
Pagi hari
Siksa dan Yona sedang diruang makan. Mereka memakan sarapan mereka masing- masing.. Bunyi sendok menemani kesunyian.
Selesai makan. Siska langsung bagun dari kursinya.
" Sin, gua mau ngomong sama loe?" Kata Yona memberhetikan langkah Siska.
" Mau ngomong apa?" Jawab Siska dan menatap wajah Yona yang tampak serius.
" Duduk dulu!" perintah Yona dan Siska kembali duduk.
" Kemarin kenapa kamu nangis pulang dari supermarket? Dan kenapa kamu mengurung diri di kamar?" Tanya Yona dan Siska memilih bungkam.
" Sin, kalau kamu ada masalah, cerita. Kakak siap dengerin" kata Yona dan Siska tetap diam.
" Ok. Kalau kakak punya salah, kakak minta maaf" lanjut Yona lagi dan Siska tetap diam seribu bahasa.
" Kamu engga mau cerita?" Tanya Yona dan di jawab anggukkan oleh Siska.
"KENAPA? Bukankah kamu anggap aku kakak? kenapa engga mau cerita?" Tanya Yona kesal.
" Karena itu masalah Siska. Dan Siska bisa kok selesain sendiri" Jawab Siska.
" Okk. Kalau kamu bisa sendiri. Tapi kalau ada apa-apa kakak siap dengarin dan bantu kamu. Ingat kalau ada kakak" Kata Yona dengan kalimat terakhir penuh penekanan.
" Iya" jawab Siska singkat.
" Sin, Perkerjaan disini sudah aku selesaikan, tinggal beberapa berkas dan masalah kontrak kerja sama dengan donatur. Mulai sekarang kita akan tinggal di hotel. Kita akan mengerjakan di sana"
" Oke. baiklah"
" Maaf kak, itu masalah Siska dan Siska engga mau cerita sama orang. Siska bisa kok nyelesain sendiri. Lagi pula aku engga akan ketemu dia lagi" Batin siska
#####
Disisi lain.
Di PT Santoso Properti. Yoga disibukkan dengan kertas-kertas kantor. Kemudian ia teringat kejadian kemarin saat bertemu Siska yang mengukir senyum diwajahnya.
" Aku sudah mencoba pergi, tapi tuhan mempertemukan kita kembali. Maafin gua, Sis" kata Yoga sambil memandang foto di meja kerja nya.
"Emm emm" deheman orang membuat Yoga tersadar dan melihat ke pintu kearah sumber suara.
__ADS_1
" Tuan.. Kenapa anda kesini?" Tanyanya pada orang itu.
" Kenapa? Aku tak boleh kesini?" Ucapnya dingin
" Tentu boleh. Seharusnya tuan beri tahu, Agar kami bisa menyambut tuan" kata Yoga
" Aku tidak perlu sambutan " jawabnya dingin.
" Silahkan duduk" Kata Yoga sambil mengerakkan tangannya.
Orang itu duduk di sofa yang ada diruangan itu. Yoga pun berdiri dari kursi kebesarannya dan duduk di sofa di depan orang tadi.
" Ada angin apa tuan Sasendri kesini?" Tanya Yoga setelah dia duduk. Iya yang datang adalah Parel.
"Tidak ada angin apa-apa. Aku hanya ingin melihat ruangan rekan kerjaku"
Semenjak Yoga persentasi di Sasendri Kontruksi mereka sering kerja sama.
" Tentu" kata Yoga sembari tersenyum.
Parel berdiri dan matanya melihat ke seluruh ruangan dan akhirnya tertuju kemeja kerja. Parel melangakah ke meja kerja Yoga dan Yoga hanya memandangi Parel.
Parel melihat meja kerja Yoga dan matanya kembali tertuju pada foto di atas meja dan mengambilnya.
" Cewek yang cantik. Apa dia temanmu?" Tanya Parel pura-pura tidak tau.
" Iya dia memang cantik. Dia temanku dari kecil. Kami sering bermain bersama. Tapi..." jawab Yoga terhenti.
" Tapi?"
"Tapi aku membuat kesalahan yang membuatku tidak bisa bertemu dia lagi. Aku sungguh menyesal melakukan itu" Kata yoga penuh penyesalan.
"Kesalahan apa itu?" Tanya Parel
"Kesalahan yang sangat fatal, aku sungguh menyesalinya. Aku hanya ingin minta maaf dan ia memaafkanku itu saja. Tapi karena takut. Aku tidak pernah menemuinnya dan menyiksa diriku disinilah" jawab Yoga penuh penyesalan.
Parel tersenyum
" Sebenarnya aku kesini, ingin mengatakan padamu, bahwa aku akan menghancurkanmu dan juga perusahaanmu" kata Parel.
Mendengar itu Yoga terkejut. " Apa yang tuan katakan?".
" Gadis ini yang kau rangkul itu, dia adalah orang yang aku cintai dan aku tau karena mu dia menderita, tapi setelah melihat mu menderita dan juga menyesal, sepertinya aku tak perlu berbuat apa-apa?" Jawab Parel.
__ADS_1
" Bukankah kau punya istri?" Tanya Yoga kaget.
" Cih, aku tak pernah menganggapnya istriku. Dia hanya ingin uangku. Yang ada di hatiku hanya Siska seorang. Siska Dwi Anggraini dia seorang"
"Tapi mengapa tuan menikahinya?" Tanya Yoga tidak mengerti.
"Karena tuntutan mami, seorang ibu pasti sedih melihatku menderita mencari sisyka dan memaksaku mencari pengantinya" .
" Mencari Siska?" Tanya Yoga.
" 2 tahun yang lalu Siska pergi dari rumah dan meninggalkan aku dan keluargannya. Aku sudah tidak tau harus mencarinya kemana?" Jawab Parel sedih.
" Tidak. Aku melihatnya kemarin" jawab Yoga. membuat Parel menatap Yoga.
"Dimana? Dimana kau melihatnya?" tanya Parel menggebu-gebu.
"Di supermarkert Cahayati" jawab Yoga.
" Kenapa kau tak bilang dari tadi?" bentak Parel. Parel mengambil benda pipih di kantongnya dan menelpon.
" Cepat temui saya di Supermarket Cahayati. SEKARANG! " kata Parel pada telponnya.
Parel melangkahkan kaki. Depan pintu Parel kembali menatap Yoga.
"Bagaimana keadaannya apa dia baik-baik saja?"
" Ya. Dia baik baik saja"
mendengar itu, Parel pergi dan tidak pamit keluar ruangan Yoga.
" Dan dia cantik dengan busana hijabnya" kata Yoga sambil tersenyum
Di Supermarket Cahyati Parel dan anak buahnya berkumpul.
" Aku mendengar dia ada disini. Kalian cari keseluruh tempat. Temukan wanitaku!" perintah Parel.
Semua anak buah Parel dan Parel sendiri menyelusuri tempat di dekat supermarkert.
Catatan:
Parel dan Yoga bertemu saat Yoga presentasi untuk kerja sama. Parel yang suka dengan presentasinya mulai kerja sama. Parel juga pernah menyuruh pak Andri mencari tau tentang Yoga. Dan pak andri sudah memberi berkas tentang Yoga, tapi karena Siska menghilang, Parel sibuk cari Siska. Kemarin tidak sengaja berkasnya jatuh dan Parel membuka. Karena itu, Parel dateng ke Santoso Properti.
####
__ADS_1
Sorry tipo