I hate you status

I hate you status
Bab 23 Season 2


__ADS_3

Parel dan agus dilarikan kerumah sakit. parel masuk ruang oprasi.


dikursi duduk siska tidak hentinya menangis. luka siska juga sudah diperban. deka hanya menenangkan menantunya yang sedang memeluknya dengan mengusap kepalanya.


"sabar sayang parel pasti tidak apa-apa"


"hiks parel pastis sembuhkan mi?"


"ia sayang parel orangnya kuat"


"hiks hiks. siska takut mi"


"kita berdoa saja ya sayang" deka mencoba menenangkan siska. jujur hatinya juga sakit melihat anak kesayanganya tertembak di depan matanya.


"kau harus kuat sayang"


3 jam berlalu. lampu oprasi mati dan keluar dokter yang menangani parel.


"bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya deka melihat dokter.


"saya sudah mengeluatkan pelurunya. namun..."


"namun apa dok" tanya siska penasaran


"peluru itu mengenai jantung pasien. saat oprasi pendarahan terjadi. dokter sudah melakukan segala cara. kami para dokter sudah tidak bisa berbuat apa-apa" jelas dokter lesu


"apa maksud dokter?"- tanya deka


"dokter pasti salahkan mas parel ngga papa kan? dokter mau bercanda hiks hiks"tangis siska histeris.


"dokter tadi bilang peluru bisa dikeluarkan. lalu apa? parel krisis?"-tanya deka.


"tidak.. maaf kami harus menyampaikan berita buruk. bahwa pasian telah meninggal"


"tidak" teriak siska histeri.


"mi. dokter itu bohong kan? mas parel tidak apa apakan? mi katanya parel kuat. mi. hiks hiks. semua bohongkan?" tangis siska histeris dan deka mengusap kepala siska dan mulai menangis.


pandangan siska kabur dan siska pingsan.

__ADS_1


"siska" teriak deka melihat siska terkulai lemas.


"suster." teriak dokter itu memanggil suste.


"bawa pasien keruangan" perintah dokter itu.


siska terbagun diruangan dan melihat deka yang memegang tanganya.


"kamu sudah sadar sayang?" tanya deka melihat siska membuka mata.


siska mengingat tadi. siska langsung duduk.


"mi, mana mas parel mi?" tanya siska. deka tidak tau harus menjawab apa.


"kamu tenang dulu sayang. kamu tidak baleh terlalu khawatir."


"mi. jawab siska. mas parel kemana?" tanya siska penuh penekanan.


"sabar sayang tidak bagus untuk kandungan kamu"


"kandungan?" siska melihat dan mengusap perutnya.


"aku hamil mi?"


siska ingat masa-masa bersama parel saat tertawa, menangis, masa kuliah, menikahan, yang mengharapkan cepat punya anak.


"sis, mas pengen punya anak 6. 3 laki dan 3 perempuan"


"ha? banyak banget mas."


"biarin"


"kamu ngelahirin sendiri"


"mana ada sis. aku kan cowok ngga mungkin ngelahirin"


"ya. aneh siska mau 3 aja mas."


"ganjil. dong kasian yang satu sendirian"

__ADS_1


"emang pasang pasangan?"


tiba-tiba siska ingat kata dokter tadi.


"mi, siska mau ketemu mas parel"


"iya. sayang. tapi kamu harus sabar ya" deka mencoba menenangkan siska.


deka membawa siska kesebuah ruangan. siska lega ternyata bukan kamar jenazah. namun itu hanya sebentar. orang yang di dalam di atas ranjang ditutup kain putih sampai atas.


siska lemas dan di bopoh oleh deka.


"mas"pangil siska lirih dan mulai menangis.


siska memengang kain putih itu dan membukanya. terlihat wajah pucat suaminnya. air mata tak mau berhenti.


"mas hiks. jangan tingalin siska. mas kamu janjikan akan bahagiain siska. mas. mas aku hamil mas. (siska mengambil tangan parel dan menaruhnya diperutnya.) mas di dalam sini ada anak kita mas. buah cinta kita mas. mas bangun" siska menangis histeris.


deka hanya memengangi siska dan ikut menangis " kita harus sabar ya"


"mi, mas parel jahat mi. dia ninggalin siska mi. mas bagun mas" teriak siska sambil mengoyangkan tubuh parel


"mas. aku marah mas. kalau kamu tidak bangun. mas katanya kamu cinta aku. mas. mi.." adu siska dan terus menang.


"mas. kamu ngga kasian sama anak kita. ia kehilangan sosok ayah sebelum lahir. mas... mas mana janji kamu mau besarin anak kita sama-sama"


"sabar sayang"deka mencoba menenangkan siska. karena tidak baik untuk dirinnya dan juga bayinya. walau hatinya sangat sakit.


siska terus menangis, mengoyangkan tubuh parel dan mencoba membangunkannya. namun parel tidak membuka matanya.


siska memeluk parel dan terus menangis.


deka mencoba tegar dengan mengapus air matanya. tapi air mata itu ibarat aliran sungai yang deras yang tidak mau berhenti.


"sayang. bangun lihat istri kamu. kamu cinta kan sama dia. kamu ngga mau lihat siska dan mami sedihkan. bangusn sayang. hiks hiks" tangis deka pecah.


siska medengar itu dia bangkit dan memeluk deka erat.


" mi. mas parel mi. dia ngga mau bangun mi. hiks hiks" tangis siska dipelukan deka.

__ADS_1


"kamu jahat rel sama mami sama siska." deka mengusap air matanya yang terus mengalir.


siska dan deka sama sama menangis dalam pelukan cukup lama.


__ADS_2