I hate you status

I hate you status
Bab 6


__ADS_3

Siska pov


Sudah setahun mba Sarah dan kak Parel wisuda. Kak David pun sudah wisuda 10 bulan yang lalu


Mba sarah dan kak David sudah tidak pernah ketemu lagi. Tapi masih sering chat di WA dan instagram. Kalau sama kak Parel masih sering ketemu. Katanya dia kerja sebagai asisten rektor jadi sering kekampus.


Kalau kak Parel ngga ada tugas dia sering ngajak aku makan dan nonton. Kak Parel pun yang bantu aku nulis proposal skripsiku.


Hari ini adalah seminar hasilku.


Setelah selesai aku mengajak Resti makan di restoran. Ya karena cuma Resti teman dekatku yang lain hanya teman kelas. Semenjak insiden itu aku milih-milih teman dan orang tuaku melarangku ikut aktivitas seperti organisasi karena tidak mau terjadi apa-apa padaku.


"Mau makan apa? " kata ku


" Aku mau chiken chesee dan oreo chocolato" kata resti.


Akupun memangil pelayan.


" Ya? mau pesan apa, kak?" Tanya pelayan itu.


" Chiken chesee ya 1, chiken baladonya 1, oreo chocolatonya 1 dan jus jeruknya 1. Itu saja ."kataku pada pelayan dan pelayan itupun pergi.


" Mba Sarah kerja di Sasendri Parm ya? hebat " kataku.


" Iya, tapi bukan pusat cuma cabang"


" Tapi bukan hanya itu 2 bulan lagi mba Sarah sama kak David bakal nikal"


" Apa? Oh ya?" Kata Resti kaget.


"Kak David kerja di foodanddrink kan ya?" Lanjut Resti.


" Bukannya masih perusahaan yang sama dengan mba Sarah?" kata ku .


" Maksudnya?" kata Resti


" Sasendri grup" jelasku.


" Ooh. " ucap resti mengerti


" Hebat yang punya Sasendri grup, pastinya kaya banget. Dari Sasendri Parm, Sasendri com, Sasendri Foodanddrink, Sasendri Kontruksi. Apalagi ya? Sasendri Hospital, Sasendri Mall, Sasendri hotel, bahkan sekolah dari sd- universitas ada " kata Resti yang sambil menghitung dengan jarinnya.


" Aku mau ketemu anaknya, trus jodoh. Waw keren. Trus aku jadi nyonya Restika Putri Sasendri" kata Resti menghayal


" Engga usah ngayal. Uang bukan segalanya...apalagi kalau anak orang kaya kek gitu engga ada yang bener" kataku pada resti.


" Gua ini penasaran. Kenapa sih loe benci banget sama orang kaya?" Tanya resti penasaran.


Aku langsung mengingat kejadian-kejadian masa lalu dan terasa sakit di dada.


" Ya. Emm.... bisa ngga aku ngga cerita? yang pasti aku ngga suka" kataku, karena aku tidak mau menceritakan apalagi mengingat masa kelam itu.


Makanan datang dan kami makan.


Setelah makan aku berniat ke Sasendri Mall. Untuk membeli dress karena besok aku mau menghadiri pesta pernikahan sepupuku.


"Res habis ini mau kemana?" Tanyaku pada Resti.

__ADS_1


" Gua ada kegiatan BEM, Sis. Emang ada apa?" jawabnya... Ya semenjak semester 3 Resti mendaftar sebagai anggota BEM.


"Ok.ok. tadi saya mau ngajak kamu ke mall mau beli dress.. Biasa untuk kondangan"


" Maaf ya engga bisa nemenin" katannya sedih


" Santai"


Siska and prov


Di mall Siska mencari cari dress yang mungkin akan cocok dengannya


Sambil mencari-cari Siska melihat sekeliling dan mememukan seorang yang memakai jas. Sangat tampan dan duduk di restoran mall. Disampingnya ada 2 seorang laki laki dan seorang wanita berumur.


Dilihatnya orang itu berbicara dengan tatapnya dingin dan tegas yang tak pernah Siska lihat tatapan itu. Orang yang sering tersenyum dan ceria. Orang itu adalah Parel. Tiba- tiba Parel berdiri dan berkata." kita batalkan saja kontraknya. Sasendri tidak butuh orang seperti anda" kata Parel marah


Sambil berlalu ia di ikuti salah satu laki-laki berumur yang duduk di sebelahnnya. Langkahnya pun terhenti ketika wanita yang duduk memanggilnya.


" Tunggu tuan, kita bicarakan baik-baik. Kami akan memperbaiki semuanya sesuai kontrak yang anda inginkan" kata wanita itu.


Setelah itu, kak Parel melanjutkan langkahnya dan terlihat emosi di wajahnya.


" Tuan? Kenapa tidak kita beri kesempatan sekali lagi?" kata lelaki yang bersama kak Parel.


" TIDAK !! bapak urus itu. aku tidak suka orang yang bertele-tele. Sungguh mengambil waktu" kata Parel kesal.


" Kak? "panggil Siska pada Parel dan melangkah kakinya mendekat. Siska melihat adanya kegugupan Parel" Tapi kenapa?"


" Eh sis? ngapain loe disini?"


" Kok dia ada disini? apa dia lihat aku tadi? Bahaya kalau kek gini?" batin Parel


" Sendiri?"


" Iya"


" Kakak sendiri kesini mau apa?"


"Emm.. mau belanja lah"


"Emm." Jawab siska singkat." Kok kak Parel bohong ya?"


" Kak masih kerja di Sasendri?" Tanya Siska yang membuat Parel terkejut.


" emm. Aku lihat tadi kakak galak banget" kata Siska menjelaskannya.


" Iya.. masih kerja. Emm tadi bahas kontrak masalah ya sayuran yang dimasukan dari Sasendri Parm kesini" jelas Parel berbohong. Karena iya bukan kontrak itu tapi kontrak pembangunan hotel dan perluasan mall.


" Kakak kerja sebagai apa sih? Bisa bahas kontrak. Harusnyakan CEO atau orang penting" kata Siska


" Kakak sebagai sekertaris, bos kakak ngga bisa dateng" kata kak Parel berbohong.


Sekertaris di samping mengerti dan pergi berlalu.


" Udah ah kak aku mau cari dress dulu. Oh ya dimana bapak-bapak yang sama kakak?" tanya Siska melihat laki-laki itu tak ada.


" Udah yuk kita cari dress. Kakak mau beli jas juga" kata Parel mengalihkan.

__ADS_1


Mereka pun mencari-cari. Siska menemukan dress yang cantik berwarna biru langit dan mencobanya.


" Bagus ngga kak?" Tanya Siska pada kak Parel.


Parel hanya diam. Didepannya berdiri gadis cantik dengan rambut terurai, dress warna biru langit yang panjang sampai ketumit kaki dan tangannya setengah tangan. Dressnya cocok sekali dengan bentuk tubuh Siska. Ini baru pertama kalinnya parel melihat Siska pakai dress dan rambut terurai biasanya siska hanya pakai jeans, kaos dan rambut diikat.


" Cantik" kata kak Parel yang masih takjub akan cantiknya Siska yang tersembunyi selama ini.


" Yang bener kak? Aku jarang pakai dress"


" Cantik kok" kata Parel lagi meyakinkan Siska


"Tapi tumben mau pakek dress? untuk apa?" Tanya Parel penasaran.


" Kondangan sepupu aku" jawab Siska yang dijawab oh ria saja oleh Parel.


"Engga salah gua nyari cewek udah cantik, ngga matre, baik, rajin shalat, ngaji. Aku ingin bilang kalau aku suka sama dia, tapi aku takut dia menjauh karena aku telah berbohong, tapi kalau aku bilang apa dia mau memaafkanku" batin Parel.


" Kak?" kata Siska yang menghancurkan lamunan kak Parel.


" Oh. udah?" tanya melihat Siska yang sudah ganti baju.


" Udah kak. Yuk cari jas kakak" kata siska


" Ha? Udah dibayar?"


" Udah"


" Buset dah.. niat aku yang mau bayar malah ngelamuan soalnya cantik bener sih" batin Parel.


"Kak ayok. Kok malah ngelamun?" kata Siska dan menarik tangan kak Parel.


Sampailah dia di toko jas. Siska menunjuk jas warna navi dan hitam yang menurutnya cocok untuk kak Parel.


" Itu kak yang navi atau engga hitam" kata Siska sambil menunjuk jas tersebut.


" Emm. Dari dua itu bagus yang mana? "


"Em.." siska memperhatikan 2 jas tersebut sambil melirik kak Parel.


"Emm dua2nya bagus tapi aku lebih suka yang navi kak"


" Aku ambil navi deh"


Siska mengambi jas itu dibawanya ke kasir.


" Sis, kok kamu yang bayar?" kata Parel melihat Siska membayar jasnya


"Sekali-sekali kak... soalnya kakak udah banyak bantu aku kerjain skripsi, hehehe" kata Siska sambil tersenyum. Parel langsung luluh melihat senyumnya Siska.


" Lah niat gua yang bayarin. Ini malah dia yang bayarin gua"


" Ini kak" kata Siska memberilan paper bag berisi jas navi milik kak Parel.


" Thanks ya"


" Ok" jawab Siska sambil mengedipkan matanya sebelah.

__ADS_1


Parel mengantar Siska pulang ke kosan dan dia balik ke kantor


__ADS_2