I hate you status

I hate you status
Bab 10


__ADS_3

Pagi hari


Parel sudah rapih, dengan kemeja putih dan celana dan jas hitam sangatlah cocok untuk Parel. Rambut yang tertata rapih. Parel ingin pergi mencari sesuatu yang selama ini ingin ia ketahui.


" Sis, jika kau menjauh aku akan mendekat. aku tidak akan pernah menyerah sampai kapanpun itu. Karena cinta butuh perjuangan kan?. Semangat Parel untuk cintamu" ini adalah kata penyemangat Parel. Dia menutup mata, menghela nafas dan membayangkan senyum manis Siska.


" Ini baru semangat. Bismillah" Parel sambil tersenyum.


Diambilnya kunci mobil. Parel mengendari salah satu mobilnya. Hari ini ia menggunakan mobil warna putih senada dengan kemeja yang ia kenakan.


Parel melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota datang ke desa. 2 jam perjalanan yang Parel lalui. Parel pun berhenti di perkarangan rumah yang sederhana dengan perkarangan penuh dengan bunga yang bermacam- macam. Perkarangan itu sangat indah dengan warna-warni dari bunga lili, krisan, dan masih banyak lainnya, namun yang dominan adalah bunga mawar di sana bahkan bunga mawar ada banyak warna dari merah, pink, putih, ungu, bahkan hitampun ada.


Setelah melihat-lihat Parel menghela nafas dan berdoa.


"Semoga semua berjalan lancar dan aku mendapatkan apa yang aku inginkan, bismillah"


Parel melangkahkan kaki mengetuk pintu yang memang sudah terbuka


" Assalamualaikum" salam Parel namun tidak ada yang menjawab.


" Sssalamualaikum" salam Parel lagi, namun masih tidak ada yang menjawab.


"Apa suaraku yang pelannya? apa masih pada sibuk? Kalau tidak ada jawaban lagi aku akan menunggu saja sejenak"


" Assalamualaikum" salam parel


" Waalaikum salam" jawab orang dalam rumah.


" Dek, lihat ada tamu" kata wanita separuh baya itu.


"Iya mah" jawab anak tersebut dan jalan kedepan pintu.


" Siapa ya?" Tanyanya pada Parel yang ngebelakanginnya.


" Hai dek" sapa Parel dan menghadap kearah gadis kecil itu.


" Kak, Kenapa kesini?" tanya gadis itu heran dan menyalami tangan Parel.


" Mamahnya ada?" Tanya Parel lembut tanpa memperdulikan pertanyaan gadis kecil di hadapannya.


" Mah, mah ada kak Parel " teriak gadis itu.


" Kenapa sih dek? kok teriak-teriak?" Tanya wanita paruh baya yang baru keluar.

__ADS_1


" Ada kak Parel mah" jawabnya


" Oh nak parel kanny Kenapa nak kesini? Siskanya masih di kampus?" Kata wanita paruh baya itu yang tak lain adalah mamannya siska (Erika Anggraini) dan gadis kecil itu adalah adiknya siska (Fitri Dwi Anggraini). Iya Parel pergi kerumah Siska untuk mencari informasi dan restu kedua orang tua Siska.


" Tidak tante. Saya tidak cari Siska tapi cari tante sama om. Omnya ada tante?". Tanya Parel sopan dan menyalami tangan mama Siska.


" Omnya ada, masuk dulu aja, berbincang di dalam" ujar Erika ramah.


" Terima kasih tante" jawab Parel sopan dan masuk ke rumah Siska.


" Dek kamu pangil papah di dapur" suruh Erika pada Putri


" Duduk, nak Parel"


" Terima kasih tante" jawab Parel dan duduk di kursi.


Mama Siska pun duduk.


Tidak lama Fitri datang dengan membawa nampan berisi cemilan dan jus buah naga dan meletakkan di meja.


" mana papah kamu?" Tanya Erika pada Fitri.


" Tunggu aja, katanya" jawab Fitri dan pergi.


"Iya tante" kata Parel dan mengambil jus buah naga karena ia memang haus dari perjalanan jauh.


Tidak lama papah Siska (Rangga Dwi Pangestu) keluar dan duduk di samping Erika.


Parel pun bangun dan menyalami tangan Rangga.


"Ada apa nak Parel ke sini?" Tanya Rangga tanpa mau basa basi


"Maaf pak sebelumnya saya sudah mengganggu. Saya kesini mau bertanya tentang Siska" kata Parel sopan yang membuat wajah kedua orang tua Siska binggung.


" Kenapa dengan Siska, Tel?" Tanya Erika khawatir.


" Siska ngga kenapa-kanapa tante"


" Begini om, tante saya kesini mau bertanya tentang trauma Siska. Saya ingin mengetahuinya" kata Parel membuat kedua orang tua Siska kaget, bingung, serta sedih bersama.


" Kenapa nak Parel ingin tau tentang trauma anak saya?" Tanya rangg


" Karena saya mencintai anak om dan tante" kata Parel yang tidak mau basa basi ini membuat kedua orang tua Siska tercengang dan kemudian bahagia dan sedih.

__ADS_1


" Lalu? apa hubungannya dengan trauma Siska dengan cinta nak Parel kepada Siska?" tanya Rangga.


Karena keluarga tau Siska dan Parel dekat dan tau Parel dari orang biasa-biasa saja bahkan perlu berkerja untuk kuliah. Tidak akan masalah dengan trauma Siska.


"Ada pak. Karena saya tau dia benci status saya. Orang yang punya uang dan harta" kata Parel menjelaskan yang pasti membuat orang tua Siska itu kaget.


" Bukannya nak Parel orang yang biasa? bahkan kata Siska, nak Parel harus kerja untuk kuliah" kata Rangga yang masih tidak percaya.


" Maaf om selama ini saya bohong. Itu bisa saja jelaskan" kata Parel


" Iya jelaskan. Saya akan mendengarakan" kata Rangga


" Hini om. Semasa saya kecil mami dan papi selalu mengajarkan saja ke sederhanaan. Mereka melarang saya untuk menyebut nama keluarga. Hanya Parel, Parel Dwi, atau Parel Dwi d.s. awalnya Parel tidak mengerti tapi setelah mami papi kecelakaan dan papi meninggal yang di mana usia Parel masih 10 tahun. Parel baru menyadari kalau itu salah satu cara melindungi Parel dari musuh papi. Dan Parel juga tau bahwa Parel punya kakak  yang meninggal di usia 4 tahun karena dibunuh dengan musuh bisnih papi. Dan papi mami...." Kata Parel yang terhenti untuk mengambil nafas. Orang tua Siska masih menengarkan menunggu kelanjutan.


" Dan papi mami juga mengalami kecelakaan karena musuh papi. Selain itu, diumur 12 tahun Parel harus menjalani bisnis papi yang hampir bangkrut di tangan paman Parel. menyadari dengan status Parel yang tidak di ketahui orang, Parel bisa lebih lega tanpa ada wanita matre yang suka deketin Parel. Akhirnya Parel masih sembunyiin status Parel tersebut. Itulah kenapa tidak ada yang tau status Parel" lanjut Parel membuat kedua orang tua mengerti.


Kemudian suasanan menjadi sunyi. Mungkin kedua orang tua Siska masih mencerna.


"Kenapa nak parel menyukai anak saya?" Tanya Rangga membuka suara.


"Lalu kapan nak Parel menyukainnya?" Tambah Erika.


" Saya sebenarnya orang yang dingin, galak dan tegas om tante. Saya juga tidak peduli dan acuh dengan dunia orang, saya tidak pernah tersenyum. Saya terkenal dengan sebutan manusia yang tak tersentuh dan manusia es di kampus bahkan dikantor. Itu tuntutan perkerjaan. saya tidak boleh lemah dan menjadi kebiasaann untuk saja" Parel mengambil napas.


" Tapi setelah ketemu Siska. Saya berubah 180°. Saya jadi sering tersenyum. Beban perkerjaan dan kuliah yang biasanya berat rasanya ringan. Saya ingin selalu melihatnya. Apalagi saat dia tersenyum dan tatapannya yang lembut terasa mengubah dunia saya. Saya hanya cukup melihat senyumnya." Parel mengambil napas lagi.


" Tapi kalau ditanya kenapa? Sebenarnya saya juga tidak tau. Apa karena senyumnya, karena matanya, apa karena wajahnya, bahkan apa karena kebaikannya saya kurang tau. Yang saya tau saya tidak mau kehilangannya" Parel mengambil napas lagi.


" Kalau ditanya kapan? Saya juga tidak tau. Apa pada saat pertama kali ketemu, pas saja jadi asdos, atau pas saya ngajar dia. saya juga ngga tau om tante" itulah jawaban Parel. Kedua orang tua Siska hanya tersenyum.


" Lalu kapan nak Parel akan mengatakan status nak Parel, nak Parel tidak akan membohongi dia terus-terusankan?" kata Rangga menyelidiki.


" Sebenarnya dari awal saya sudah mau menjelaskannya om. Karena saya tau dia paling benci status saya yang saya sembunyikan dan karena ego saya  tidak mau kehilangannya, saya urungkan. Tapi saya juga tau, itu tidak mungkin saya tutupi selalu. Niat saya adalah pas sidang Siska kemarin om, tapi saya tidak tau dari mana Siska tau. Sedangkan di kampus hanya rektor dan dekan saja yang tau." Kata Parel.


" Fia marah besar om" kata Parel menampakkan kesedihan dimatanya.


"Oleh karena itu om. Saya kesini saya ingin tau penyebab Siska trauma. Saya ingin menghilangkan trauma Siska agar dia bisa menerima saya." Kata Parel penuh semangat.


" Sebenarnya om tidak mau mengungkit masalah lalu. Om tidak mau mengungkit kesedihan Siska. Dia sudah cukup menderita. Tapi kali ini om akan cerita karena om yakin padamu" kata Rangga. mengukir senyuman di bibir Parel.


" Jadi begini....."


Sorry tipo dimana mana

__ADS_1


Ditinggu like dan folownya 😗


__ADS_2