I hate you status

I hate you status
Bab 3 season 2


__ADS_3

Besok paginya. Seperti kemarin Siska bagun karena bunyi azan subuh di aplikasi handphone nya dan seperti kemari Parel memeluknya dari belakang dan dengan susah payah Siska harus mebangunkan suami tersebut. Selesai sholat subuh mereka tidur kembali karena mereka akan balik kerumah Parel.


Jam 08.00 Parel dan Siska sudah siap-siap pulang.


“ Sudah siap, sayang?” tanya Parel pada istrinya dan memeluk Siska dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Siska. Siska meneruskan kegiatan menutup tas kecil.


“ Udah mas.Ayo" jawab Siska.


“Sehari lagi yok di hotel” minta Parel dan mempererat pelukannya.


Siska memutar bola matanya “Mas, tadi pagi sudah bilang kita pulang kan?” kata Siska mengingatkan suaminya yang manjannya seperti bayi.


“Iya iya ayo” jawab Parel malas dan melepaskan pelukan.


Perjalanan pulang di dalam mobil Parel menendapat telpon dari nomor yang tidak diketahui.


“Siapa mas?” tanya Siska karena ponsel Parel sudah berbunyi 3X tapi suaminya itu tidak menjawabnya. Karena Parel sudah bilang ia cuti. Kalau ada apa-apa menghubungi pak Andri sekertarisnya, tangan kanan sekaligus ayah bagi Parel. Bahkan sampai sekarang mereka taunya pak Andri ayah Parel dan Parel pewaris sasendri yang nyatanya Parelah pemilik dan pak Andri tangan kanan Parel.


“Wngga tau, sayang. Cuma nomor aja”


“kok engga diangkat? Sudah 3X loe. Mungkin penting”


“Iya. Entar kalau nelpon lagi, mas angkat” jawab Parel pasrah dan mengusap kepala Siska sambil tersenyum. Siska hanya membalas senyum.


Tidak lama ponsel Parel berbunyi lagi.


“Ish siapa sih ganggu aja? Engga tau apa aku masih cuti” kesal Parel. Siska hanya tersenyum


Parel mengangkat telpon


“ Assalamuikum”


“….”


“Kenapa? Baik-baik saja”


“….”


“Apa maksudmu?”


“……”


“ Siapa kamu? Apa mau mu?”


“…..”


“akamu siapa? jangan libatkan perkerjaan dengan keluarga”


“….” Telpon tertutup


'‘Hello…kamu siapa? Apa maumu? Hello” bentak Parel.


“Siapa mas? kok reaksimu kek gitu?” tanya Siska khawatir.


‘'Tidak apa-apa. Cuma orang iseng” jawab Parel.


“Seperti ada yang ditutupi dari ku? tapi apa?” batin Siska


“Maaf sayang aku akan mengurusnya” batin Parel.


Sampailah di rumah


“Sayang kamu masuk deluan ya. Mas mau ke kantor sebentar?” kata Parel saat mobil baru berhenti.


“Kantor? Bukannya kamu cuti seminggu, mas?”


“Ada urusan mendadak, sayang dan tidak bisa di tinggalkan”


“Penting banget ya, mas?’ tanya Siska kecewa.


“Ya, sayang” jawab Parel mengusap kepala Siska.


“Apa karena telpon tadi?”

__ADS_1


“Emm. Tidak sayang.. tadi pak Andro sms ada investor dateng” bohong Parel.


“Ya ok deh”.


“Maaf ya sayang. Yakinlah suamimu ini bisa menyelesaikannya” batin Parel


Siska masuk rumah sendirian dan disambut beberapa pelayan wanita dan laki-laki.


“Selamat datang nyonya di rumah” sapa bi Tanti.


“Panggil non Siska saja, bi”


“Sekarang non Siska sudah jadi nyonya di sini.”


“Tapi…”


“Tuan Parel dan nyonya Siska” potong bi Tanti bangga.


“ Ya setera bibi saja deh” Siska pasrah.


" Emang pelayan sama tuanya sama" kata siska dalam hati.


“Ada yang perlu saja bantu nya?


“Ah.. tidak perlu bi.. ini hanya tas kecil.. Kalian kembali berkerja saja”


“Baik” kompak para pelayan.


Mereka pada pergi meninggalkan Siska dan bi Tanti


“Mari nya. Saya tunjukan kamar tuan Parel” bi Tanti menuju lantai atas diikuti Siska.


Depan kamar Parel.


“Ini non kamar tuan. Bibi pamit ke bawah” pamit bi Tanti dan dijawab anggukan dengan Siska.


Siska masuk. Siska terpukau dengan kamar warna abu-abu yang rapih serta elegan. Kasur kingsize warna putih dan selimut warna abu-abu di dinding atas ranjang ada photo Parel yang sangat besar disitu Parel hanya memakai kaos putih tangan pendek namun terlihat tampan dan cool serta seksi.


Yang membuat Siska terpukau ada mawar biru yang mekar di dalam pot atas meja dekat jendela. Siska melangkah dan terlihat di meja samping bunga mawar biru itu foto Siska dan bebapa foto lagi. Di atas meja itu juga ada kertas-kertas berisi filosofi bunga mawar biru. Siska hanya bisa tersenyum.


I Love you so much my bidadari Siksa Dwi Angraini yang sebentar lagi menjadi bagian dari hidupku Parel Dwi David Sasendri. I love you sayang.. Jangan pergi lagi ya? Aku tidak tau bila aku hidup tanpa mu lagi.


Siska meletakkan kembali dan mengambil salah satu Foto. Itu foto dia dengan Parel bersama kak Sarah, kak David dan Resti pas Parel wisuda. Siska meletakkan lagi ia rindu akan kebersamaan masa kuliah.


Siska mengambil 2 foto yang satu foto parel masih kecil dengan sang ayah dan ibunya dan satu foto parel pakai jas.


“Kamu imut mas masih kecil dan tampan saat dewasa”


“Ini ibumu mas?... cantik ya! ayah kamu juga tampan.. Pantes anaknya kek kamu.. haha” Siska bicara sendiri.


Siska meletakkan foto kembali dan berbalik. Alangkah kaget Siska di dinding terdapat fotonya yang sangat besar menutupi dinding. Siska di foto itu lagi di pantai dan tertawa bahagia.


Siska melangkah mendekat dan memegang foto itu..


“Kau gila mas” kata Siska sambil tersenyum bahagia.


Bukan hanya itu. Saat Siska mau tidur di atap terdapat photonya yang menutupi atap kamar Parel.


“Ini kamar? Apa tempat cuci foto?” heran Siska.


Saat Siska mau terpejam. Ada yang mengetuk kamarnya.


“Yonya.. Ada Bodyguard tuan Parel mau menghadap” kata bi Tanti.


“Bodyguard?” kata Siska pelan dan berjalan membuka pintu.


“Bodyguard, bi? Untuk apa?” tanya Siska pada bi Tanti.


“ Saya kurang tau, nya. Mereka ada di bawah”


“Mereka?"


“Ya mereka bodyguar tuan ada di bawah”

__ADS_1


“Iya baiklah. Saya akan ke bawah”


Saat Siska ke bawah. Siska kaget karena yang berdiri ada 6 orang 4 orang laki-laki dan 2 orang wanita. Mereka memberi hormat pada Siska.


“Selamat siang, nya” kata salah seorang laki-laki.


“Iya. Kalian siapa?”


“ Kami Bodyguard kepercayaan tuan Parel. saya Bagas, yang itu Purnomo, tio, Sadewa. Untuk mereka berdua Fitri dan Santi” jelas laki-laki yang bernama Bagas sambil menujuk satu-satu dan menyebutkan namannya.


“Bodyguard? Saya tidak butuh bodyguard.”


“Kami hanya menjalakan perintah dari tuan, untuk menjaga keselamatan nyonya. Kalau nyonya kurang percaya bisa telpon tuan Parela" –bagas


“Baiklah aku telpon tuan kamu dulu ya”


Siska menelpon Parel.


“Assalamualaikum”-Siska


“Waaikum salam. Ada apa, sayang? Kangen? Mas masih ada kerjaan” cerocos Parel.


“Mas. Ada apa ini?


“Emang ada apa?” tanya bali Parel membuat Siska memutar bola mata.


“Bodyguard kamu ini?”


“oh itu.. Mereka akan menjaga kamu sayang. Selama kamu tidak di samping aku”


“Emang kamu mau kemana?”


“Engga kemana-mana sih. Hanya ke kantor”


“Mas, ada apa sebenarnya..?”


“Tidak ada apa sayang.. Oh ya, mereka akan ikut kemanapun kamu kalau keluar rumah. Jadi jika kamu mau pergi hubungi Bagas mereka orang kepercayaanku. Kalau kamu mau masuk ke tempat khusus wanita bawa Fitri dia juga hebat hampir kek Bagas” jelas Parel.


“ Mas..”


“Percaya sama mas aja, ya” potong Parel.


“Baik lah”


“Tuan ini laporan yang tuan inginkan” kata pak Andri yang baru masuk didengar oleh Siska. Parel hanya menjawab pak Andri dengan anggukan dan mengangkat tangan menandakan ia dan nanti.


“ Sayang, pak Andri dateng ada laporan. Entar kita bicarakan lagi. Assalamualaikum”


“Walaikum Salam”


Telpon pun berakhir.


“Baiklah aku percaya kalian. Aku lelah mau tidur.. Kalian bisa pergi” kata Siska pada bodyguarnya. Siska kembali ke kamar dan tertidur.


Disisi lain


“Mana?” Parel mengambil amplop warna coklat yang diberi pak Andri.


“Nomor yang menelpon tidak dapat dilacak dan semua akses juga tidak bisa memberi informasi. Satu-satunya yang bisa kita tau kalau orang itu orang Indonesia” jelas pak Andri


“Orang Indonesia? Siapa dia? dan apa masalahnya dengan kita?" tanya Parel.


“Tolong pak lacak. Cari siapapun dia jangan sampai dia mengacau” lanjut Parel.


“Baik tuan” jawab pak Andri dan akan keluar.


“Tunggu?”


“Ada apa tuan?"


“Tolong jaga diri bapak.. bawa Agus dan Setiawan. Aku tidak mau ada apa-apa dengan bapak”


“Baik”

__ADS_1


########


__ADS_2