
Sudah 2 hari Siska sadar dan besok hari dimana Siska bisa pulang.
" Oh ya, Sij. Gua minta maaf sekali lagi. Loe yakin besok loe mau pulang?" kata Yona.
" Iya yakin, Yon. Dokter juga udah kasih izin. Gua juga Engga suka di rumah sakit soalnya bau obat"
" Sin, sorry ya kalau menyinggung. Tapi gua Engga liat keluarga loe. Emang Loe benar-benar engga ada keluarga lagi? satu pun? teman?"
Siska hanya diam. Siska semakin rindu mama dan papahnya.
" Ok. Kalau loe engga mau cerita. Terus loe tinggal dimana?"
"Saya ngekos" jawab Siska singkat.
" Ngekos berarti dia udah engga ada orang tua. Yatim piatu? Pantes diam kalau ditanya" batin Yoga menarik kesimpulan sendiri.
" Oh loe masih sekolah apa kuliah?"
" Saya udah lulus S1" jawab Siska sambil tersenyum.
" Manis juga nih cewek kalau seyum" batin yona.
" Udah dapet kerjaan?"
" Masih cari"
" Loe mau engga kerja sama gua"
" Kerja apa?" Tanya Siska curiga.
"Assiten gua. Loe bisa bantuin gua periksa berkas dan membuat laporan"
" Kenapa kamu milih saya?"
"Karena saya udah lihat kinerja kamu. Kamu teliti, itu kuncinya. Kalau kamu mau periksa berkas" jelas Yona. Siska hanya diam
" Gimana mau engga? Gajihnya lumanyan lah." Lanjut Yona dan Siska tetap diam.
" Tolong gua lah Sin, tugas gua makin numpuk. Soalnya sang bos mau nikah" lanjut Yoga memohon.
"Apa hubungannya sama bos nikah?" tanya Siska binggung.
" Bos gua itu mau nikah sama orang yang engga dicintainya. Untuk menganti cinta pertamannya.."
" Pelampiasan dong calon istrinya?" Potong Siska
" Ya mau gimana lagi calon pacarnya dan cinta pertamannya itu kabur. Dia sudah cari kemana-mana tapi nihil. Ya ampun kalau liat penampilannya udah kek bapak engga keurus, karena nyari cinta pertamannya itu"
" Terus?" Siska penasaran
" Ya ibunya lihat kek gitu. Nyuruh dia nyari pacar baru. Tapi dia engga mau pacaran maunya dia langsung nikah. Ya jadinnya dia nikah deh" .
" Kalau dia engga cinta sama yang cewek atau ceweknya engga cinta sama cowoknya, kemana?"
" Awalnya dia udah nolak . Tapi kata maminya cinta bisa tumbuh seiring dengan waktu dan dia engga mau buat maminya sedih jadi dia terima. Ya gimana lagi? dia anak satu-satunya, tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal."
" Kasiannya. Apa alasan cinta pertamannya pergi?"
" Nah itu dia. Sampai sekarang alasan dia pergi engga diketahui. "
" Entar dulu.. entar dulu. apa hubungannya dengan tambahan kerjaan ?" Tanya Siska yang baru sadar.
" Ya. Karena itu kerjaan ku nambah karena dia mau nikah dan melupakan cinta pertamannya dia mau bangun beberapa hotel lagi. Hotel yang dulu aja belum selesai dia udah mau nambah lagi. Itu tuh yang nambah perkerjaan gua" jelasnya.
" Jadi mau engga?"
" Sebuah kehormatan" jawab Siska tersenyum
" Alhamdulullilah."
######
Hari ini Siska pulang dari rumah sakit.
Didalam mobil.
__ADS_1
" Alamat kosan loe apa, Sin?" tanya Yona pada Siska
" Jalan cempaka, perumahan eja nomor 1. Kendari" jawab Siska
" Sebenarnya kamu engga usah repot-repot anteri saya" lanjutnya
" Engga papa"
Mobil terus berjalan namun bukan kearah kosan Siska.
"Kita mau kemana Yon?"
" Ke apartemen gua"
" Ke.. napan ke apartemen kamu?" Tanya Siska gugup dan takut.
"Mulai sekarang loe akan tinggal di apartemen gua..."
"NGGA!!! loe jangan macem-macem ya." Kata Siska memotong perkataan Yona. Gugup dan takut.
Melihat siska yang ketakutan Yona jadi engga enak.
" Siapa juga mau macem-macem. Gua punya dua apartemen Bersebelahan. Awalnya gua bilang sama ortu gua mau cari aparetemen karena rumah sama kantor jauh. Eh malah di beliin dan aku juga terlanjur sudah beli dan bersebelahan lagi. Kamu pakek yang satunya. gua engga pernah nempatin. Disitu juga tinggal bi Ijah. Tukang bersih-bersih dan masak ".
" Jadi dia orang kaya?" Batin Siska.
Mengetahui itu tubuh Siska menegang dan keringat dingin bercucuran.
" Loe engga apa- apa?" tanya Yona melihat Siska.
" Gua engga bisa kek gini terus.Gua harus bisa lawan trauma ini. Mungkin ini satu-satunya cara gua ngelawan trauma ini" kata siska dalam hati
" Apa perlu balik kerumah sakit?" Tanya Yoga khawatir dan menyadarkannya.
" Eh. Engga papa kok Yon, cuma pusing sedikit kok" jawab Siska.
" Ok. Gimana tawaran gua?"
" Ya?" Tanya Siska binggung.
"Tapi. Baju saya dikosan..."
" Tenang enar saya suruh bi Ijah ambil. Kasih kuncinya aja".
" Tapi..."
" Engga usah tapi-tapiaan. Udah istirahat aja"
Mendengar kata itu Siska inget Parel
"Egga usah tapi-tapian udah sana istirahat. sana!!"
Tapi bedannya nada Parel seperti perintah..kalau nada Yona lembut.. membuat Siska tertawa kecil
" Kenapa loe ketawa?"
" Kamu buat aku nginget seseorang? Cuma bedannya kamu sama dia...ah udah ah" kata Siska engga diteruskan.
"Dia pacar kamu?"
" Bukan" jawan Siska tegas.
" Ok kita udah sampai."
Siska dan Yona turun dan masuk ke apartemen. Jujur siska benar benar ketakutan. Rahangnya mengeras, tubuhnya gemetaran. Rasanya ia ingin menangis dan kabur sejauh-jauhnya. Namun masih bisa dia tutupi.
" Assalamualaikum" salam Yona dan Siska.
" Bi. Bi ijah" pangil Yona.
" Waalaikum salam. Ada apa den Yona?" jawab wanita paruh baya keluar dari dapur yang tak lain adalah bi Ijah.
" Bi, Ini Sinta dia akan tinggal di sini mulai sekarang. Tolong jaga dia ya!" kata Yona memperkenalkan Siska.
" Oh ya bi nanti minta kunci kosan sama Sinta, sama alamatnya. Bi ijah ambil barang Sinta di kosannya, ya?" lanjut Yona
__ADS_1
"Baik den. Ayo non, saya tunjukkan kamar non." Kata bi Ijah sembari menunjukkan jalan.
"Ini kamarnya non "kata bi Ijah setelah sampai kamar.
" Terimakasih bi. ini kuncinya dan alamatnya" kata Siska memberi kunci dan kertas berisi alamat kosan.
" Selamat istirahat non. Saya pamit dulu" kata bi Ijah lalu pergi
" Baik bi" jawab Siska
####
Siska prov.
Sudah seminggu aku tinggal di apartenem Yona dan hari ini hari pertama aku masuk kantor.
Sekarang aku berdiri di depan kantorku Lovekontruksi. Perusahaan krontruksi. Dari namanya aku tau ini perusahaan baru.. Ya katanya baru 1 tahun.
Sebelum ku melangkah masuk aku menutup mata dan menghirup nafas dalam-dalam. " bismillah."ini kata penyemangat ku
Sesampai di dalam. Aku bertanya pada resepoinis dimana ruangan Yona.
" Maaf ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya resepionis padaku.
" Ruangan pak Yonathan Alexsa di mana ya?" Tanya ku sopan.
" Oh. Dengan mba Sinta? asisten pak Yona?".
" Iya saya".
" Pak Yona sudah menunggu anda di ruangannya dilantai 7 di depan pintu ada nama beliau".
" Terima kasih" jawabku
Aku melangkah masuk lift dan kelantai tujuh sesuai dengan instrusi resepsionis.
Di depan ruangan Yona.
Tok tok.
" Assalamualaikum".
"Waalikum salam. Masuk!"
Siska membuka pintu dan masuk. Siska melihat Yona yang fokus berbeda selama ini sering tersenyum. Tatapannya pada berkas yang dipegangnya sungguh mempesona. Kaca mata yang melekat di matanya menambah karismanya.
Melihat Siska yang masuk, Yona memberhentikan kegiatannya.
" Kamu Sin? Sorry gua berangkat deluan tadi".
" Tidak apa-apa, pak" kataku sopan.
" Panggil Yona saja. "
"Maaf pak ini di kantor dan bapak atasan saya"
" Yerserah loe aja deh. pak, kak, Yona aku ikut aja" kata Yona menyerah.
" Ok, saya akan tunjukan tempatmu berkerja".
Yona keluar dan masuk ke ruangan sebelah, aku cuma mengikutinya.
"Ini adalah ruangan kamu dan itu meja kamu " Kata Yona setelah sampai di dekat meja.
" Sorry. Gua banyak kerjaan. Gua tinggal. Loe bisa langsung kerja. Itu Berkas-berkas udah ada dimeja loe. Entar sore bilang sama HRD loe mulai masuk kerja" jelas Yona dan pergi.
Siska mulai membuka satu persatu berkasnya.
#########
Sorry tipo.
Ditunggu aja kelanjutanya.
Jangan lupa follow, commen dan like.
__ADS_1