I hate you status

I hate you status
Bab 24 Season 2


__ADS_3

3 bulan berlalu. siska masih sangat terpukul


siska lebih banyak diam dan menangis. ia selalu setiap hari ke tempat parel berbaring. namun tidal diizinkan deka lama-lama, karena tidak baik untuk bayi yang di kandung siska. siska sedang siap-siap pergi ke tempat parel. pikirannya selalu ingat pada kenangan dengan parel suaminnya.


"mas sudah 3 bulan ya mas. mas sebulan yang lalu paman agus meninggal bunuh diri. siska taunya sehari sebelum kematian paman agus mami menyeguknya tapi siska tidak tau apa yang mereka bicarakan. mas siska rindu mas. anak mama rindu ayah juga tidak? (sambil mengusap perutnya). mas... "


tidak terasa air mata mengalir dipipi.


"sis" panggil deka pada menantunnya.


mendengar deka memangilnya siska langsung mengusap air matanya.


"iya mi?"


"kamu mau ketempat parel"


"iya. mi. kenapa?"


deka mendekati siska dan duduk disampingnya serta memengang bahu siska.


"mami tau..kamu pasti menderita. mami juga sayang. cuma mami mohon sama kamu untuk merelakan semuanya. sis, parel pasti sedih melihat kamu terus begini. sayang mami tau, namun kehidupan akan terus berlanjut. sis, hiduplah demi mami, mama dan papahmu dan juga anakmu. pikirkan kehidupan mereka.. mami tidak tega melihat kamu terus begini sayang." ucap deka sedih.


air mata siska keluar tidak terhindar.


siska memeluk deka. ia menangis meluapkan semua sedihnya.


"menangislah sayang. mami harap setelah ini kamu bisa semangat lagi. kemarin mamamu sebelum pulang dia menitipin kamu sama mami. dia sedih tidak bisa lama-lama disini. sayang, kami semua mengharapkan kamu kuat dengan semua ini".


"hiks hiks mi. hiks" siska sangat-sangat sedih namun benar kata deka jika kehidupannya bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk buah hatinya. buah hati dirinya dengan parel. "benar kata mami. aku harus kuat demi anak kita. mas, siska janji akan selalu menjaga anak kita walau tanpa kamu mas"


3 hari kemudian siska pulang dengan deka. melihat deka yang kerepotan mengurus perusahaan sendiri. siska mengajukan akan menolong. ya deka setuju dengan alasan siska untuk mecoba mencari cara agar bisa menikmati hidup.


siska orang yang pintar dengan bantuan eka dan pak andri, serta yona siska bisa menjalani perusahaan. seminggu sekali siska menyempatkan datang. kalau sibuk iya akan datang 2 minggu sekali.


saat usia kandungan siska 8 bulan deka tidak mengizinkan siska berkerja. bosan dan rindu suami menjadi satu. "mas, maafin siska ya udah meninggalkan mas 2 tahun. siska bego banget ya. mas ternyata sakit banget ya tanpa kamu. jujur sepi."


kelahiran anak.


"mas anak-anak kita sudah lahir. anak-anak kita sehat. kau tau mas anak kita kembar laki dan perempuan. yang kakak si laki david dwi rangga sasendri kalau yang perempuan angraini dwi deka sasendri. hehe kamu tau kan aku buat mirip nama kita dari nama nama orang. david( papi) dwi (nama kita berdua ) rangga (papa) angraini (mama) dan deka (mami). lengkap sudah keluarga kita "


"mas jika kamu disini. lihat geh anak kita lucu lucu. mereka mengemaskan"

__ADS_1


siska prov


3 tahun berlalu dari kejadian malang itu.


"mas tidak terasa sudah 3 tahun siska tidak mendengar tawamu candamu, kata cintamu. mas siska rindu. mas anak anak kita tumbuh sehat dan mengemaskan. mereka cerewet mas ingin tau segalanya semua ditanyain. "kok gini bun?, apa ini bun?, kenapa begitu bun? apa ini bun? kenapa dikasih ini bun?, kalau diberi yang lain bisa bun? bun ... bun..bun" ish banyak banget deh. sampai siska capek. mas kalau kamu bantu siska jawab kan?" air mata siska jatuh.


"mas. siska minta maaf ya belum bisa ketempat mas. sudah tiga bulan ya. siska sibuk kerja, ngurus anak-anak kita. siska mau kesana namun sulit. kalau sempat siska kesana. mas, mas rindu siska sama anak-anak ngga? akh kan anak-anak pernah siska kenalin pas umur mereka 1 tahun dan 2 tahun. maaf ya mas. siska tidak bisa sering-sering bawa mereka."


"oh ya. kalau tanya mereka dimana? dua anak itu tadi pagi di jemput neneknya ( mama). kalau mami lagi dikantor. siska tidak kekantor kurang sehat anak kita aktif banget sampai kewalahan apalagi saat usianya 1-6 bulan siska sering bergadang, mereka sulit tidur. jadi istirahat dirumah. kalau mama memang sering ngambil mereka ngajak main. kasian sama siska katanya. ya walaupun sebenarnya mama suka main sama mereka."


tiba-tiba ada yang membuka pintu.


"sis" siska melihat sumber suara dan melihat erika yang datang.


"mah. sudah datang. mana david dan angraini?" tanyaku karena kulihat mami tergesa-gesa ada kekawatiran.


"mah. ada apa? mana anak-anak?" tanyaku kwatir.


mama mendatangiku.


"sayang. tadi mamimu dateng jemput angraini dan david. tapi tidak lama mamimu nelpon mama untuk ngajak kamu ke rumah sakit harapan"


"rumah sakit mah? ada apa?"


"apa terjadisesuatu dengan david atau angraini mah?"


"mama tidak tau sayang. coba tenang dulu. tidak ada yang terjadi sama anak-anak mu" erika mencoba menenangkan siska yang kawatir.


"kau begitu mari kita pergi"


siska dan erika pergi. di mobil siska sudah menelpon maminya namun tidak menggakatnya


sesampai di rumah sakit.


"mah, ruangan apa?"


"ruang mawar no 39"


"mama tau ruangannya dimana?"


"tidak tau. kita tanya suster saja. ok"

__ADS_1


"baiklah"


"sus?" panggil siska pada suster yang lewat


"ada apa bu? ada yang bisa saya bantu?"


"saya mau tanya ruangan mawar no.39 ada dimana ya?"


"oh. ruangan vvip ada di lantai 9. setelah keluar lift maju 3 ruangan lalu belok kiri ruangan no.2"


"baik lah sus. terima kasih"


siska dan erika berjalan sesuai arahan suster.


"mah, ada apa ya?"


"mama tidak tau sayang?"


sampai lah diruangan mawar no. 39


"mi, siska takut?" kata siska sampai didepan pintu. siska takut saat membuka pintu di ranjang ada yang ditutup kain putih saat dahulu suaminya dinyatakan meninggal.


"ayo kita cari tau didalam"


siska membuka pintu. mata siska langsug kearah ranjang ada seorang yang terbaring namun wajahnya masih ditutup dengan alat pernafasan, ada infus, dan alat pendekteksi detak jantung (autor tidak tau namanya)


"un...nda" panggil anak kecil dengan ala cadelnya.


"nda"- david.


siska melihat arah suara. dia lega bahwa anak anaknya.


"kau sudah datang sis?" tanya deka.


siska tidak mengindahkan pertanyaan deka dan siska langsung ke tempat kedua anaknya berada sekarang. siska langsung memeluk anaknya lega.


"sayang. bunda benar-benar khawatir sayang. bunda lega kalian baik-baik saja"


"nda. cang catit bukan avid api yah nda" -kata David.


"iya. nda yang atit yah unda"-angraini.

__ADS_1


deka menepuk bahu siska.


siska menegok dan berdiri melihat mami dan mamanya meminta jawaban ada apa sebenarnya.


__ADS_2