
Satu rahasia besar yang Dave sembunyikan dari semua orang, termasuk Safira sekali pun. Dave mengenal Beatrix yang merupakan partner bisnisnya ketika masih di Swiss dua tahun silam. Yang ternyata adalah saudari jauh dari Safira, wanitanya.
Hubungannya dengan Beatrix selama ini cukup baik. Di samping bisnis mereka yang terealisasikan dengan lancar, mereka juga sama-sama lulusan dari universitas terbaik di London, sehingga mereka sering bertemu dalam acara reunian.
Dave tidak menyangka hal itu sebelumnya, ketika Beatrix mendatanginya secara khusus dan menyebutkan nama Safira.
Semua terjadi begitu saja, dengan niat yang baik Beatrix menawarkan bantuannya untuk bersatu kembali dengan Safira.
Mungkin tidak banyak yang bisa Beatrix lakukan, mengingat posisinya tidak terlalu kuat untuk menghalangi segala usaha Bara dan Davina untuk menjauhkan Safira dan Dave.
Namun, tidak ingin membuat Dave kecewa, Beatrix mengambil sebuah keputusan yang sangat beresiko.
__ADS_1
Perempuan itu diam-diam membawa Daisy, keponakannya bertemu Dave. Tidak ada yang mengetahui ini sama sekali. Beatrix memanfaatkan posisinya sebagai aunty yang baik, dengan membawa Daisy berjalan-jalan.
Ini sudah pertemuan yang ketiga Dave dan putrinya, dan selama ini pula tidak ada yang mencurigainya.
Dave terdiam cukup lama setelah mendengar penuturan Beatrix. Darahnya mendidih kala membayangkan Safira bersanding dengan laki-laki lain. Ia tidak terima, tapi ia juga tidak punya kuasa untuk berontak.
"Apakah menurutmu Safira akan menerima perjodohan itu?" tanya Dave ragu-ragu. Dan sungguh, ia tidak ingin mendengar jawabannya.
"Safira adalah perempuan keras kepala. Ia ibarat batu di gunung. Tapi kau juga harus tahu bahwa batu itu bisa terkikis jika terus terkena air dan sinar matahari. Begitu juga dengan Safira, ia hanyalah seorang perempuan yang kesepian. Dengan segala bentuk perhatian yang lelaki lain berikan, bukan mustahil perjodohan itu terjadi." sahut Beatrix.
"Langkah awal yang harus kau lakukan adalah menyingkirkan sekretarismu. Perempuan itu adalah salah satu yang membuat hubungan kalian semakin buruk." jawab Beatrix.
__ADS_1
Dave mengerutkan keningnya, menganggukkan kepalanya kemudian. Sebenarnya tidak rela menyingkirkan Diana dari perusahaannya, mengingat kemampuan Diana yang luar biasa dalam hal memajukan perusahaannya. Tetapi, itu bukanlah sesuatu yang penting, baginya Safira kembali adalah tujuan utamanya.
"Safira masih mencintaimu Dave. Kau masih belum lepas dari pikirannya. Maka dari itu, sebelum seseorang menggantikanmu, yakinkan dia."
Dave mengangguk, ia kemudian mengecup kening Daisy yang asyik bermain di pangkuannya.
Melihat betapa Dave sangat bahagia saat ini, ia tersenyum senang. Dave berubah menjadi sosok yang berbeda jika bersama Daisy. Namun, sosok yang akan lebih senang melihat Dave saat ini adalah Safira.
"Terima kasih Beatrix sudah membantuku sampai sejauh ini." ucap Dave saat akan mengakhiri pertemuan mereka. Rasanya memang belum puas bertemu dengan anak gadisnya, tetapi waktu mereka sangat terbatas.
"Never mind. Safira adalah saudariku, ia bahagia maka aku juga bahagia. Tapi ingat, jika suatu saat nanti kau membuatnya menangis, aku akan membuatmu kehilangan Safira selamanya." ucap Beatrix.
__ADS_1
Beatrix dan Dave berjalan beriringan menuju lobi, keduanya cukup akrab satu sama lain. Setelah mengantar Beatrix dan Daisy ke mobilnya, Dave menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.
Namun saat akan membuka pintu mobilnya, Dave hampir jatuh. Ia memegang kepalanya yang berdenyut sakit. Dave hampir kehilangan kesadarannya.