I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 55


__ADS_3

"Bangun sayang. Sudah cukup tidurnya." Dave menghembuskan nafasnya di sekujur pipi Safira yang masih terlelap. Safira mengedipkan matanya karena gangguan dari pria tersebut. Keningnya berkerut kesal karena tidurnya terganggu.


"Dave, aku masih mengantuk." Safira mengucek matanya.


"Tapi kau sudah tidur melebihi batas waktu sayang. Lihat, sudah pukul berapa sekarang. Sudah pukul sepuluh pagi, tapi kau masih tidur? Kenapa kau menjadi sangat malas sekarang hmm?" sembari itu, Dave mengambil kesempatan untuk mencuri kecupan di ceruk lehernya.


Safira bergeming, dia merasa masih sangat mengantuk sekarang, oleh karena itu dia malah menyurukkan kepalanya ke perut Dave, dan memeluknya erat-erat.


"Sepuluh menit lagi Dave. Bisa?" tawar wanita itu.


Dave jelas tidak bisa menolaknya, "Baiklah, setelah itu mandi dan kita akan berjemur. Matahari sangat cerah hari ini, baik untuk kesehatan tulang dan kulitmu."


Safira hanya berdehem, kembali jatuh dalam tidurnya. Dave membelai wajah wanita yang telah membuatnya berubah seratus delapan puluh derajat. Berubah dari sifat buruknya dan kebiasaannya yang selalu merugikan orang lain.


Dave bersyukur memiliki Safira dalam hidupnya.

__ADS_1


"Aku akan menjadikanmu milikku sayang, agar tidak ada yang bisa merebutmu dariku, terutama Bara." bisiknya.


Dave mengusap perut bulat Safira, "Cepatlah berkembang anakku, Dad sangat menantikan kehadiranmu."


"Daddy sangat berterima kasih padamu Nak, karena kehadiranmu Daddy memiliki wanita sesempurna Mommy-mu" Dave sungguh berubah menjadi suami dan ayah yang manis saat ini.


Berbeda dari yang dulu, pemain wanita dan tidak pernah peduli akan hidupnya. Dave berubah menjadi sosok yang berbeda. Pria itu menjadi begitu lembut dan penyayang.


Dave berbincang-bincang dengan buah hatinya, seolah bayi itu menyahutnya. Hal itu membuat Safira yang tadinya sudah lelap terusik dari tidurnya. Wanita itu membuka matanya, tersenyum melihat Dave sedang asik bercerita dengan bayinya.


Wajah Safira bersemu merah, hatinya menghangat melihat betapa kentara perubahan dalam diri Dave.


"Benarkah?" suara lembut itu mengagetkan Dave. Pria itu tersipu karena ternyata Safira mendengar apa yang dia lakukan.


Safira menahan tawanya, Dave sangat lucu dan manis saat itu.

__ADS_1


"Kau curang sayang, belum sepuluh menit, kenapa sudah bangun?" Dave berdalih.


Safira akhirnya tertawa lepas, "Bagaimana aku bisa tidur kalau kau terus bicara dengan anakku?"


"Kau sangat lucu Dave." tawa Safira berlanjut.


Sementara wajah Dave semakin merah, jujur momen seperti ini sangat jauh dari bayangannya. Memiliki istri dan anak tidak pernah masuk dalam list hidupnya. Tetapi sekarang, dua makhluk ini tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya yang gelap.


"Auu...." Safira memegangi perutnya, karena tiba-tiba lonjakan terasa di sana. "Dave perutku..." manik wanita itu berkaca-kaca.


Dave yang panik segera memegang perutnya, "Kenapa sayang? Apa yang terjadi?"


Sungguh ajaib, ketika Dave mengusap perut Safira, lonjakan itu hilang. Nafas Safira terengah-engah.


"Masih sakit hmm?" tanya Dave yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Safira.

__ADS_1


"Nak, apa yang kau lakukan? Jangan nakal pada Mommy-mu." ucap Dave.


Beberapa detik kemudian, Dave merasakan gerakan kecil di perut wanita itu. Sebuah gerakan, seolah bayi dalam perut itu merespon segala ucapannya.


__ADS_2