I hate you status

I hate you status
Bab 20


__ADS_3

Hari terus berganti. Hari menjadi bulan. Dan bulan menjadi tahun. Sudah setahun siska hilang. Siska juga tidak menghadiri wisudanya. Padalah bagi mahasiswa wisuda adalah hari yang mereka tunggu. Namun pada saat orang tuanya ingin mengambil ijasahnya, ternyata sudah diambil.  Mereka terlambat. Walau mereka mencari kemana-mana Siska tetap tidak ditemukan. Awalnya keluarga Siska terpuruk selama Siska pergi, namun kehidupan masih akan terus berlanjut masih ada Fitri yang butuh dukungan orang tuanya.


Orang tua Siska pun menyerah mencari Siska. Dulu orang tua Siska masih sering mengirim uang ke rekening tabungan Siska, karena takut anaknya kelaparan. Namun sekarang mulai berhenti. Mereka hanya berharap Siska baik-baik saja.


Namun tidak dengan parel uang masih mencari mencari Siska, cinta dan kehidupannya. Hari-harinya hampa.  Selain mencari Siska, untuk menutupi rasa sedih dengan terus bekerja.


Parel yang rapih. Kini memiliki rambut yang panjang. Jengot dan kumis yang lebat, mata yang hitam. Membuat Parel seperti orang tua yang telah berumur.


Semua ia lakukan untuk mencari Siska.


" Kau yang mengubahku maka kau juga yang harus menyelesaikannya"


Siang hari


Sudah 1 jam payrel muter-muter tak tentu. Parel berniat akan balik ke kantor. Dilihatnya taman dan membuat Parel turun dari mobil dan duduk di kursi taman tersebut. Taman ini mengingatkannya tentang rumah orang yang ia nantikan. Di hiasi dengan banyak bunga berwarna-warni. Yang menarik perhatiannya adalah bunga mawar biru tertanam rapih dan banyak. Teringat ia sesuatu.


Falsback


Ini waktu Parel tinggal 3 hari di rumah Siska.


" Tante. Tante rajin ya nanem bunga. Lihat tanam ini banyak banget bungannya bagus" kata Parel pada Erika mama Siska.


Yang sekarang tante Erika di panggilnya mama. Karena ia sudah merasa dekat. Itu juga keingginan mama Erika.


" Engga.. bukan tante itu yang suka nanem tapi Siska. Taman itu Siska yang nanem semua . Dari yang rumput jepang jadi kek gitu" jawab mama Siska.


"Ioh. Siska suka bunga tante?"


" Hehehe. Siska suka semuanya dari pohon berbunga, pohon buah nak"


" Siska suka bunga apa, Tan?"


" Mawar"


"Oh. Pantes.. Ternyata banyak warna ya mawar tante?"


" Tante juga baru tau saat Siska bawa mawar"


" Mawar warna apa yang paling Siska suka?"


" Mawar yang buat dia frustasi"


" Mawar apa itu, Tan?"

__ADS_1


" Mawar biru.".


" Kok bisa buat dia frustasi?" tanya Parel penasaran.


" Karna mawar itu sulit dicari. Udah ah sampai cepek tante dia ngeluh mah, kok engga ada ya yang jual mawar biru (mengikuti cara omong Siska). Ampun deh anak itu" jawab tante Erika sambil geleng-geleng.


Parel langsung menelpon untuk mencari bunga mawar biru dan membawanya ke rumah Siska dan Parel juga yang menanamnya


Ingatan lain.


Ini waktu Siska, Parel, David, Rest, dan Sarah ke air terjun. Saat di dalam mobil Resti, david, dan sarah tertidur.


siska melihat keluar jendela


" Waw cantik ya, kak?" kata Siska


"Apanya yang cantik, kamu? Engga banget" jawab parel dengan nada mengejek.


" Apasih kak. Yang cantik bunga itu ditaman"


" Bunga apa.?"


"Mawar"


" Bagus ya. Warna nya biru..wek"Jawab Siska menjulurkan lidahnya


" Kakak tau ngga arti mawar biru?"


"Engga. Emang apa?


" Cinta pertama, misteri, dan spesial"


Flasback off


Parel PROV


Tanpa Parel sadari air mata lolos membasahi pipinya. Tiba- tiba ada yang datang menghapus air mata Parel, dan duduk di depannya.


" Mi, kapan pulang? Parel rindu" kata Parel memeluk maminya yang ada didepanya


" Baru. Baru Ssyang. Mami sampai pangling ini anak mami atau bukan". Kata mami dengan nada tidak percaya


Parel tidak memperdulikan perkataan maminnya dan terus memeluknya.

__ADS_1


" Sayang. Mami sayang sama Parel" kata Deka sambil mengusap kepala Parel, tapi Parel tetap diam.


"Sayang sudah setahun kamu seperti ini nak, Lepasin dia. Kamu pantas bahagia, nak" perkataan maminya membuat Parel melepas peluknya dan menatap maminnya lekat.


" Rel, sudah setahun sayang. Kamu lepasin gadis itu......." kata Deka yang dipotong.


" Engga akan mi. Engga akan pernah. Parel cuma mau dia"


"Tapi sayang.."


" engga ada. Engga ada tapi-tapian, Mi" potong Parel tegas.


" Sayang. Kamu bukan hanya menyiksa diri kamu sayang tapi juga menyiksa mami"


" Maksud mami?" tanya Parel tidak mengerti.


" Sayang, mami sakit melihat kamu kek gini sayang"


" Terus Parel harus gimana mi?".


"Lepasin dia. Cari yang lain. Masih banyak gadis yang lain, sayang".


" Tapi engga ada yang seperti dia mi. Pareng engga mau mi, Parel engga mau".


" Rel. Mami mau kamu bahagia. Kamu cari gadis lain "


" Tapi Parel engga cinta, mi"


"Cinta bisa tumbuh seiring waktu. Mami mohon sama kamu."


" Parel akan usahain nya, mi. Tapi kalau Parel engga ketemu. Mami jangan paksa Parel ya?".


" Iya sayang. Mami Engga akan paksa kamu.


"Yuk pulang dulu biar mami cukur rambut, kumis dan jengot kamu udah seperti bapak-bapak"


Mereka pun pulang


Sorry tipo.


Terima kasih yang telah membaca ditunggu like, commen dan follownya..


Tunggu kelanjutannya ya..

__ADS_1


__ADS_2