
"Mas ini sudah 3 bulan, aku hanya dirumah. Kapan kau izinkan aku keluar hanya mencari agin atau mengijinkan aku berkerja?" tanya Siska pada Parel.
"Mas apa yang terjadi? mas belum ada sebulan sudah ada 3 hotel dan 3 pabrik yang kebakaran?mas, apa yang terjadi?" tanya Siska lagi.
"MAS?" bentak Siska karena tidak mendapat jawaban dari suaminnya itu.
Parel menarik Siska kepelukannya dan menciumnya sekilas.
"Maaf kan aku, Siska. Jika aku jatuh miskin, Apa kau akan tetap bersama ku?" tanya Parel yang tidak menjawab Siska.
"A...apa maksud dari pertanyaanmu, mas?" tanya Siska bingung dan melepas pelukan Parel.
"Sis, aku minta maaf. Sepertinya.. kau tidak akan berkerja di Sasendri lagi" Parel mengambil nafas dan Siska hanya menunggu suaminya melanjutkan kalimatnya.
" Yang terbakar 3 hotel dan 3 pabrik dan yang bermasalah hampir 5 pembangunan dan beberapa produks. menyebabkan Sasendri Gurp akan tutup semua. Kemarin aku masih ada 1 harapan perusahaan yang dapat aku pertahankan Sasendriparm. Namun tadi pagi juga terbakar" jelas Parel.
__ADS_1
"APA?.. Mas sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kau tak mengatakannya padaku.?" tanya Siska yang menggebu-gebu.
"Ada seseorang yang hebat merusak semuanya. Kami sudah melacak dan mencari tau siapa. Namun sepertinya dia peretas yang sangat-sangat handal. Bahkan para polisi dan detektif mas, tidak bisa mencarinya" jelas Parel dan duduk di sofa. Parel benar-benar frustasi
"Apa mas tau, kenapa dia melakukannya?" Siska mendekat pada suaminnya.
"Mas kurang tau.. Mungkin salah satu pesaing mas karena itu dampaknya mas bangkrut. Mas harus menbayar para korban dan juga karyawan. Mungkin mas akan menutup semuanya dan kita akan hidup sederhana.. Maafkan aku..aku..aku belum bisa membahagiakanmu" Parel meneteskan air mata.
Siska hanya menepuk pundak Parel dan menuduk hingga wajahnya sejajar dengan wajah suaminnya.
Seminggu kemudian rumah, apartemen, semua perusahaan Parel telah tutup. Hilang sudah Sasendri grup yang megah. Bahkan tidak tersisa sedikitpun. Berita telah menyebarkan semuannya bahkan berita sudah dari awal perusahaan ada masalah yaitu 2 bulan yang lalu. Namun kali ini berita menyiarkan kebrangkrutan perusahaan raksaksa Sasendri dalam 2 bulan.
Parel dan istrinya pindah ke apartemen kecil. Inilahi apartemen yang bisa Parel beli dengan sisa uangnya dan beberapa juta lagi untuk biaya makan selama beberapa bulan.
(Istri Parel angraini dan Siska tentunya).
__ADS_1
Sampai di apartemen kecil baru mereka. Apartemen itu hanya ada 2 kamar. 1 kamar Siska dan parel dan yang 1 kamar Anggraini.
Parel dan Siska masuk deluan ke kamar untuk rapih-rapih. Sedangkan Anggraini di ruang tamu.
"Ih.. Ini aku akan tinggal di sini? Ih aku ogah tinggal di sini, jelek dan kumuh? Benar-benar jelek. Bahkan di sini aku... aduh tidak bisa bernapas lega"
"Aku minta cerai aja deh. Bulanan pasti berhenti, orang sudah bangkrut. Gua tidak munafik, tapi uang segalanya lagipula gua masih perawan masih banyak lelaki mau sama gua. Apalagi gua cantik"
Di sisi lain di kamar Parel dan Siska masuk
"Mas, ini atmku. Uangnya masih utuh. Ini uang yang kau berikan dari kita menikah untuk menambah modal usaha yang akan kamu kerjakan" kata Siska sambil menyusun baju Parel masuk ke lemari.
"Tidak Sis, ini uang kamu. Pakailah!. Mas akan cari kerjaan"
"Mas. Istri mu bukan hanya aku. Kau pakai saja, mas."
__ADS_1
" Tidak, Sis. Kau selesaikan itu.. Kemudian istirahatlah! Ini sudah malam"