I hate you status

I hate you status
Bab 9


__ADS_3

Parel prov


Hari ini ada apa dengan Siska?. Dia tidak ada kabar dari pagi.  Biasanya kalau kek gini dia akan sibuk chat. " Kak sulit ngga? Siska bisa ngga ya? Kak doain siska ya? Kak jangan lupa dateng?" Sama seperti dia pas mau seminar usul dan hasil. Namun dari kemarin dan hari ini bahkan tidak ada chat darinya. Ditelponpun tidak diangkat dan di chat engga dibalas.


Banyak pikiran yang terlintas di benakku.


" Apa sibuk belajar untuk sidang besok? Apa karena terjadi apa-apa? Jangan-jangan dia sakit lagi" pikirku khawatir.


Sudah berkali-kali aku telpon tapi tetap tidak diangkat malah sekarang hpnya mati.


Rasanya aku ingin langsung ke kosannya. Namun bagaimana lagi tuntutan perkerjaan melarangku ke sana, selain perkerjaan aku juga harus menyiapakan kejutan untuk Siska...


Sore hari aku masih bergelut dengan berkas-berkas kantor dari Sasendri com dan Sasendri kontruksi. Kalau perusahan lainnya sudah selesai tadi pagi. Sesekali ku melihat hp berharap ada kabar dari Siska, tapi nihil.


Akhirnya aku menelpon Resti.


" Assalmuaikum" kataku saat Resti menggangkat.


" Waalaikum salam ada apa kak? " tanyanya padaku.


" Dek, Siska sama loe?" Tanyaku berharap


" Engga tuh,kak. Aku masih kumpul BEM"


" Kamu tau kabar Siska?"


"Siska baik-baik aja tuh kak"


"Kok Siska ngga bisa dihubungin ya dek?" Tanyaku penasaran.


" Bisa kok ka barusan saya chatan sama Siska. Kenapa ya,kak?"


" Dia chat resti. kanapa chatku ngga dibales bahkan tidak dibaca"


" Oh.. ngga apa-apa dek. Soalnya kakak chat ngga dibales" jawabku jujur.


" Dia sibuk belajar untuk besok keknya kak" kata Resti yang cukup membuatku tenang.


" Oh. ya dek besok Siska sidang di ruangan apa dan jam berapa? Siska belum kasih tau"


" Oh. Di gedung Agronomi lantai 3 ruangan AGT306 jam 10, kak"


" Ok.ok thanks. Assalamualaikum" kataku mengakhiri telpon.


" Ayo Parel loe harus kerja besok loe harus mengatakan kejujuran tentang diri loe" Parel berkata pada dirinya sendiri kemudian tersenyum.


Parel prov and


Hari ini Siska sidang dan hari ini adalah hari Parel mengatakan kejujuran serta ungkapan cinta.


Pagi hari Parel udah siap dengan pakaian kampus hanya kemeja polos berwarna abu abu dan celana dasar abu-abu. Rambut yang tersisir rapi.


Seperti biasa Parel selalu berdoa sebelum aktifitas agar semuanya berjalan lacar


" Bismillah semoga semua berjalan lancar. Aamiin".


Parel menghembuskan napas dan pergi dengan mobil meninggalkan rumah untuk ke kantor sebentar karena Siska sidangnya siang. Setidaknya dia bisa menggurangin tugas.


Tepat jam 9.30 ia keluar dari kantor ke tempat Siska. Dilihatnya Siska dan Resti yang duduk di kursi depan ruangannya.


Parel tersenyum melihat Siska baik-baik saja di mana kemarin tanpa kabar. Saat Parel mau menghampiri Siska. Siska masuk keruangan karena ketiga dosennya telah datang.


Parel dan Resti menunggu Siska keluar ruangan.


" Kak?. Ngimana Siska ya di dalam?" Tanya Resti pada Parel.

__ADS_1


" Entar loe ngerasain sendiri" jawab Parel dingin.


Ini pertama kalinya Resti bersama Parel berdua. Yang dia lihat bukan Parel yang biasa dia lihat bersama Siska orang yang ceria dan mudah tersenyum, tapi ini dingin sekali.


"Kak, kakak sakit?"


" Engga" jawab Parel dingin.


"Eh beda banget, ini bener kak Parel bukan sih"


Akhirnya sunyi


2 Jam Parel dan Resti menunggu di dapen ruangan sudah banyak teman Siska satu kelas dan adik kelas. Walau Siska tidak ikut organisasi tapi Siska orang yang cerdas dan dia asdos.


Resti berbincang dengan yang lain. Namun pikirannya kepada laki-Laki yang duduk di sebelah sana. Iya Parel orang yang selalu diliatnya ceria banyak bicara. Ini hanya diam dengan tatapan dingin.


Resti teringat kata teman-temannya kalau Parel orang dingin tak sentuh, manusia es Parel. Yang awalnya tidak di benarkan nya. Tapi kini dia membenarkan kata-kata itu.


Tak lama kemudian Siska keluar dengan wajah lesu dan bahagia besamaan. Terlihat senyum diwajah Parel yang tak lepas dari pandangan Resti. Kalau melihat ini dia tidak membenarkan kata-kata itu membuat Resti binggung mana sebenarnya sifat orang ini.


Teman- teman Siska megucapakan  selamat pada Siska.." Terima kasih ya teman teman" itulah jawab Siska.


"Selamat ya Sis" kata resti.


"Thanks Res. " kata Siska dam memeluk Resti


" Akhirnya gua sudah sidang "kata Siska


"Yuk poto dulu, Sis" kata teman Siska.


" Iya.. foto dulu" kata teman Siska satu lagi


" Ialah " kaya Siska semangat.


Siska berpoto dengan teman-teman sampai lama. Parel masih menunggu kesempatan. Tapi Parel juga binggung.


panggil gua? Kenapa dia engga kerasa kehilangan" batin Parel karena Siska masih fokus.


Begitu juga Resti melihat tingkah Siska seakan tidak tau ada Parel.


Setelah teman Siska pergi. Saatnya Siska mau beres -beres. Tangan Siska di pegang. Siska melihat dan ternyata Parel. Siska takut dan berkeringat. Melihat itu Parel melepaskan gengamannya.


" Selamat ya, Siska" kata parel dengan senyum manisnya.


Siska berusaha untuk tegar.


" Ia. Terima kasih" Siska berniat berlalu tapi di hentikan Parel.


" Loe mau kemana?" Tanya Parel.


Siska melihat tangannya dipegang Parel dia tidak bisa tegar lagi.


"Lepasin tangan  saya kak!" Bentak Siska. Perubahan itu buat Parel kaget


"Loe kenapa sih Sis?" Tanya Parel.


" Lepasin tanggan saya. TOLONG LEPASIN! bentak Siska lagi.


" Gua butuh bicara sama lo" kata Parel dan menarik Siska.


Siska memberontak " LEPASIN ENGGA?.. LEPASIN KAK" Siska berusahan melepas tangan Parel tapi tenaga Parel lebih kuat dan Parel tidak peduli orang-orang melihatnya.


Sampai di mobil Parel memaksa Siska masuk.


Parel mengendarai mobil dan tidak mempedulikan Siska yang minta turunin.

__ADS_1


" TURUNIN SAYA KAk. Kakak mau apasih sebenarnya dengan saya?" kata Siska lirih mengingat masa lalunya dan menangis.


Melihat Siska menangis histeris, Parel memberhentikan mobilnya.


Siska langsung turun, mereka berada di danau..


"Kenapa kakak bawa saya kesini?" Tanya Siska menitimidasi


" Adaa yang kakak mau bicarain, Sis"


" Engga! engga ada yang perlu kakak jelasin dan perlu saya dengar!!"


" Sis loe kanapa sih 2 hari ini?.Kemarin tanpa kabar..sekarang loe marah-marah. Apa gua udah buat salah?" tanya Parel yang tidak tau apa-apa.


" Loe pura-pura atau emang ngga tau?" kata Siska dan tersenyum sinis.


" Gua ngga tau sis. Emang ada apa?"


Siska pun menangis . Parel ingin mendekat dan memegang bahu Siska. Siskapun mundur menjauh.


" Lalu apa salah gua?"


" Salah loe?" Kata Siska kembali senyum sinis


"BANYAK KAK!" bentak Siska..


"Apa?"


" Mau sampai kapan kak? Sampai ka...pan kakak mau bohongin saya?" kata Siska membuat Parel tercengang.


"Apa sebahagia itukah kakak memainin Siska?" Tanya Siska yang tambah membuat Parel tidak mengerti.


" Maksud kamu apasih Sis?"


Siska tersenyum sinis dan berkata.


" PAREL DWI DAVID SASENDRI" membuat Parel tecengang " siapa yang kasih tau Siska nama lengkapnya" pasalnya jarang ada yang tau.


" Kenapa? kaget! "


" Gua bisa jelasin sis.."


" Engga ada yang perlu dijelasin. Kita udah temenan 4 tahun kakak dari saya ospek. Kakak engga pernah jelasin itu" kata Siska dan melangkah menjauh.


" Gua suka sama loe, gua gak mau kehilangan loe" kata Parel membuat langkah Siska terhenti dan menghadap Parel


" Duka? Apa itu kak? Fengan kebohongan?sebenarnya kakak udah kehilangan Siska selama ini. "


" Terima kasih selama ini sudah bantu saya dan terima kasih atas kebohongannya. Jadi pergilah jauh-jauh kita lanjutkan kehidupan kita masing-masing" lanjut Siska dan berlalu.


Parel hanya bisa diam di tempatnya. Lalu menggingat kenangan bersama Siska. Parel pun menangis.


Ini pertama kalinya Parel menangis. Waktu ayahnya meninggal Parel tidak menanggis bukan karena tidak sedih tapi dia masih bisa tegar. Tapi keributan ini membuat dia lemah.


Kemudian Parel mengusap pipinya dengan kerasnya.


" Engga.. loe ngga boleh gini Rel. Apa tadi dia bilang... jalanin hidup masing-masing?. Itu engga mungkin Sis. Gua udah terlanjur cinta sama loe dan gua akan terus perjuangin cinta gua" kata Parel pada dirinya sendiri.


Kemudian Parel menelpon.


Disisi lain


Siska berusaha tegar dan tidak menangis ia menunggu angkot atau bis. Tapi setelah  tanya dengan orang di sini katanya tidak ada angkutan. Ya karena di sini termasuk jauh dari kota. Siska binggung mau naik apa?.


Tiba-tiba taksi lewat. Siska binggung dan senang. Siska memberhentikan taksi tersebut dan pulang ke kosan.

__ADS_1


Iya taksi tersebut pesanan Parel. Tadi paryel menelpon pak Andri untuk memesan taksi ke arah situ dan bilang Siska yang akan naik. Dia juga menyuruh beberapa pengawal mengawal Siska sampai ke kosan.


Sesampainya Siska di kosan dia tidak bisa membendung air matanya lagi.  Siska menangis sampai tertidur.


__ADS_2