
Parel PROV
Siang ini aku di kejutkan kedatangan mami ku di kafe. Ya selama ini mami banyak menghabiskan waktu di luar negeri untuk jalan-jalan. Sebenarnya mami lebih suka di indonesia menemaniku. Tapi aku ingin mami merasakan kebahagian dihari tuannya. setelah kehilangan papi dan tertipu kakak sendiri. Mami harus berjuang bersamaku untuk perusahaan ayah yang terbilang hampir bangkrut.
Aku yang masih SMP sangat muda dan kurang pengalaman. Kalau tidak dibantu mami bagaimana bisa?. Paman juga terbongkar karena bantuan mami.
" Oh ya. Mami kesini mau makan kan?" Tanyaku
" Iya dong sayang, masak mami kesini mau nyuci piring". Kata mami menggodaku.
" Mau makan apa mi?"
"Makam steak aja, minumnya teh hangat"
Aku memangil pelayan.
" Ya, mau pesan apa tuan dan nyonya Sensendri?" Tanya pelayan itu.
Pelayan ini mengenalku. Jika aku disana urusan kantor mereka memanggilku dengan tuan Sasendri, tapi jika aku bersama dengan teman, Maka mereka akan memanggil tuan saja.
" Saya pesan steaknya 1, teh hanggatnya 1" kataku pada pelayan itu.
__ADS_1
" Kamu, engga makan sayang? " tanya mami karena aku cuma pesan makananya.
" Aku dan pak Andri sudah makan mi tadi temu klain" kataku yang di angguk oleh pak Andri yang ada di dekatku.
Pak andri Hermansyah adalah sekertaris dari paman ( Alexian Putra Anggara) namun pak Andri tidak suka dengan sifat paman yang mengrongrong perusahaan. Awalnya pak a
Andri hanya bisa pasrah
Namun pas aku pertama kali datang ke kantor. Pak andri menarik ku dan membawaku ke ruangannya. Dia menunjukkan ku bukti kejahatan paman. Dia juga yang membantuku menurunkan jabatan dan memenjarakan paman.
Setelah aku masuk menggantikan paman. Pak Andri menjadi sekertarisku. Pak Andri bersama mami mengajarkan aku menjalani bisnis. Dia yang selalu membantu saat aku kesulitan, mengantikan aku rapat jika aku sibuk sekolah atau mengurus perkerjaan lain. Aku bersyukur ada orang sebaik pak Andri. Bahkan pamanku sendiri ingin menghancurkan keluargaku.
" Bagaimana Parel di kantor, pak? Pasti sangat menyusahkan bapak. Terima kasih ya pak sudah mau membantu keluarga saya." Kata mamiku kepada pak Andri.
"Tuan ? nyonya? Itu terlalu kaku panggil saja d
Deva dan Parel. Pak Andri juga umurnya lebih tuda dari saya." kata mami pada pak Andri.
" Tidak nyonya. Saya lebih suka memanggil nyonya dan tuan itu terasa sopan sama atasan" jawab pak Andri membuat mama melotot padaku.
"Udah mi, malah dulu Parel dipanggil pak emang Parel udah bapak-bapak. Pas Parel suruh pangil nama aja Parel. Pak andri langsung menolak. Dan akhirnya Parel dipanggil tuan" jawabku.
__ADS_1
" Gini aja pak Andri. Karena saya sudah anggap pak Andri kakak saya sendiri. Bagaimana pak Andri panggil saya dek Deva dan Parel nak Parel. Dan saya akan panggil bapak jadi kak" kata mamiku yang tidak mau kalah.
"Tapi..." kata pak andri dipotong dengan mami.
" Jika kakak menolak. Saya anggap kakak tidak menerima saya sebagai adiknya" kata mami.
" Baik lah dek " kata pak Andri canggung.
Seketika itu aku ketawa.
" hahaha mama hebat. Parel aja ngga bisa bujuk bapak tua satu ini".
"Siapa dulu" Kata mami bangga
Pak Andri hanya tersenyum
Tibalah makanan mami datang. Setelah mami makan, aku dan pak Andri kembali ke kantor dan mami katanya mau pulang.
Sorry banyak tipo ya...
Di like dan komen ya...
__ADS_1
Lanjutanya ditunggu.....😗😘