I hate you status

I hate you status
Bab 1 Season 2


__ADS_3

Welcome to novel I HATE YOU STATUS.


Maaf bila banyak kesalahan dalam pengetikan dan mungkin telah tidak sengaja menyinggung kalian.


Terima kasih kepada para pembaca yang sudah memberi like dan komennya. Saya tunggu like dan komennya, serta sarannya. Semoga ini, dapat menghibur kalian semua.


Saya autor I HATE YOU STATUS mengucapkan welcome to novel I HATE YOU STATUSA status season 2.


Selamat membaca 😘😗


Acara pernikahan Siska dan Parel selesai.


Keluarga Siska untuk malam ini tinggal di hotel karena terlalu larut untuk pulant.


Siska dan Parel juga menginap pada salah satu kamar di hotel.


Di dalam kamar Siska dan Parel.


Siska duduk di depan cermin untuk menghapus make up nya, sedangkan


Parel sedang mandi.


Setelah Siska selesai menghapus make up dan melepas hijab. Kini rambutnya terurai panjang yang diletakan nya disalah satu pundaknya.


Siska mencoba membuka gaunnya namun tangannya tidak bisa membuka rekseleting gaun itu yang berada di belakang. Siska terus mencoba dan gagal yang membuatnya sedikit frustasi.


"Aduh.. Bagaimana ini aku tidak dapat membukanya?" kata Siska yang frustasi.


Parel yang baru keluar kamar mandi melihat istrinya sibuk dengan gaunnya membuat parel tersenyum.


Posisi Parel ada di belakang Siska yang duduk menghadap meja rias. Siska tidak mengetahui jika Parel sudah selesai mandi.


Parel berjalan mendekati Siska yang masih sibuk dengan gaunnya.


Parel memeluk Siska dari belakang. Tangan Parel melingkat di bawah leher Siska. Siska membuka matanya lebar-lebar karena kaget di peluk Parel tiba-tiba.


"Tu..tuan" kata Siska gugup.


Parel tidak mejawab Siska dia malah meletakan dagunnya di bahu Siska


yang tidak berisi rambut dan mempererat pelukannya pada Siska.


"Apa sekarang kita di kantor?" bisik Parel di telinga Siska yang membuat Siska merinding dan bingung dengan pertanyan Parel yang tidak masuk akal. Pasalnya mereka ada di kamar hotel pastinya buka di kantor.


"Apa yang tuan tanyakan? Jelas kita di kamar kantor" jawab Siska dan membuat Parel tersenyum.


"Apa statusku sekarang?" tanya Parel serius yang membuat Siska tambah binggung akan


pertanyaan Parel.


"Status? aku benci itu. Ada apa dengan status? Aku juga tidak mengerti status


yang mana?" jawab Siska sembarangan karena binggung membuat Parel memutar bola matannya. Ia tau Siska tidak mengerti.


" Apa statusku sekarang bosmu?" tanya Parel lagi.


"Ya. Kau bos ku" jawab Siska santai. Parel memotar bola matannya lagi.

__ADS_1


" Dia tidak mengerti? apa sengaja?" tanya Parel dalam hati


" Aaah.. " Parel mendengus dan mengelamkan wajahnya di leher Siska. Membuat yang empunya geli.


" Tuan.. Apa yang kau lakukan?"


"Aku sekarang tidak di kantor dan aku bukan bosmu. Statusku adalah suamimu, sayang" jelas Parel dan mencium leher istrinya


sekarang blusing pipinya merah dan memanas. Jantungnya berdebar cepat.


" Bukankah suami juga bos ya. tuan?" tanya Siska polos.


Parel menogak dan melihat pantulan mereka di cermin. Dia frustasi dengan Siska dia hanya ingin pangilannya berubah itu saja.


" Kau lihat di cermin itu" kata Parel melihat pantulan mereka di cermin. Siska melihatnya dan tersenyum.


"Kau cantik sayang jika tersenyum" Goda Parel saat melihat Siska tersenyum.


Siska dia kini pipinya semakin memerah dan semakin panas.


"Tu..tuan.."


"Bisa tidak bisakah kau ganti jangan panggil tuan? Aku bukan bosmu tapi suamimu" potong Parel berharap Siska mengerti.


"Oh. Jadi dia ingin aku tidak memanggilnya tuan" kata siska dalam hati.


" Jadi mau di panggil apa? Bos?" tanya Siska mengoda Parel.


" Jangan panggil tuan atau bos. aku suamimu. Panggil aku mas, sayang,


Siska tersenyum melihat Parel yang memerah karena frustasi.


"Kenapa kau tersenyum?"


"Kau lucu memintaku merubah panggilan dengan kode-kode tidak masuk akal. Haha" jawab Siska sambil tertawa.


"Kau berniat mengodaku?" tanya parel membuat Siska berhenti tertawa.


"Aku tidak suka dipanggil tuan jika itu kamu yang memanggilnya" lanjut Parel sambil memenamkan wajahnya ke leher Siska,


"Baiklah mas. Aku akan memanggil menggunakan mas. Sambil mengusap kepala pyarel."


Parel tersenyum.


"Baiklah kau sudah puas?Aku ingin mandi. Tubuhku sudah lengket"


Parel melepaskan pelukannya. Tanggannya di rekseleting gaun Siska.


"A..apa yang akan mas lakukan?" tanya Siska gugup merasakan tangan Parel.


"Membantumu menurunkan ini? Bukankah kau ingin mandi?" tanya Parel dan membuat Siska mengerti.


"Oh ya. Bantu aku. Tapi tutup matamu"


"Kenapa? Aku suamimu?


"amas?"

__ADS_1


"Ia.. ia aku tutup mata" jawab Parel pasrah.


Parel menutup mata dan menurunkan rekseleting baju Siska.


" Tunggu" cegah Siska saat parely ingin membuka mata.


"Apa lagi sayang?"


"Buka matanya saat aku sudah di kamar mandi.. a..aku malu"


"Baiklah"


Siska masuk kamar mandi dan Parel baru membuka mata setelah menengar pintu kamar mandi di tutup.


Parel tersenyum


Sambil menunggu Siska mandi. Parel membuka ipad dan membaca e-mail.


Di dalam kamar mandi.


Setelah Siska mandi, Siska memakai pakaian tidur terusan yang panjang dengan panjangnya setengah lengan dan bahwahnya hanya sampai dengkul.


Siska mengamati dirinya di cermin.


"Aku terlalu seksi"


"Bagaimana ini? Aku akan tidur dengan seorang laki-laki. Dia suamiku. Tapi aku tau dia tidak akan menyentuhku.. Tapi aku gugup" kata Siska pada dirinnya sendiri.


Sudah 30 menit Siska dalam kamar mandi. Ia mencoba membuka pintu kamar mandi dan melihat kamar. Di lihatnya suaminnya sedang tidur dengan memeluk ipadnya.


"Alhamdulillah sudah tidur" kata Siska lega.


Siska mendekat pada suaminnya tidak lain adalah Parel. Ia mengambil Ipad yang ada di pengangan suaminnya dan meletakannya di atas nakas.


"Dia masih kerja? Apa dia tidak capek?" kata Siska sambil menyelimuti tubuh Parel dengan selimut.


Siska muter dan masuk ke selimut. Siska tidur di ranjang samping Parel. Dia membelakangi Parel.


Tiba-tiba ada tangan kekar memeluk pinggang Siska dari belakang. Siska tau itu tangan Parel.


"Mas belum tidur?"


Parel tidak menjawab dan menari pinggang istrinya mendekat padanya. Kini tubuh mereka sangat dekat hingga deru nafas Parel terasa ditekuk leher Siska.


"A..pa yang mas lakukan?" tanya Siska gugup.


"Tidur! Aku mau tidur" Jawab Parel dan Parel memengelamkan wajahnya di tekuk leher Siska.


Siska tidak bisa berkutik. Jantungnya seakan ada yang bermain drum saking berdetak sangat cepat dan keras. Pipinya memerah panas. Ia tidak bisa menolak karena Parel suaminnya.


Begitu pula parel yang detak jantungnya bisa dirasakan oleh Siska. Dan Parel pun bisa merasa detak jantung Siska.


Tidak lama deru nafas Siska dan Parel yang teratur yang menandakan mereka telah terlelap dalam mimpi masing-masing.


Mereka tidur dalam posisi tersebut sampai pagi.


####

__ADS_1


__ADS_2