
setelah makan siska dan parel duduk diruang keluarga untuk melanjutkan cerita.
"lanjut mas" siska antusian
"kamu antusias banget sayang" jawab parel sambil mengelus kepala siska.
"ish. aku pengen tau semuanya. kalau bisa semua tentang kamu. akh. kamu tidak akan mengerti" siska yang mulai kesal dan parel hanya tersenyum.
"kok malah senyum. ayok lanjutin"
"ok. sampai mana tadi?"
"kompesasi anak sopir papi"
"ya. papi kalau mencari sopir tidak mau yang berkeluarga karena papi tidak mau menjauhkan ayah dari keluarganya"
"ya.."
" oleh sebab itu pak dodi( sopir papi) pada saat melamar cuma mengatakan dia duda tanpa keluarga dan tidak memiliki anak"
"trus?"
" ya karena itu sasendri grup tidak tau keluarga pak dodi."
"apa dia tidak datang ke sasendri grup?"
" ya datang. namun sasendri tidak data kalau dia anak pak dodi. dan kamu tau selain kami masih berduka perusahan juga di pegang paman. saat dia datang diusir mentah mentah.
"ya. siapa juga yang akan percaya. data di pak dodi juga tidak ada"
"itu juga masalahnya. 5 tahun lalu ia melihat berita pak andri yang mengantikan mas. pada saat itu mas masih menutup status publik. namun saat ia melihat berita ada bapak-bapak bertopi besar dan bermasker yang berkata padanya. "mereka kaya namun tidak peduli sesama" iya anak itu mensetujui kata pria itu.
__ADS_1
"nanti dulu mas. anak itu? terus siapa pria itu"
"anak itu adrian putra pak dodi dan pria itu adrian juga tidak tau sampai sekarang karena ia tidak mau menyebutkan nama dan juga selalu pakai topi dan masker."
"ok..adrian menceritakan kepada pria itu kepedihannya ditinggal pak dodi yang harus hidup menderita. sikat ceritanya pria itu memberi bantuan dan berbohong kalau pak andri adalah papi david agar adrian makin dendam. ya berhasil"
"kemudian mas?"
"sebenarnya 2 tahun lalu pas mas go publik ia sudah mulai balas dendamnya."
"go publik? oh pas mas cari aku ya?"
"iya..saat itu mas benar-benar kacau karena kepergianmu dan mas juga tidak sadar masalah perusahaan yang kacau"
mendengar itu siska jadi merasa bersalah
"aku minta maaf masalah itu mas"
"saat mas menikah denganmu ia benar-benar kesal melihat foto mas, kamu dan pak andri tersenyum bahagia di tv dan koran. maka dari itu ia nelpon mas. ia mau secara terang-terangan dan ingin meledakan semua rencana yang dua tahun sudah ia rancang."
"maka dari itu dalam 1 bulan sasendri bangrut, kan mas?"
"ya. tapi mas keroksi bukan bangrut cuma pura-pura"
"ya ya ya ya" siska memutar bola matanya.
"mau dilanjut ngga nih?" tanya parel.
"iya. iyalah mas"
"saat pak andri dan mami dateng ke kantor polisi dia masih berfikir pak andri adalah papi. tapi akhirnya dia tau karena pak andri pangil mas nak dan mami panggil pak andri kak. dan yang pasti pak andri sopan. ok. akhirnya dia ceritain semuanya yang mas ceritain tadi."
__ADS_1
"jadi dia yang mau culik siska. andrian sendiri? kenapa? bukannya dia ada anak buah?"
"dia kira mas udah miskin dan tidak penjagaan dan dia benar kamu tidak dijaga. mas bersyukur yoga dateng dan menolong kamu".
"mas tau? yoga yang bantu siska?"
"tau.." jawab parel
"dan mas tau dia ucapin cinta sama kamu" batin parel.
"ok. kita lanjutin. akhirnya masalah selesai dan dia mau menanggung dosannya."
"apa rencana mas?" tanya siska
"rencana? aku ingin tau jawaban kamu tentang perasaan mas."
"eh?" sisa gugup
"mas tau. kamu kecewa mas bohongin. mas tunggu jawabanmu saat mama dan papahmu dateng. saat itu mas terima apapun jawabanmu."
"maaf ya mas,.."
"no pablem. mas saat mama dateng mas mau cerita yang mana?"
"semuannya"
"suamanya?"
"kenapa?"
"mas jangan ceritain mas yang mabuk ya. mama dan papa pasti kecewa. lagi pula itu masalah keluarga mas. mas ceritain yang penting-penting aja."
__ADS_1