I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 73


__ADS_3

Safira memeluk putrinya erat tanpa menyakitinya. Ia menatap dalam manik hijau yang sangat mirip dengan Dave itu. Manik itu begitu jernih, menatapnya kebingungan.


Merasa sang ibunda tengah dikelilingi kekalutan, tangan mungil Daisy menepuk-nepuk pipinya. Bayi kecil itu bergumam tidak jelas, yang mana memancing senyum Safira.


Seluruh rasa gundah di hatinya setelah pertemuan pertama dengan Dave baru saja, hilang seketika.


Safira mencium kedua sisi pipi gembul putrinya, "Daisy, apa yang harus Mommy lakukan? Mom bertemu Daddy hari ini, dia ingin kembali bersama Mom. Tapi Mom sangat membencinya." ucapnya seolah putrinya mengerti apa yang ia katakan, dan hanya gumaman tidak jelas yang keluar dari bibir gemas Daisy.


"Mom pikir Daddy-mu akan berubah menjadi lebih baik setelah apa yang terjadi. Tetapi ternyata dia sama saja. Daddy-mu masih tetap menjadi laki-laki bajingan untuk selamanya." tuturnya.


***


Sebelum tengah malam menjelang, Safira tengah berunding dengan Bara di ruang kerja mereka. Ini adalah suatu kebiasaan mereka membahas perkembangan perusahaan keluarga mereka.

__ADS_1


Bara meletakkan dokumen di depan Safira, "Kau berencana melakukan kerja sama baru dengan perusahaan bajingan itu?" tanya Bara. Mata tajamnya menatap sang adik mengintimidasi.


Melihat itu, Safira menggeleng cepat. "Tidak Kak. Aku tidak pernah berniat melakukannya. Beberapa waktu lalu Dave menghubungi Peter dan membuat janji temu denganku. Sebelumnya aku tidak tahu kalau itu adalah Dave, kalau saja aku tahu, aku pasti tidak akan memenuhi janji itu." bantah Safira.


Bara mengangkat alisnya, "Dengar baik-baik Safira. Kakak tidak ingin kau memiliki hubungan dengan si bodoh itu!" itu adalah sebuah pernyataan yang tidak bisa Safira bantah. "Kalau kau memiliki perasaan padanya, sebaiknya kubur dalam-dalam perasaan itu, karena dia tidak berhak dicintai!"


Safira hanya mengangguk, "Baik Kak." Selama ini Safira tidak pernah membantah perintah Bara.


"Tidak. Kakak yakin si bodoh ini tidak akan menyerah mengganggumu. Kakak punya cara lain agar dia pergi dengan sendirinya." ucapnya.


Dengan kekuasaan Dave yang saat ini setara dengannya, Bara tidak akan lagi bisa mengancam atau menekan Dave. Oleh karena itu, sebuah cara halus menjadi jalan agar Dave mundur dengan sendirinya.


"Kakak serahkan proyek dengan si bodoh ini padamu. Selebihnya serahkan pada Kakak."

__ADS_1


Kening Safira berkerut, baru saja Bara mengatakan agar ia tidak berhubungan lagi dengan Dave. Tetapi belum juga satu menit, ia diperintahkan mengurus proyek yang diajukan oleh Dave, yang secara otomatis membuat keduanya akan sering bertemu.


"Kembalilah ke kamarmu. Daisy mungkin mencarimu." Bara tahu banyak pertanyaan dalam benak adik perempuannya tersebut, namun ia malah mengusirnya.


Safira menurut, tidak ingin menyela sang Kakak. Ketika ia sampai di kamarnya, benar saja Daisy terbangun lagi.


"Kau bangun sayang?" Safira tertawa senang. Putrinya selalu ceria di setiap saat, gadis kecilnya itu sangat jarang rewel. Daisy seolah mengerti beban hati sang ibu.


Daisy tertawa, kakinya menendang-nendang, sepertinya bayi kecil itu tengah bermimpi indah.


"Daddy..." Safira membeku ketika mendengar apa yang Daisy ucapkan untuk pertama kalinya.


Ia menatap Daisy yang tertawa riang. Kata pertama yang Daisy ucapkan baru saja membuat hatinya berdesir. Safira tidak tahu apakah ia harus senang atau apa. Hatinya bercampur aduk.

__ADS_1


__ADS_2