
Cinta itu datang tanpa kau sadari..
Karena cinta tidak bertuan..
Cinta dapat hadir ditempat yang tak diinginkan...
Karena cinta itu buta..
Cinta tak punya mata..
Tapi cinta tidak pernah salah..
Karena cinta punya mata hati...
Yang tau harus kemana ia berpijak...
Mungkin lidah bisa berdusta.
Lodah bisa bohong...
Mata salah melihat dan telinga salah mendengar..
Tapi cinta dan hati tak sanggup melakukannya..
2 hari kemudian.
Setelah Parel menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi. Siska meminta waktu kepada suaminya untuk mencerna semuannya. Parel memberikan waktu kepada istrinya itu sampai orang tuanya datang.
"*K*atakan apapun keputusanmu besok setelah orang tuamu datang..Aku akan terima apapun itu keputusanmu. Lagi pula selain semua ini masih ada yang mas mau katakan pada keluargamu".
Pagi ini Siska ingin beli bahan untuk besok karena besok ayah dan ibu, serta sang adik kesayangan akan datang. Jadi dia izin ke Parel untuk pergi ke supermakert dan Parel mengizinkan. Ia ingin masak karena orang tuanya baru pertama kali datang ke rumahnya...
Pulang dari supermaket, Siska tidak sengaja ketemu Yoga saat dia mau menelpon sopir untuk menjemput. Parel tidak bisa menemani Siska ke supermaket karena ada kerjaan.
"Habis belanja, Sis?" tanya Yoga.
"Eh.. iya Yog.. kamu mau belanja?"
"Engga, Sis. Aku tadi engga sengaja ngeliat kamu di sini dan aku berhenti"
Dijawab siska dengan oh saja.
"Kamu mau pulang? Apa masih ada yang mau dibeli? banyak juga belanjanya?" kata Yoga sambil menunjuk belanjaan Siska.
"Ia. Mama sama papah mau datang dan ini baru mau pulang"
"Oh.. mau pulang? udah selesai belanjanya?pulang sama siapa?"
"Ini mau nelpon pak Dandang (supir) minta jemput."
"Engga usah telpon supir.. Bareng aku aja. Sekalian ada yang aku omongin"
"Penting ya? omongin aja sekarang"
"Penting! tapi engga disini. Di dalam mobil saja sekalian aku anter pulang"
siyska hanya diam. "*E*m tidak masalah kali ya. lagi pula cuma 10 menit sampai. Dari pada gerepotin pak Dandang"
"Bagaimana, Sis?" tanya Yoga lagi karena Siska hanya diam.
"Oke"
__ADS_1
Yoga pun membantu syiska untuk membawa barang belanjaan ke dalam mobil.
Di dalam mobil.
Sudah 5 menit namun Yoga belum bicara. Siska yang penasaran akhirnya membuka pembicaraan.
"Yog, Apa yang mau kamu bicaralah?" terlalu banyak rahasia yang membuat Siska. penasaran. "Apa yang akan suaminya katakan pada keluarganya. Siska tau setengahnya dan tidak tau setengahnya lagi"
"Sis, aku mau ngucapin terima kasih udah mau memaafkan aku.. "
"Iya sama-sama. Kamu cuma mau ngomong itu?"
"Engga! Ada satu lagi aku mau ngucapin terima kasih sudah mau menyadarkan aku"
"Menyadarkan?"
"Ya. kamu benar aku sayang sama kamu, Sis..."
"HA?!" Siska kaget dengan pernyataan Yoga.
"Engga usah kaget gitu geh. Kita sudah temanan lama banget dari kecil sampai SMA bahkan sampai sekarang. Engga mungkin kan aku benci sama kamu. Kalau kamu yang benci aku, mungkin iya apalagi dengan kesalahan aku dimasa lalu" kata Yoga lesu.
"Jadi sayang dalam arti apa ini, Yog?"
"Sayang sebagai teman masa kecil. Sayang sebagai sahabat, dan sayang sebagai adik, Sis?""
"Emm"
" Aku benar-benar minta maaf masalah dahulu. Aku hampir membuat masa depanmu hancur"
"Oke".
"Dan aku sekali terima kasih sudah memaafkan aku. Kamu benar Siska, Aku bodoh dari dulu.."
"Selain aku hampir kehilanganmu. Aku hampir kehilangan seorang lain"
"Maksud kamu?"
"Hehe udah sampai" Yoga tidak menjawab pertanyaan Siska.
Siska sebenarnya penasaran namun iya tetap keluar mobil dengan barangnya.
"Terima kasih" kata siska sambil membawa barangnya.
"Tunggu, Sis" Yoga memberhentikan langkah Siska.
"Ya.?"
"Sis, aku orang bodoh ya?"
"Ya?"
"*A*pa sih yang mau Yoga bicara kan? bikin bingung..Aku penasaran nih" batin Siska tapi ia tidak mau bertanya.
"Sis, kamu benar rasa bersalah padamu menutup hati aku. Aku sampai tidak menyadari ada seorang yang selalu menyemangatiku. Saat kamu memaafkan aku kemarin aku benar-benar lega dan aku sadar, Sis. Aku hampir kehilangan orang itu. Jujur Sis, aku masih bingung dengan hati ku sendiri, namun aku sadar jika aku mengejarmu maka aku akan kehilangan segalanya. Kau sudah punya kebahagian dan akupun tidak mau menghancurkannya.. Cukup di masa lalu.. Aku yakin kau dan Parel akan bahagia dan kini aku baru tau bahwa aku juga menyakiti orang lain.. Dia selalu ada untuk aku saat aku terpuruk. Saat aku larut dari kesalahan. Saat orang tua aku hampir bangkrut dia selalu ada..Dia juga pernah mengatakan padaku untuk menghadapi masalah dan akan selalu mendukungku. Namun..." yoga berhenti.
"Namun?" tanya Siska penasaran.
"Saat dia bilang mencintaiku.. Aku menyakiti hatinya dengan bilang aku mencintai orang lain dan menyuruhnya menyerah. Bahkan saat pertama kali kita ketemu di Palembang dulu. Aku sunguh bodoh menceritakan kepadanya bahwa aku menemukanmu cintaku kembali dan apa dia bilang, Sis? "*Se*lamat ya. Kamu harus memperjuangkanya.. aku selalu mendukungmu dan berdoa semoga kau bahagia" Padahal aku tau dia mencintaiku. Dia pasti sakit hati ya, Sis.. Bodoh kan aku, Sis?"
"Iya. kamu bodoh sekali. Siapa dia, Yog?. Aelamat ya. Kamu harus menjelasakan padanya kalau perlu kau mengatakan cinta dan menikah dengannya"
__ADS_1
"Ya. Kamu juga bakal tau orangnya. Aku akan mengatakannya. Semoga dia masih mau menerimaku"
"Emm...Semoga.. Semangat ya. Kamu juga pantas bahagia kok."
"Haha. Lucu ya. Dulu kita berteman baik. Tapi rasanya kita sekarang seperti orang yang baru bertemu."
"Iya juga sih"
"Kamu masih ingat engga? dulu kita main bersama. Kamu paling suka mukulin aku sampai banyak biru-biru karena cubitanmu.. dan ingatnga pas masih TK? kamu masuk comberan dan pulang-pulang salahin aku karena takut kena marah dan akhirnya aku yang diomelin mama kamu"
"Haha iya. Aku ingat itu. Ya memang kamu yang salah. Kan kamu yang ngagetin aku"
Akhirnya mereka ketawa.
di sisi lain ada Parel melihat Siska dan Yoga sedang bercerita dan tertawa.
Parel yang baru pulang mencari Siska namun tidak ada.
"Bi, Siska belum pulang?" tanya Parel pada bi Tanti.
"Belum, tuan? pak Dadang juga belum pergi j
menjemput"
Suara mobil berhenti di perkarang rumah membuat Parel mengintip dari jendela. dilihatnya Siska yang keluar.. "Siska? sama siapa? Kok ngak minta jemput pak Dadang"
Parel melangkah ingin bantu istrinya namun dilihatnya Yoga yang keluar. Jadi diurungkannya. Ia mengintip Siska dan Yoga sampai akhirnya mereka ketawa bersama. Walau tidak dengar apa yang dibicarakan namun Parel tidak tahan dan memilih duduk di sofa. Dia ingat saat Siska mengatakan aku mencintaimu di depan Yoga beberapa waktu dulu..
"Kau bodoh Parel.. Dihati Siska tidak ada kamu .. Bagaimana kamu yakin Siska akan mencintaimu? Aku harus menerima apapun.. Mereka saling mencintai dan aku hanya penghalang bagi mereka"
Tidak lama Siska masuk dengan barang belajaan.
"Udah pulang mas?" tanya Siska melihat suaminya yang duduk.
"Udah" jawab Parel singkat.
"Sis, aku tadi nelpon ayah dan mama. Besok tidak jadi.."
"Kok engga jadi? Aku udah beli belanjaannya"
"Aku butuh waktu, Sis. Aku lupa ada Yoga"
"Maaf ya. Mas ada kerjaan. Yang mas kira selesai hari ini ternyata engga selesai"
"Ya" jawab siska kecewa.
"Yaudah deh. Seterah mas aja.. Lagipula barang ini bisa kita gunain untuk sehari-hari
Siska bawa belajaan dulu kedapur" lanjut Siska.
"Mas. Mau ke kantor"
"Eh. Mas mau ke kantor?"
"Ada kerjaan" jawab Parel singkat.
"Yah tertunda lagi deh.. Ya tidak apa-apa deh. lumayan nambah waktu biar engga ngerogi" batin siska.
"Ya.. hati-hati, mas" kata Siska sambil menyalimi tangan Parel..
######
__ADS_1
penasaran ngga.???
see you next time