
siska prov
aku terbagun disebuah gubuk tanpa atap dan kedua tangan kakiku diikat dikursi. serta mulutku ditutup dengan kain.aku ingat tadi ditaman ada yang membungkam mulutku dengan kain dan aku tidur. didalam ada beberapa orang berpakaian serba hitam namun mereka seperti patung yang menunggu perintah
"Aku diculik? siapa? tolong aku?"
aku berteriak namun cuma lenguhan emm. karena mulutku ditutup. tiba-tiba pintu terbuka. aku melihat ada pria paru baya yang datang dan mengunakan topi serta masker. pria itu menutup pintu lagi
"emm" (lepaskan aku)
"sudah bangun gadis kecil. ah tidak nyonya parel sasendri" dengan senyum mengerikan
"emm" (siapa kamu)
dia mendekatiku.
"em emm emm" (siapa kamu? kamu mau apa, lepaskan aku)
ia mengambil kursi dan duduk didepanku
"kamu bicara apa. aku tidak mendengarnya?" katanya mengejek.
"emmmm" (bego! lepaskan aku)
"oh. ya penutup ini?" iya menunjuk kain yang menutup mulutku dan melepaskan nya.
"kamu siapa? lepaskan aku?" kataku setelah dibuka penutup mulut
"siapa? itu tidak penting. kalian harus menerima balasannya."
"balasan? apa maksudmu?"
"penderitaanku"
"kau adrian?"
"hahaha. bocah bodoh itu? dia hanya salah satu pionku yang gagal"
"apa maksudmu? lepaskan aku? aku tidak ada masalah denganmu. masalah penderitaanmu tidak ada hubungan denganku" ronta ku
"memang tidak ada hubungan denganmu. namun ada hubungannya dengan suami dan ibu mertuamu?"
"mas parel dan mami?"
"ya. mereka yang menyebabkan aku menderita"
"siapa kamu sebenarnya?"
__ADS_1
"kau tidak perlu tau. yang perlu kau tau kau akan merengang nyawa disini ditanganku"
"tolong lepas kan aku" rontaku
"percuma meronta. kau akan mati" katanya sambil menodorkan pistol dikepalaku.
"aku tidak bersalah dengan mu. lalu kenapa kau lakukan itu?"
"karena kau dia bahagia. dan aku benci dia bahagia?"
"maksudmu mas parel?"
"emm"
"aku tidak akan menyiksamu. aku tinggal tari pelatuknya kau akan mati. karena peluru ini akan langsung membunuh otakmu dan juga dirimu. setelah itu jasadmu akan aku pulangkan kepelukan suamimu"
"aku mohon lepaskan aku" mohonku namun ia tidak mendengarkan aku
"mari kita hitung"
1
2
bruk
ku liat mas parel masuk dengan amarah, takut dan khawatir di wajahnya
"lepaskan dia"-parel penuh penekanan
para orang berbaju hitam tadi mau menyerang mas parel namun pria itu memberhentikan gerakan mereka dengan mengangkat tangga
"biarkan dia masuk sarang macan dengan kakiknya sendiri"
"waw waw siapa yang datang? tuan sasendri. kenapa anda repot-repot ke gubukku"
"siapa kau? lepaskan dia?"
"aku akan melepaskannya jika nyawanya telah kembali ketuhan"
"apa yang kau katakan?;lepaskan dia"
"tidak" dia berteriak dan menekan pistolnya didahi ku
"mas" lirihku takut
"tenang sayang mas disini.mas pasti selamatkan kamu" kata parel menenangkan"
__ADS_1
"hehehe sunguh mengharukan. namun apa yang bisa kau lakukan kau bergerak dari situ maka pelatuk ini akan ku tarik dan ia akan mati"
"ku mohon lepaskan dia" mohon mas parel.
"bersujudlah dikakiku. akan aku pertimbangkan"
"Apa? tidak akan"
"baiklah mari kita hitung 1 2..."
"tunggu. baiklah aku akan bersujud"-parel
"jilat sekalian kakiku" aku terkejut dan juga mas parel
"jangan mas. orang ini licik dia belum tentu melepakan aku"
"diam kau. wanita" dan memukul kepala ku dengan tangannya. sangat kuat dan keras. hingga pelipisku mengeluarkan darah. aku sedikit pusing.
siska prov and
parel sangat hilang kendali saat melihat darah mengalir dari pelipis siska
"Biadab. lepaskan dia? kenapa ku memukulnya" teriak parel
"hahahah. cuma darah segitu tuan parel namun nanti juga dia mati. jika kau tidak berlutut..maka. ..."
"baiklah aku akan berlutut."
saat parel membungkuk
brak. ada yang jatuh.
ya ada orang yang jatuh dari atas tepat diatas orang tadi. dia anak buah parel. kemudian pintu gubuk terbuka masuk beberapa orang yang pasti sebagian adalah bodygard parel.
akhirnya keributan terjadi.
parel langsung mendatangi siska dan melepas tali siska. dan memeluknya.
"hiks hiks aku takut mas."
"tenang sayang. mas disini".
bodyguard menang dan orang yang menodongkan pistol dikepala siska sudah di bekuk.
tapi tiba-tiba masuk seorang wanita paruh baya.
"mami?"
__ADS_1
"mami kenapa disini?" tanya parel.