I hate you status

I hate you status
Bab 9 Season 2


__ADS_3

"Dek, Kapan suamimu dateng? nanti sore apa besok pagi?" tanya Rina pada Siska soalnya pernikahan sepupu mereka besok. Namun Siska yang Rina lihat seperti ada masalah dia sering melamun dan kini Rina dan Siska berada di kamar.


"Emm. Iya mba?"


"Kamu kenapa, dek? ada masalah?"


"Eh. Engga ada masalah apa-apa? emang kenapa, mba?"


"Suamimu datang entar sore apa besok pagi?"


"Oh.. mas Parel? mungkin besok mba.l"


"]ungkin? "


"Iya mba. Mba tau aja, kita masih terpuruk dan mas masih kerja. Dan lagi pula aku kan sudah menjadi perwakilan mas."


"Oh. Kaau gitu, mba ngerti. Itubyang kamu pikirin. Makannya banyak bengong?"


"Hehehe. Tenang aja, mba aku cuma rindu mas Parel"


"Rindu? cie" goda mba Rina.


"Iyalah. ah mba" Siska malu.


"Kau sudah mencintainya?"


"Iya diakan suamiku. Dia orang yang baik Siapa yang tidak jatuh cinta?"


"Baguslah kalau begitu"


"dek. kamu mau engga? Parel berkerjasama sama mas reno (suami mba Rina)."


"Mba. Mba taukan mas Parel. Aku tidak mau membuatnya tidak enak karena harus berkerja dengan keluarga istrinya. Lagipula aku yakin mas parel bisa"


"Setelah kamu ajalah, dek"


"Ets ngomongin apa sih? pagi-pagi engga ngajak mama dan tante" kata Erika yang masuk ke kamar bersama tante Susan (istri om Restu).


"Eh mama. Della lagi apa, tante?"-Rina


"Itu ada di luar. Tegang keknya. Besok kan dia menikah"-Susan

__ADS_1


Susan dan Erika duduk di kasur di samping Rina dan Siska.


"Bagaimana persiapan pernikahannya, tante?" -Siska.


"Oersiapan sudah 100% tinggal pelaksanaannya aja. Lagi pula sebagian besar diurus WO dan pernikahan di gedung"-Susan


"Kamu terlihat sedih, Nak ada masalah?" tanya Susan sama Siska.


"Eh. Kangen sama suaminya tuh ma, tan" belum sempat Siska menjawab sudah di jawab mba Rina dahulu. Yang membuat Erika dan Susan tersenyum.


"Oh. ya sayang, Kapan nak Parel datang?" tanya Erika.


"Siska juga kurang tau mah. Selama Siska di sini mas Parel tidak bisa dihubungin. Siska tidak tau salah Siska dimana? tapi sepertinya mas Parel marah besar sama Siska" kata Siska yang pasti hanya dalam hati. Siska benar-benar sedih.


"Loh kok diam? mukamu pucat.. Ada apa sayang?"-tanya Erika


"Engga papa, mah. Kepala Siska cuma pening. Mungkin lelah. Kalau mas Parel mungkin besok. Mas Parel masih banyak kerjaan" jawab Siska.


"Oh ya.nsayang, tapi dia datang kan?" -Erika.


"Em. Insya Allah"-Siska.


"kalau begitu mama, tante dan mba Rina mau lihat Della dulu. Kamu istirahat saja."-Erika


"Kamu sakit kepala. Mama engga mau dibmarahin Parel karena istrin kesayangannya sakit"-Erika.


"Kamu istirahat saja. Della mah kita saja yang urus"-Susan


Mereka meninggalkan siska sendirian di kamar. Siska bukannya tidur ia malah melamun.


" Istri kesayangan? Apa aku masih jadi istri kesayangan? jika ia (Siska mengingat kelakuan Parel beberapa hari). Mas kau kenapa hiks? (Siska mulai menangis) aku mencintaimu mas, sangat mencintaimu" gumam Siska dan terus menangis.


Sekitar 20 menit Siska menangis dan akhirnya tertidur. Jam 10.00, Siska terbangun dia bangun dan mandi agar segar. Selesai mandi Siska duduk di atas ranjang dia merindukan Parel, khususnya Parel yang mencintainya.


Lamunannya Siska buyar karena tiba-tiba pintu kamarnya dan pintu itu terbuka.


"Aku pasti sangat merindukannya. sampai-sampai membayangkan nya berdiri di depan pintu"gumam siska dan menggelengkan kepalanya. Parel yang melihat tingkah istrinya tersenyum dan mendekati Siska yang masih duduk di ranjang.


Siska berdiri. Memengang wajah Parel. Ia masih tidak percaya bayangannya terasa nyata.


Parel memeluk Siska.

__ADS_1


"Semua sudah selesai, Sis. Kita bisa kembali. kembali ke rumah kita"


"Tunggu! Tunggu!" Siska melepaskan pelukan Parel.


"Ini bukan mimpi, kan?"


"Buset dah dia. masih menganggap ku mimpi. Oh my good. Untung saya cinta" batin Parel


"Apa aku terlihat seperti cuma bayangan atau mimpi? AUW" Ringisian Parel ketika Siska mencubit lengannya kuat.


"Kenapa kau mencubit ku?"


"Agar tau sakit atau engga jadi tau mimpi atau nyata"


"Sayang jika kau ingin tau ini mimpi atau nyata kau mencubit dirimu sendiri untuk merasakan sakit atau engga. Kok malah mencubit aku?"


"Sakit ya, mas?" tanya Siska polos.


"Sakit banget tau" jawab Parel mengelus lengannya. Walau sebenarnya tidak sakit-sakit banget.


"Kalau begitu ini bukan mimpikan?"


"Makannya cubit ditubuh sendiri biar ngerasain sakitnya. Sini aku yang cubit"


Parel mengangkat tangannya. Melihat tangan Parel kearah pipinya, Siska menutup matanya.


Nukan cubitan, Parel mendaratkan bibirnya di bibir Siska. Ciuman itu jadi lumatan. Mereka mejalurkan rasa rindu mereka. Parel menari Siska mendekat dan memeluknya. Parel menarik tekuk Siska memperdalam ciuman mereka.


Siska tidak memberontak malah menyambut dan membalas ciuman suaminya dan Siska mengalungkan tangannya di leher Parel m


mereka terengah-engah setelah melepas ciuman. Mereka mengambil napas dalam dan berciuman lagi. ciuman mereka cukup lama


setelah selesai, Parel dan Siska duduk di atas ranjang dan Siska memeluk parel.


"Oh ya mas. apa maksud katamu tadi? udah selesai dan kita bisa pulang ke rumah kita?"


" Kau harus menunggu sayang. Setelah pernikahan sepupumu. Aku akan menjelaskannya."


"Janji!"


"Aku berjanji"

__ADS_1


Mereka tertawa. Siska, menceritakan kepada Parel tentang persiapan pernikahan sepupunya dan beberapa hari ini ia di rumah om Restu.


Suara azan zuhur berkumandang. Siska dan Parel menjalankan kewajibannya.


__ADS_2