I hate you status

I hate you status
Bab 7 Season 2


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Parel sudah seminggu resmi bercerai dengan istrinya Anggraini


Parel dan Siska selalu bahagia. Parel berkerja di bengkel jadi montir.


Siska menyadari bila dirinya mencintai suaminya dan ingin mengatakannya setelah suaminnya pulang dari bengkel. Dia


ingin mengatakan kalau dia mencintai Parel dan mau menerima Parel sebagai suaminya.


Jam 12 siang biasanya Parel pulang untuk makan siang dan hari itu Siska telah lelah menyiapkan kejutan ia memilih istirahat dahulu.


Jam 11.30 siang ada yang mengetuk pintu. Siska mengunci pintu karena ia mau tidur.


"Jam 11.30? mas Parel sudah pulang?"apa dia tau aku mau memberi kejutan? Ya Allah semoga lancar. Amiin"


Siska membuka pintu dan terkejut yang ternyata bukan Parel . 2 orang itu bertubuh besar memakai pakaian hitam dan topi.


"Maaf cari siapa ya?" tanya Siska pada kedua orang itu.


Salah satu dari orang itu menarik tangan Siska kearah mobil yang terpakir tidak jauh. Siska memberontak.


"Lepaskan aku! pa mau kalian?" mulut siska disumpal dengan kain


Apartemen siska memang ramai, namun jika siang para penduduk bapak-bapaknya pada ke kantor, ibu-ibu pada pergi, dan anak-anaknya sekolah. Sehingga jika siang malah sangat sepi. Mulai ramai jika waktu pulang sekolah atau pulang kantor.


"Emmemmm" Siska hanya bisa bergumam karena mulutnya ditutup dan berdoa somoga Parel cepat datang.


Saat Siska di depan mobil dan hampir di masukkan memobil


Brugh .salah satu dari orang itu terpental.


"Mau jadi jagoannya?" kata yang memegang Siska.. Orang itu melepaskan Siska dan mulai menjalankan tinjunya ke arah orang yang membantu Siska.


Perkelahian terjadi


Siska melawan yang tertendang dan orang itu melawan yang satunnya.


Pertarungan hampir selesai. Siska sedikit bisa bela diri dan yang satunya juga sudah mau menang dan akhirnya ia menang. Saat Siska menendang perut orang itu, dia tersungkur.


Siska mengambil kerah orang itu dan bertanya.


"Siapa yang menyuruhmu? Kenapa kau mau menculikku?" tanya Siska.


Namun orang itu mengeluarkan pisau dan melukai tangan Siska. Karena itu, orang itu berhasil lolos tapi yang satunya ditangkap. orang yang membantu Siska sudah menelpon polisi.


"Kau tidak apa-apa?" tanyanya.


"Aku tidak apa-apa, Terima kasih "jawab Siska.


"Tidak apa-apa? tanganmu berdarah.."


"Aku akan mengobatinya"


"Tidak! kita akan ke dokter"

__ADS_1


"Tidak usah. Kau lanjutkan saja perkerjaanmu. Terima kasih" Siska hendak masuk rumah.


"Apakah aku tidak pantas dimaafkan?" tanya orang itu yang tidak lain Yoga.


"Apa maksudmu, Yog?"


"Aku hanya ingin minta maaf?"


"Aku sudah memaafkanmu"


"Benarkah? jadi kau tidak menolak ke rumah sakit."


"Tapi suamiku.."


" Dia akan mengerti"


"Baiklah"


Siska dan Yoga ke rumah sakit alias pukesmas yang tidak jauh dari situ.


Selesai mem-perban luka Siska. Siska dan Yoga kembali pulang...


"Sis."


"Ya?"


"Maaf"


"Aku sudah memaafkamu"


"Terima kasih banyak"


"Benarkah?"


"Apakah kau bahagia dengan suamimu?" tanya Yoga memberhentikan langkah Siska yang ada di depan Yoga untuk berbalik


"Apa maksud dari pertanyaanmu?"


"Ya aku hanya ingin bertanya saja. Jika kau tidak bahagia aku akan membawamu pergi darinya"


Siska tersenyum "Aku bahagia. Aku sangat bahagia"


"Bukankah kau tidak mencintainya?"


"Ya, tapi itu dulu."


"Sekarang?"


"Aku sangat mencintainya"


"Kenapa?"


"Kau tanya kenapa? apa karena ia miskin? aku mencintainya bukan hartanya. Kau tau aku kan?"


di sisi lain Parel yang pulang untuk makan siang bingung karena pintu apartemen tertutup.

__ADS_1


"Kemana siska?" tanya Parel pada dirinya sendiri. Dia benar-benar khawatir dan coba mencari Siska.


Parel kaget melihat Siska dan Yoga sedang berbincang.


"Kau tau aku kan? kita sudah lama berteman."


"Ya aku tau kau "


"Ya bagus lah" Siska berbalik.


"Oleh karena itu, aku mencintaimu, Sis."


Siska kembali berbalik dan memandang temannya.


"Kau yakin? "


"Ya aku yakin. Sis aku bisa memberikan apa yang kau inginkan sekarang. aku tau aku seperti orang yang tak tau malu"


"Ya kau memang tak tau malu"


"Tapi, Sis. Aku benar-benar menyesal telah menyakitimu. Aku selalu memilirkanmu, Sis. Tak ada satupun wanita yang bisa mengantikanmu. Aku selalu mengingatmu dan mengingat kesalahanku yang menyakitimu"


Geng nggeng ngeng. (suara singso... yang untuk memotong kayu bahan bakar solar). Siska mendekat pada Yoga


"Yog, itu bukan cinta tapi rasa bersalah. coba kau pejamkan matamu, pasti wajahku dengan kesalahanmu. Yog, aku sudah memaafkanmu, sekarang bahagialah. Jangan sampai kau kehilangan orang yang berharga lagi. Saat itu, kau harus mengatakan kau mencintainya. Seperti aku yang akan mengatakan pada suamiku aku mencintaimu..."


"Aku akan menunggu itu"


Siska dan Yoga kembali berjalan.


Suara itu menutup kata-kata Siska hingga yang terdengar Parel hanya "Aku mencintaimu"


"Apa yang siska katakan? Aku mencintaimu.. Jadi selama ini ia tidak membuka hati karena mencintai Yoga sahabat masa kecilnya? aku sudah tidak ada harapan lagi? aku tidak masalah kehilangan segalanya. Tapi kalau Siska? tidak aku tau sakitnya jauh dari orang yang dicintai"


Parel benar-benar sakit hati dia memilih tidak pulang ke apartemen memilih ke suatu tempat.


Siska dan Yoga sampai di apartemen Siska.


"Terima kasih."


"Sepertinya Parel belum pulang?"


"Ya..Kau kenal suamiku Parel?"


"Iya, dulu dia teman bisnis"


"Benarkah?"


"Iya. Parel adalah orang yang hebat.. Cuma..."


"Iya dia memang hebat.. Biasanya dia pulang makan siang.. Mungkin kerjaan masih banyak. Atau mungkin tadi pulang tapi aku tidak ada di rumah jadi dia pergi lagi".


"Suamimu kerja dimana?"


"Di bengkel depan?"

__ADS_1


"Oh. Baiklah. Aku pulang. Terima kasih sudah mau memaafkanku"


"Iya sama-sama"


__ADS_2