
"mi?" tanya siska penasaran.
"sebelumnya mami minta maaf.."
"minta maaf? oke"
"sis, sebulan yang lalu dokter amerika menelpon mami."
"apa katanya mi? mas baik-baik ajakan? kenapa tidak kasih tau siska?"
"itulah mami minta maaf. karena mami tidak kasih tau.hari itu mami sibuk dengan kerjaan dan kamu sibuk dirumah mamamu dan kamu juga jaga anakmu. kamu tidak ingat semingguan kamu di rumah mamamu"
"pas ada acara keluarga dirumah?"
"ya. pas mami telpon kamu sibuk banget. ya mami pikir tunggu kamu pulang. tapi malah mami lupa"
"lalu apa kata dokter?"
"kata dokter..semua baik-baik saja. parel sudah membaik. namun dia masih butuh waktu dan belum melewati masa krisis. iya karena hal itu. mami tanya sama dokter amerika apa bisa dirawat di indonesia aja? mereka bilang bisa."
"alhamdulillah.lalu kapan mas parel dibawa ke indonesia?"
"sebenarnya 2 hari setelah nelpon tentang parel sudah dibawa kesini. mami yang mengurus. karena itu pas kamu pulang kerumah, kerjaan kantor menumpuk yang membuat mami lupa"
"ok..sekarang mas ada dimana?" tanya siska dan tersadar yang terbaring di ranjang. dia melihat kearah ranjang dan berjalan sepoyongan tidak percaya.
anak anak sibuk dengan jajanan yang memang dibawa deka sebelum kerumah sakit. sebelum pergi makan deka dengan cucu cucunya pergi ke supermakert beli cemilan.
sesampai di samping ranjang air mata siska sudah bisa terbendung.
"mas.. mas" pangil siska lirih
erika dan deka mendekati siska dan menepuk bahunya kanan dan kiri
"mi. lalu kenapa mami menyuruh siska buru-buru kesini?"
"tadi pas mami mengajak cucu cucu mami makan. ada telpon dari rumah sakit bahwa parel sudah dari masa krisisnya dan insya Allah akan sadar sebentar lagi"
"mi. mami tidak bohong kan?" tanya siska seperti curiga.
"kenapa mami harus bohong?."
"lalu kapan mas akan sadar?"
"tunggu 2-3 jam lagi katanya?"
siska mengengam tangan parel dan mengusap kepalanya.
"mas, doa siska terkabul mas. mas cepat bangun ya. siska udah sangat kangen mas." ucapnya lirih.
"kamu sudah makan siang sis?" -erika.
"belum mah"
"kamu makan dulu. kalau parel siuman mamah akan hubungin kamu"
"tapi mah. siska mau nunggu mas parel siuman. siska mau orang pertama yang dilihat mas parel"
"mami, mengerti. tapikan kata dokter 2-3 jam lagi. kamu masih sempat makan"
"tapi mi..."
"tidak usah tapi tapian. parel juga tidak suka kalau sampai kamu tidak makan. bagaimana dia ngambek dan tidak mau bangun?" gerta deka seperti sama anak kecil.
"iya iya mi, mah. siska makan dulu. anak-anak?"
"anak anak sudah makan tadi sebelum ditelpon"
"oke. siska mau kekantin saja."
saat siska mau berjalan ada tanggan yang menarik tanggannya. siska menoleh.
"mas kamu sadar?"-siska
"parel, sayang kamu sadar?"-deka
parel masih sibuk mengingat apa yang terjadi dada dan kepalanya pusing. tenggorokannya kering sangat kering.
__ADS_1
erika pergi keluar mencari dokter. tidak lama dokter dan suster masuk dan melihat keadaan parel.
suster melepas alat bantu pernapasan dan deteksi detak jantungnya
"bagaimana keadaan suami saya dok?"- tanya siska tidak sabar
"Alhamdulillah. ini kuasa tuhan kondisi tuan parel sudah membaik. namun butuh beberapa waktu untuk pemulihan. "
"alhamdulillah"-mereka bertiga bersama-sama
mereka lega dan juga bahagia.
"kalau begitu saya pamit. masih ada pasien yang harus saya periksa" pamit dokter itu
"terima kasih dok" siska.
siska mendekati parel. air matanya tidak henti keluar. namun air mata kali ini air mata bahagia.
siska mengengam tangan parel.
"mas?" panggilnya lirih.
"air" kata parel serak
siska langsung mengambil air di nakas dan membantu parel duduk dan minum.
siska meletakkan kembali gelas
"mas" panggil siska. rasanya tidak dapat dipercaya baginya
"ada apa sayang, mas baik-baik saja. kenapa kamu nangis?". parel melihat siska yang kurusan
"mas" panggil siska lagi tidak percaya.
"kamu makin kurus saja ya. baru beberapa hari saja sudah kurus"- ejek parel.
"beberapa hari? kamu bilang beberapa hari?" -deka kesal.
"ya. cuma beberapa hari kan?. memang berapa lama?"-parel
siska tidak mengindahkan pertanyaan parel iya memilih menyentuh kedua pipi parel. ia masih tidak menyangka.
"mas. siska fikir siska tidak akan melihat kamu lagi mas?"
"sis, emang mas udah berapa lama mas dirawat dirumah sakit?"
"mas..."
"enda. ini mau cenek yang kek gini enak?"-angraini sambil memengang ujung kerudung siska dan membawa bungkus snack.
siska melepaskan tangannya dan menunduk melihat anak-anaknya.
"ennda.. ennda anggis? enapa?" -tanya david melihat air mata dipipi siska. siska langsung mengapus air matanya.
david melihat parel sudah bangun.
sedangkan parel binggung ."siapa anak-anak ini?"
"enda.. enda eyah endah bangun yah?. pa yah yang buat nda nagis.?"-david
siska mengendong angraini.
"siapa sayang?" tanya parel binggung
"yah. yah. endah apek bobonya ya? "-anggraini
"mas, kenalin ini angraini dan yang ini david..." kata siska mengenalkan anak-anaknya.
"yah..kata nda ayah uka bobo. yah bangun ana udah apek ya?" -angraini
kini david mendekati parel dan memengang tanggannya.
" yah, yah. ita ayen yok. kata enda alau yah udah angun ayah acan ajak avid ayen. ayen ola yok yah".
siska menengang bahu david.
"sayang ayah baru bangun. belum sadar sepenuhnya..kalau ayah sudah sehat entar ayah ajak main ya.?"
__ADS_1
david melihat bundanya.
"enda. emeng alau bobonya ama. ayah cadarnya uga ama ya?"
"iya. sayang. kan kalau baru bangun david juga kadang linglungkan? pusing"
"iya uga ya. ennda"
parel hanya melihat dan binggung dengan percakapan. "ayah dan bunda?"
"sayang sini anggraini sama mami." deka mengambil anggraini dari gendongan..
"david sama nenek ya"- erika mengendong david.
"em cucu nenek udah gede"-erika.
"kita keluar dulu. kalian gomong saja"-pamit deka.
deka dan erika dengan mengendong david dan angraini melangkah keluar.
saat pintu tertutup siska kembali fokus.pada parel.
"siapa angraini dan david, sis? kenapa.mereka panggil kamu bunda? dan tadi apa ayah? mama bilang cucu nenek?"
siska memilih duduk disamping parel.
"mereka anak-anak kita mas?"
"apa?anak-anak kita ? memang mas berapa lama pinsang?" parel sangat terkejut.
"berapa lama ya? sekitar 3 tahun lebih 4 bulan. "
"APA?" teriak parel tidak percaya
"ya. saat kamu dinyatakan meninggal, siska pingsan dan baru tau bahwa siska mengandung?"
"meninggal?"
"iya mas. kamu ingatkan saat penculikan aku di korea oleh paman agus. kamu ditembak disitu dan kamu dilarikan ke rumah sakit. oprasi hanya bisa mengeluarkan peluru di jantungmu mereka sudah berusaha namun oprasi gagal"
"lalu?"
"tuhan masih sayang sama aku. saat aku dinyatakan hamil. aku menemuimu lagi di kamar rawat..jujur siska hancur melihatnya kamu sudah ditutup kain putih seluruh badan. siska dan mami disitu siska memeluk mami dan saat siska memelukmu lagi. siska merasakan perutmu naik turun. siska kehidungmu mas kamu napas walau sangat lemah. mami kemudian memanggil dokter dan kata dokter keajaiban mas. kamu ada keinginan kuat mau hidup namun kondisi kamu sangat lemah"
"seminggu kamu dirawat di korea. mami memutuskan pindah ke amerika. katanya mami medis di amerika lebih baik".
"namun ternyata sampai 3 tahun kamu tidak sadar. mas 3 bulan aku menunggumu di amerika namun akhirnya mami ngajak pulang dari situ siska susah untuk melihat mas. apalagi pas siska hamil tua dan melahirkan. mas siska minta maaf ya karena siska 3 bulan ini sibuk tidak bisa jenguk kamu juga. biasannya sih 1 kali sebulan. karena siska bantu mami".
"bantu mami?"
"iya. ngurus perusahaan kamu. aku tidak mau pas kamu bangun perusahaan bangkrut"
"kamu hebat sayang. mas bangga. siapa nama kepanjangan anak kita? mereka kembar? siapa yang tua? maafin mas ya. mas tidak ada saat itu".
"tidak masalah mas. mas kembali bernapas aja siska udah senang banget. nama yang tua david mas david dwi rangga sasendri dan adiknya angraini dwi deka sasendri"
"kamu buat nama mereka dari nama kita sekeluarga?"
"iya mas. sama seperti kita dari potongan potongan nama. mas suka?"
"suka sayang.."
"bagaimana perkembangan mereka saat mas tidak ada?"
"entar aja ya. mas menunggu mas sehat dulu."
"oke."
siska meletakkan kepalanya dibahu parel.
"mas tau tidak? paman agus meningal?"
"mana mungkin mas tau, sayang?"
"sekitar sebulan lebih paman agus dirawat dan pas mau keluar mami terbang dari amerika ke korea katanya melihat paman agus. ya kira-kira 3 harian lah mami disana kemudian kembali ke amerika namun baru sehari dapat kabar dari kepolisian korea paman agus bunuh diri. kata mami sebelum kembali ke amerika dia sempat ketemu paman agus dan bicara"
"lalu apa yang mereka bicarakan?"
__ADS_1
"itu dia mas siska tidak tau. siska kasian sama mami jika nanya itu?"
"iya. mas ngerti"