-benar mencintai putrimu, Ibu."


Plakk


Sebelum Dave melanjutkan ucapannya, tangan Davin sudah terlebih dulu melayang di pipi kiri Dave.


"Beraninya kau mencintai putriku! Kau tidak pantas untuk itu! Camkan itu!" tegas Davina.

__ADS_1


Dave terkejut, ia tidak menyangka Davina akan melakukan ini.


"Safira adalah perempuan suci sebelum kau merebut kehormatannya dengan cara kotor. Safira tidak pernah yang mengenal yang namanya laki-laki sebelumnya. Dia begitu suci dan tidak tersentuh. Tapi kau, laki-laki bajingan yang datang entah dari mana, menghancurkan hidupnya. Kau menghancurkan masa depannya!" suara Davina terengah.


"Harusnya kau sadar diri Dave Rodriguez! Apakah pantas seorang pria murahan yang senang meniduri perempuan di luar sana sesuka hatimu, mencintai perempuan sesuci Safira? Apakah menurutmu fair kau memiliki Safira yang tidak tersentuh, dimiliki oleh dirimu yang sudah menyentuh puluhan bahkan ratusan perempuan?!" kata-kata Davina telak membuat Dave bungkam.


Semua yang ia katakan adalah kebenaran. Dave berasal dari lembah kegelapan yang begitu kotor dan hina. Memang sangat tidak pantas bersatu dengan Safira yang hidup dalam kesucian.


Dave sekali lagi merendahkan dirinya, ia berlutut di depan Davina, bahkan ia hampir mencium kaki wanita itu.


"Omong kosong. Seseorang tidak akan semudah itu berpaling dari kebiasaannya. Dan lagi pula, kau tidak akan bisa mengubah masa lalumu. Sekali kotor, tetaplah kotor!" Davina masih begitu membenci Dave.

__ADS_1


"Aku mohon Ibu. Harus dengan apa aku lakukan untuk menebus segala dosa-dosaku? Aku akui aku tidak pantas untuk putrimu. Tapi aku benar-benar mencintainya. Aku mencintainya melebihi diriku sendiri. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpanya."


Davina tersenyum sinis, "Mulutmu sangat pandai anak muda. Tapi sayang, aku tidak akan termakan omonganmu yang tidak berguna itu!"


Davina menarik kakinya, "Bersiaplah. Orang-orangku akan datang besok membawa putriku pulang!" ucapnya sebelum meninggalkan tempat itu.


Dave termangu, kata-kata Davina benar-benar membuatnya menyesal. Dia menyesal karena telah terjerumus ke dalam lembah kegelapan yang menjijikkan itu. Ia menyesal karena tidak menuruti nasihat ibunya.


"Mom, aku menyesal. Maafkan Dave Mom. Semua perbuatan burukku telah menjadi karma." lirihnya.


Dave berdiri di pintu kaca pembatas antara dirinya dengan wanita pujaannya. Pikirannya sudah kehabisan akal bagaimana agar Safira tetap bersamanya.

__ADS_1


Memiliki perusahaan hebat dan besar, rupanya tidak menjamin Safira tetap bersamanya. Apa yang ia lakukan selama ini ternyata hanyalah sebuah omong kosong. Safira tetap akan menghilang dari hidupnya.


Membayangkan Safira menghilang dari hidupnya hampir membuat Dave gila. Semuanya terasa seperti mimpi buruk. Padahal belum lama ini ia menyatakan cintanya dan masih sebentar ia dan Safira merasakan indahnya cinta. Semuanya berlalu begitu saja.


__ADS_2