
**Kadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar bukanlah kebenaran. Karena mata dan telinga kadang pernah salah walau kita melihat kejadianya langsung. Karena kita tidak mungkin mengikuti orang lain kemanapun dia pergi*.
Kau tau? dan kau harus tau. Setengah dari
kebenaran adalah kebohongan yang bisa lebih sangat menyakitkan dibandingkan 100% kebohongan.
Apalagi kita hanya mendengar dari mulut orang lain yang kita tidak tau orang itu baik atau sebaliknya. Karena kita tidak tau hati manusia. Untuk tau kebenaran tanyakan
langsung pada orangnya. Tapi jika masih tidak percaya maka tanyakan pada hatimu. d
Disitu tidak ada kebohongan***.
#######
Di sisi lain Siska bangun karena alarm azannya berbunyi. Di melihat ke samping tidak ada suaminya namun kasur terlihat kusut seperti bekas orang tidur.
"Apa sudah bangun? Tapi kemana?"
"Mas" pangil Siska.
"Di kamar mandi kali ya"
Siska mengetok pintu kamar mandi dan memangil "Mas, kamu di dalam?" tapi tidak ada jawaban
Akhirnya dia turun ke bawah dan melihat suaminya menutup pintu.
"*A*pa ada tamu? pagi-pagi? masalah kerjaan lagi?"
Siska jalan mendekat suaminya. "Mas?" pangil Siska memastikan.
Parel menegok dan melihat istrinya datang. Parel tersenyum
"Sudah bangun?" Parel berjalan ke sofa dan duduk.
"Emm sudah.. Tadi ada tamu?"
__ADS_1
"Duduk sini" kata Parel menepuk sofa di sampingnya menyuruh Siska duduk di situ. Siska melangkah dan duduk di tempat Parel menepuk.
Setelah Siska duduk, Parel memegang kedua tangan Siska.
"Mas, minta maaf ya"
"Ya. Untuk?"
"Untuk semuanya"
"Oke" Siska melihat wajah suaminya seperti ada yang ia sembunyikan
" Ada apa, mas?" tanya Siska dan melepaskan salah satu tangannya dari gengaman Parel dan menyentuh pipi Parel.
"Capek ya? Wajah kamu tampak lesu. Kerjaan banyak banget ya? Sampai pagi-pagi ada tamu"
"Iya lumayan. Tapi tamu tadi pagi itu, Yoga?"
"Yoga? Ada apa pagi-pagi dia ke sini?".
"Nitip aku?"
"Ia. Dia suruh jaga kamu. Ia mau ke Amerika katanya mau ngejar orang yang dia sayang"
"Oh. Akhirnya. Dia bilang siapa orangnya, mas?"
"Hihihi. Mas engga tanya tuh. Lupa. Maaf"
"Untuk apa, mas minta maaf?"
"Dia cuma ngomong itu?" lanjut Siska.
"Engga dia juga cerita kalau kamu cinta sama mas"
"Ih curang. Kok dia malah cerita" kata siska dan mulai deh blusing. Pipi Siska merah.
__ADS_1
"Itu bener?" tanya Parel serius dan menatap wajah Siska.
"Ih jangan tatap gitu kan malu" Siska menutup mukannya dengan kedua tangan. Parel menurunkan tangan Siska dan ingin melihat wajah istrinya yang sekarang sangat lucu.
"Aku mencintaimu" kata Parel.
Mata parel dan Siska saling memandang. Cukup lama Parel menunggu kata-kata dari mulut Siska.
"Aku juga mencintaimu, mas"
Parel memeluk Siska.
"Ini bukan mimpikan?"
siska mencubit perut parel.."Auw" ringis Parel
"Kok malah mas dicubit ? Sakit..."rengek Parel dan mengelus perutnya.
"Biarin mas tau ini mimpi apa bukan"
"Ya ya ya. Tapi mas seneng bener. hehehe"
Siska tersenyum..
Tidak tahan melihat godaan di depan mata Parel langsung mencium bibir Siska yang awalnya kecupan menjadi lumatan.
Tidak lama Siska sadar dan mendorong Parel dan melepaskan ciuman Parel.
" Entar dulu cium-cium. Sholat subuh dulu"
"Hehehe. Mas, lupa"
Mereka akhirnya keatas untuk sholat subuh.
bahagia. hore hore hore here bahagia...
__ADS_1
mohom like dam komennya ya