I hate you status

I hate you status
Bab 8 Season 2


__ADS_3

Sudah jam 22.00 Parel belum pulang. Siska sudah mengunggu parel.


Tiba-tiba pintu diketuk.


"Mas kamu pulang?" tanya Siska setelah membuka pintu, bau alkohol terkuak ke hidung Siska.


"Mas, kau mabuk?" tanya Siska tidak percaya.


"Kenapa? tidak boleh? ini sangat menyenangkan.. hahaha"jawab Parel sempoyongan.


"Mas.."


"Minggir kamu! Aku mau masuk" Parel mendorong Siska dan masuk ke kamar. Siska mau masuk kamar namun pintu terkunci.


"Mas, Buka pintunya! mas kalau ada masalah kita bicarakan sama-sama, mas" Namun tidak ada jawaban dari Parel.


"Mas hiks hiks. Ada masalah apa? kita bicarakan, mas. Aku tau kau pasti terpuruk tapi bukan ini jalan terbaik"


"Mas, aku..aku percaya padamu, mas"


"Oh.ya aku akan tidur di kamar sebelah. Kalau mas lapar, aku sudah menyediakan makanan"


Paginya.


Siska sudah menunggu Parel di depan pintu.


"Mas, sudah bangun?" Parel hanya melirik Siska dan mengabaikannya.


"Mas, ada apa?"


"MAS!" Siska menahan bahu Parel.


"Ada apa mas?" Parel tetap diam.


"Apa kau melakukan kesalahan?"


"YA. KAU SUMBER DARI KESALAHAN. KARENAMU AKU MEMBONGKAR JATI DIRIKU, MENIKAH DENGAN ORANG GILA DAN SEKARANG AKU MISKIN. KARENA MENIKAH DENGANMU AKU BEGINI" bentak Parel.


Siska menangis..


"Hiks.. hiks Apa salahku, mas?"


"KAU TANYA KESALAHANMU? OH TIDAK KAU TIDAK SALAH YANG SALAH AKU MENCINTAIMU DAN AKU BARU SADAR".l


"Apa maksudmu mas?"


"Akh tidak tau akh, Lebih baik kau pergi!"


"Kau mengusirku?"


"Ya. alAku mengusirmu. PERGI!" kata Parel sambil menunjuk ke luar.


"aku tidak akan pergi!"


"Terserah kau saja, tapi aku tidak akan menganggap mu ada" kata Parel meninggalkan Siska.


Siska menangis.


"Ada apa dengan mu mas? Aku hanya ingin bilang aku mencintaimu. Apa.. apa hiks hiks. apa kau tidak mencintaiku lagi? hiks hiks"


"Mafkan aku sayang. aku tidak mau kau tersiksa bersama ku. Kemarin ...tidak ada yang kau cintai, tapi sekarang Yoga lah sumber kebahagiaanmu. Cintamu.. aku ingin kau bahagia" batin Parel

__ADS_1


Sudah 3 hari Parel pulang dengan mabuk dan memarahi Siska, Serta tidak mengangap siska ada. Siska hanya pasrah. Dia yakin suatu saat suaminya mengerti.


Hari ini hari minggu. Parel tidak berkerja.


"Mas, aku pergi kepasar dulu. Ada yang ingin kau beli?"


"Kau pergi-pergi saja. Tidak usah izin dengan ku"


"Baiklah"


Siska ke dapur mengambil keranjang. Karena tanpa sadar lenganya tersangkut paku dan lukanya terbuka.


"Ouh.." Siska mengambil perban dan memperban lukanya.


Parel melihat itu.


"Dia terluka? suami macam apa kau, Parel" Saat Parel mendekati Siska, dia terhenti.


"Tidak..tidak aku tidak bisa 3 hari ini akan sia-sia. Aku sudah pura-pura mabuk dengan mengoles alkohol di baju dan bibir sedikit. Pura-pura tidak peduli. Apalagi pas siska menangis. Aku tidak akan melakukan kesalahan."


Parel kembali ke ruang tamu dan duduk


"Tapi kenapa ia bisa terluka? aku harus cari tau?" Parel menelpon.


setelah Siska selesai. Ia keluar dan mendekat dengan Parel dan mencium punggung tangan Parel.


"Mas, aku berangkat."


"Emm"


siska sedih biasanya parel akan bilang


sesampai di pasar Siska bertemu erikta mamanya.


"Mama?"


"Siska?"


Siska dan eri hanyaka berpelukan


"Kenapa mama disini?" setelah selesai melepas rindu.


"Ia mama ketempat bibimu. Adik kamu dela anak om Restu akan menikah 3 hari lagi"


"Benarkah? oh iya aku lupa ada undangannya"


"Emm. Kau ini memang pelupa. Kau dan nak Parel datang kan?"


"Aku kurang tau mah. Parel masih berkerja"


"Bagaimana kau ikut mama saja sekarang?"


"Kemana?"


"oh ya ampun. Kemana lagi kalau bukan ke tempat om mu Restu?"


"Tapi siska belum ijin sama Parel, mah. Lagi pula masih tiga hari..."


"Ets jangan gitu sayang. Kalau ijin sama nak Parel kan tinggal telpon sayang.. Apa perlu mama yang telpon minta ijinnya?"


"Tidak perlu mah. Siska telpon mas Parel sekarang"

__ADS_1


Siska mengetik nomor di HPnya dengan cemas


"Masalahnya kami masih ribut, mah" kata siska dalam hati


tut tut tut tut


"Assalamualaikum"


" Waalikum salam."


"Ms. Aku ketemu mama di pasar?"


'Terus?."


"Mama mau mengajak Siska ketempat om Restu. Undangan yang waktu itu, mas"


"Pergilah."


"Cuma 3 hari kok. Nanti pernikahannya mas dateng kan?"


"Emm. Sekalin tidak usah pulang"


"Iyam terima kasih"


Telepon terputus..


"Bagaimana?"


"Iya, kata mas Parel"


"Bagus kalau gitu"


"Ayok. kita belanja dulu. Kita mau metis lumayan kepala pening"


"Metis?"


"Ish. ayok lah. Engga usah banyak tanya ikut mama aja"


Siska itu belanjaan nanas, namun ia teringat kata Parel.


"Apa tadi tidak usah pulang? itu serius? dia kesambet apa sih? aku kangen Parel yang dulu. pakek ditutup tanpa salam lagi" gumam Siska.


"Kenapa sayang? mama liat kamu banyak melamun. Ribut sama nak Parel?"


"Engga, mah.."


"Ribut itu biasa nak di dalam keluarga.. Apa karena kamu mau pergi sama mama?"


"Hehehe engga mah. Siska hanya bingung aja metisbdi acara nikah"


"Hehehe kamu belum tau ya. Mba Rina hamil baru 2 bulan dan baru kemarin taunya. Ya sekarang hormon hamil dan maunya mama yang beli bahannya. Hahaha ada-ada saja"


"Benarkah? mba Rina hamil?"


"Ngapain mama bohong?"


"Mah. masih banyak yang mau di beli? Siska tidak sabar bertemu mba Rina. Siska juga kangen si gembul Fitri. hehehe"


apa selanjutnya.


next episode ya guys

__ADS_1


__ADS_2