I hate you status

I hate you status
Bab 27 revisi


__ADS_3

Sebulan berlalu Siska dan Yona kembali ke Jakarta.  Mereka kembali ke apartemen masing-masing.


Ke esokan harinya. Siska izin tidak masuk ke kantor 3 hari. Ia ingin beristirahat. Hari ini Ia hanya ingin bertemu keluarganya. Setidaknya sudah hampir 2 tahun, menurutnya Parel pasti sudah menyerah. Sesampainya di rumah Siska masih tidak dapat masuk karena orang-orangnya Parel masih ada. 


" Aku tunggu sebulan. Bila masih ada orang-orang itu, aku tak akan peduli lagi" kata Siska


Sedangkan Yona menyerahkan laporan selama di Palembang kepada Parel.


" Aku suka kerja asistenmu" kata Parel dingin setelah membaca laporannya.


" Ya. Aku juga " jawab Yona sambil tersenyum.


" Baiklah kalau tidak ada perkerjaan. Aku akan pulang. Aku ambil cuti hari ini" kata Yona dan hendak meninggalkan Parel.


" Mau kemana?" Tanya Parel menghentikan Yona.


" Ya ampun bos. Aku mau pulang" jawab Yona kesal.


" Maksudku pulang kemana? Apartemen apa rumah?".


" Apartemen".


" Baiklah aku ikut. Aku ingin istirahat"


" Baiklah. Ayok"


Parel dan Yona ke apartemen Yona dengan mobil sendiri-sendiri.


"Yon, ada yang tinggal di apartemenmu sebelah? " tanya Parel sambil duduk di sofa ruang tamu.


" Ya. Asisten ku tinggal di sana. Bagaimana kamu bisa tau kalau ada yang tinggal?" jawab Yona dan juga duduk di sofa.


" Halamannya jadi cantik".


" Assistenku yang menanamnya"


" Dia suka bunga?"


" Ya. Aku bisa gila, kalau bersama dia di toko bunga. Dia selalu gila kalau menyangkut membeli bunga. Penah mobilku penuh dengan bunga. Apalagi saat itu, sebelum ia dapat bunga mawar biru, setiap hari dia mengajakku ke toko bunga untuk mencari mawar biru" jelas Yona.


Kata mawar biru membuat Parel tersenyum.


" Sepertinya dia orang yang menarik"


" Ya. Sangat menarik. Tapi sayang dia hanya mengangapku kakak"


" Apa kau menyukainnya?"


" Tidak tau. Aku cuma merasa nyaman di dekatnya" jawab Yona tersenyum.


" Ini semakin menarik. Apa dia ada di apartemen? Aku ingin bertemu dengannya."


" Tidak.. Dia tidak ada. Katanya dia mau ketempat orang tuanya. Biasannya dia akan pulang sampai larut" jelas Yona.


"Baiklah. Lain waktu saja".


" Jalau mau tidur ke kamar tamu. Aku mau tidur" kata Yona pergi meninggalkan Parel.


" Mawar biru, kenapa banyak orang suka mawar biru? Dulu kamu sis dan sekarang assistennya Yona"


Parel masuk ke kamar tamu dan tertidur. Karena selama 3 minggu di Palembang ia kurang tidur. Sampai di Jakarta ia harus bergelut dengan berkas. Ia malas pulang kerumah apalagi  bertemu dengan istrinya..


#######


Pagi hari


Siska sudah mandi dan mengenakan pakaian santai.  Kemudian ia turun


" Pagi bi" kata Siska saat melihat bi Ijah.


" Pagi non. Sarapan sudah saya siapkan. Saya permisi dulu non" kata bi Ijah


" Maaf bi. Mau kemana?" Tanya Siska melihat bi Ijah mau pergi membawa keranjang.


" Ke pasar non, bahan makanan sudah mau habis. Apa ada yang mau non titip?"


" Engga bi, saya juga mau ke pasar. Nanti saya saja yang beli. Catat saja bahan yang mau dibeli" kata Siska ramah.


" Baik non" jawab bi Ijah dan kembali ke dapur


Selesai makan Siska mengambil tas dan juga keranjang.


" Bi saya mau ke pasar. Catatannya mana, bi?" Teriak Siska.


" Ini non" bi Ijah datang dari dapur dan menyerahkan kertas kepada Siska dan Siska pun mengambilnya.


" Terima kasih. Saya pergi dulu" pamit Siska dan pergi.


Siska ke Sasendri Mall.  Siska berniat membeli beberapa baju dan juga beberapa jilbab. Sebenarnya ia engan masuk Mall Sasendri ia takut bertemu dengan Parel.


Setelah membeli beberapa baju dan jilbab yang ia butuhkan, Siska naik untuk makan. Di kafe yang sama dia mengetahui Parel sebagai tuan Sasendri.


Siska memilih duduk di pojok yang sepi dan memesan makanan biasa yaitu nasi goreng udang dan jus jeruk. Setelah makanan datang Siska mulai memakan makanannya.


" Wah..kau tau? Tuan sasendri pemilik mall ini dia masih muda loe" kata seseorang di sebelah bangku Siska. Disana ada dua wanita sebaya dengan Siska. Siska terus mendengarkannya.


"Tapi katanya udah menikah"


" Parel sudah menikah? " Siska selalu kudet masalah berita karena memang di tidak suka berita apalagi gosip.


" Iya aku tau. Itu udah lama kali"


" Beneran? Waw.."


" Kalau kak Parel sudah menikah? kenapa masih ada orang berjas dirumah" Siska masih senang tiasa mendengarkan


"Beneran. Katanya sih istrinya ini tidak disentuh. Beritanya tuan Parel suka sama orang lain dan istrinya ini nikah karena harta"


"Aku maulah kalau di jadiin istrinya juga. Katanya istrinya dikasih 25 juta/ bulan cuma untuk senang-senang"


"Yaiyalah. Gua juga mau. Gila engga perlu kerja gua. Tapi dia mau engga sama gua? Yang ada aku di blacklist. Orang istrinya bahenol"


Setelah makan Siska langsung bergegas untuk pergi daripada terus mendengarkan gosip. Ia ke lantai 2 untuk membeli bahan-bahan yang disuruh bi Ijah.


Setelah itu si pengenska pulang dan masuk ke kamarnya.


" Parel sudah Menikah? Lalu kenapa masih ada orang-orang berjas hitam di rumah? Tapi kenapa hatiku sakit mendengarnya?"


#####


Siang harinya.  


Siska keluar apartemen untuk mencari udara. Setidaknya mencari ketenangan di kafe atau hanya sekedar melihat bunga di taman kota.


Siska duduk di taman.  Dia kembali ingat dengan Parel, karena memang  Parel suka membawannya ke taman. Alasannya karena Siska suka bunga.


" Ada apa dengan ku. Sudah 2 tahun aku lari. Tapi aku kembali ke tempat semula. Bayangan dan ingatanku tak pernah hilang darinya" Kata siska melihat mawar yang mekar.

__ADS_1


" Kau sangat tampan" kata Siska tanpa sadar mengingat Parel di depan rumahnya memandang mawar biru.


" Siska. Apa apaan kamu ini dia sudah punya istri? Astagfirullah"


Sore hari.


Siska kembali pulang. Namun mobilnya terhenti melihat wanita paruh baya yang kesulitan membawa barang belanjaan.


" Sini bi. biar saya bantu." Kata Siska saat sampai di tempat orang tadi dan memegang plastik yang hampir terjatuh.


" Terima kasih non" katanya dan membiarkan Siska mengambil plastik tersebut.


" Bibi mau pulang? Naik apa?"


" Iya non, tapi bibi tidak tau naik apa. Biasannya bibi dijemput sopir tuan tapi mobilnya mogok di perjalanan kesini jadi saya tidak tau. Begini saja non bisa tolong bubi carikan taksi"


"Tidak usah bi. Biar saya antar"


" Benarkah? Saya takut mengganggu non"


" Tidak saya juga tidak ada kerjaan"


" Baiklah non. Terima kasih"


Siska meletakan barang belanjaan kedalam mobil.


Di dalam mobil.


" Terima kasih sekali lagi non"


" Sama-sama bi. Saya Sinta Angreati"  Siska meperkenalkan dirinya sambil tersenyum.


" Saya bi Tanti non. Non Sinta cantik bukan hanya wajah tapi juga hatinnya"


"Ah engga juga bi" Jawab Siska fokus pada setirnya.


" Non udah kerja apa masih kuliah?"


" Saya sudah kerja, bi"


" Ooh.. Kerja dimana non?"


" Lovekontruksi"


" Kerja bareng Yonathan ya non?" Tanya bibi itu membuat Siska kaget


" Iya..bibi kenal sama kak Yona?"


" Kenal non. Dia sering ke rumah tuan. Dia dateng cuma mau main, cuma cari makan, kalau engga ngasih berkas sama tuan" jawab bi Tanti.


" Oh jadi big bos kak yona"


"Ooh. Saya assitennya kak Yona"


" Umur non berapa? Sepertinnya sebaya dengan tuan saya"


"Benarkah? Aku fikir dia sudah tua"


" hah? Tidak tuan saya masih muda. Tuan saya sangat baik dan juga tampan, Tapi..."


" Tapi kenapa bi?" Tanya Siska penasaran.


" Cinta tak berpihak padanya. Tuan sangat mencintai seseorang. Orang itu cinta pertamannya. Namun sang gadis meninggalkan tuan. Aku kasian sama tuan. dia orang yang baik. Sangat baik. Dia tidak pernah membedakan orang kaya dan miskin. Kami pembantunya saja dianggap keluarga. Kadang kami diajak makan bersama..."


" Kenapa gadis itu meninggalkannya?" Tanya Siska penasaran.


" Kenapa aku penasaran, seakan cerita ini sangat menarik"


" Lalu? Lalu apa, bi?" Tanya Siska saat bi tanyti berhenti.


" Lalu dia terpaksa mencari pengganti gadis itu. Akhirnya tuan menikah karena paksaan dari maminya.  Siapa sih non yang mau anaknya terus terluka?" Tanya bi Tanti yang dijawab anggukan Siska.


" Sepertinnya aku pernah dengar cerita ini" batin siska.


" Lalu kenapa bibi sedih? Bukankah tuan yang bibi bicarakan sudah bahagia dengan istrinya?"


" Tidak non, tuanku tidak bahagia"  kata bi Tanti sambil menangis.


" Kenapa?"


"Karena pernikahan itu bukan karena cinta. Tuan tidak mencintai gadis itu dan gadis itu cuma cinta harta"


" Lalu kenapa dia menikah?"


" Karena ia tidak mau pacaran. Namun setelah menikah tuan juga tidak bisa menyentuh istrinya"


"Kenapa?"


" Karena ia masih mencintai cinta pertamanya"


" Bukankah cinta bisa hadir dengan berjalannya waktu?".


" Itulah yang dibilang maminya tuan non agar membujuk tuan menikah" kata bi Tanti. Seketika Siska kaget.


" Dan sampai sekarang ya non, tuan masih mencari cintanya dan istrinya sekarang tidak di sentuh tuan"


" Tuan mu sungguh kejam"


" Tidak !!! kenapa nona bisa bilang tuan kejam. Tuan tidak kejam,  gadis yang meninggalkan tuan yang kejam.


" Bukankah dia sudah punya istri? ia harus..." kata siska kembali di potong.


" Siapa bilang tuan tidak mau. Aku tau dia laki-laki dia juga tau agama. Tapi setiap tuan ingin menyentuh istrinya bayangannya tertuju pada gadis itu. Kau tau betapa sakitnya tuan saat keluar kamar. Dan masuk ke kamarnya sendiri. Saat itu bibi ada di depan kamar. Dan pintunya terbuka sedikit bibi bisa jelas melihat tuan menangis sambil memeluk lututnya dan berkata.


" Tuhan. Apa salahku? aku cuma mencintainya. Aku merindukanannya. Apa salahku bila mencintainya? Apa aku tak pantas di cintai?  Ayah. Aku rindu dia. Ayah apa kau melihatku di sana? Mami jahat menyuruhku mencari penganti. aku makin tersiksa di sini. Tuhan, kalau bukan dia jodohku. Aku cuma mau dia bahagia dan biarkan aku juga bahagia. Apakah kesalahku sangat fatal sampai ia meninggalkanku tanpa membiarkan aku menjelaskannya?. Tuan terus menangis dan bibi tak sanggup melihatnya akhirnya bibi meninggalkan tuan sendiri"


Cerita bi Tanti membuat Siska ikut menangis.


" Apakah bibi tau gadisnya?" Tanya Siska mengusap air mata begitu pula bi Tanti.


" Tidak non. Bibi tidak tau. Tapi yang bibi tau dia yang merubah tuan dari orang yang dingin, tanpa tersentuh. Menjadi tau cara tersenyum bahagia dan cara bicara ramah dan dia juga membuat tuan kembali"


"Apakah bibi marah pada gadis itu?"


"Tidak cuma bibi kecewa tapi bibi tidak berhak marah"


"Kenapa?"


" Bibi pernah tanya pada tuan. Tuan marah? Dia jawab "Aku tidak marah aku cuma kecewa. Karena sebelum aku tau alasannya, maka aku tidak berhak marah"


" Tuanmu yang mengatakannya?"


" Ya"


"Tuanmu hebat"


" Iya . Tuan sangat hebat tuanlah yang mengajarkan banyak pada kami. Walau tuan dulu dingin semenjak kehilangan ayahnya karena kecelakaan, namun dia tidak pernah lupa akan tuhannya dan tuan juga yang mengajarkan kami untuk bersyukur, sholat dan mengaji"

__ADS_1


" Waw. Aku benar-benar takjub pada tuanmu, Bi"


" Ya. Apakah non ingin bertemu tuanku?"


"Tentu saja. Jika ada kesempatan aku sangat beruntung" kata Siska sambil tersenyum.


Seketika suasana menjadi hening.


" Maaf non. Bibi banyak cerita. Tapi entah kenapa bibi terasa nyaman deket non. Sampai bebas bercerita."


" Tidak apa-apa, bi. Saya senang mendengarkannya"


" Ini rumahnya, bi?" Tanya siska sesampai di depan rumah mewah.


" Iya. Non"


Siska memasukkan mobilnya ke dalam perkarangan dan membantu bi Tanti membawa barang belanjaannya.


" Duduk dulu non"


" Terima kasih" jawab Siska dan duduk di sofa ruang tamu.


Sedangkan bi Tanti ke dapur membawa barang belanjaan.


Tidak lama bi tanti kembali mebawa cemilan dan jus jeruk dan meletakkannya di meja.


" Terima kasih non sekali lagi sudah mau menbantu bibi membawa barang belanjaan. Apa lagi tadi bibi malah cerita panjang lebar" kata bi Tanti setelah duduk di salah satu sofa di dekat siska.


" Tidak masalah bi. Aku malah bersyukur dapat mengambil hikmah dari cerita bibi".


Tiba-tiba suara lagu dari atas yang cukup keras. Lagu itu lagu hanya rindu.  Siska menutup matanya. Mengingat masa ospeknya yang dapet hukuman menyanyi. Itu lagu bila ia rindu dengan nenek. Siska dekat sama neneknya. Namun karena tuhan sayang neneknya tuhan mengambilnya. Tiba-tiba Siska menangis.


" Non menangis? " Tanya bi Tanti


Siska membuka mata.


" Ah ini" jawab siska sambil mengusap pipinya.


" Ya aku mendengar lagu itu. Membuat aku rindu nenekku" lanjut Siska.


" Oh itu tuan. Sepertinya semenjak gadis itu pergi tuan selalu mendengarkan lagu itu".


" Oohh..."


" Apakah di sini tak ada siapa-siapa?" Tanya Siska. Karena sedari tadi hanya ada dia, bi Tanti, dan satpam di depan


"Bukankah sudah beristri dan punya banyak pembantu?" fikir siska.


" Oh jam segini para pelayan di rumah belakang tempat istri tuan. Kalau istri tuan kalau engga di rumah maka di Mall belanja. Tuan tidak mengijinkan istrinya masuk ke rumah ini. Sebenarnya nih nya, bibi suka tuan engga nyentuh istrinya" kata bibi Tanti


" Kenapa?" Tanya Siska kaget dengan pernyataan bi Tanti terakhir.


" Karena istri tuan tidak menyukai tuan. Ia menyukai harta tuan. Bibi dengar sendiri saat bibi di belakang" jelas bi Tanti.


" Ooh."


" Bi" kata seseorang yang ada di tangga dan berjalan turun. Sedangkan bi Tanti langsung berdiri.


" Tuan? Apakah ada yang bisa saya bantu?"


" Oh tidak. saya dengar pak Joko (sopir) tidak jemput bibi. Bibi pulang naik apa?" Tanya orang itu yang tak lain Parel.


" Tuan saya di bantu non Sinta"


" Sinta? Oh asistenya Yonathan?" Kata Parel


Siska berdiri dan mengahadap Parel.  Siska dan Parel terkejut. Mereka diam sambil menatap.


" Jadi tuan yang bi Tanti ceritain itu dan big bos adalah kak Parel? Oh tuhan Aku belum siap untuk bicara dengan kak Parel hari ini" Batin Siska


" Pantes engga ketemu. Ternyata berubah jadi bidadari. Orang-orangku pasti tidak mengenalinya" batin Parel


" Non, ini tuan saya" Kata bi Tanti. Menyadarkan Siska dan Parel.


" Sa... saya pulang dulu, bi" kata Siska gugup dan mengambil tasnya. Siska hendak pergi namun tangan Parel langsung menutupi jalannya.


" Sis, dengar dulu penjelasan gua, Sis" kata Parel lirih.


" Kak, engga ada yang perlu dijelasin"


" Ada, Sis. Banyak"


" Kak saya belum bisa bicara sama kakak"


" Sampai kapan, Sis? ini udah 2 tahun" kata Parel lirih.


" Belum kakak  baru 1 tahun 11 bulan 7 hari" jawab Siska membuat Parel tersenyum.


" Kau mengingat setiap harinnya? Apa kau sengaja untuk 2 tahun?"kata Parel menggoda.


" Kak. Aku lagi emgga mau main" kata Siska penuh penekanan.


" Siapa juga yang mau main? Loe kira enak dimainin kek gini?"


" Kak aku capek. Aku mau menyerap semua informasi dulu".


" Sis. Dengerin penjelasan gua".


" Engga perlu ada yang dijelasin".


" Kalau gitu saya pergi ke dapur dulu non tuan" kata bi Tanti tidak enak karena itu urusan mereka.


" Kak. Awasin tangannya" kata Siska penuh penekanan.


" Engga!! loe dengerin penjelasan gua dulu"


" Kak, kakak engga perlu menjelaskan apapun pada Siska. Siska udah tau" kata Siska membuat Parel binggung.


"Biarin Siska mikir dulu" lanjut Siska. Kemudian Parel menurunkan tangannya dan Siska mulai melangkah menjauh.


" Sis" kata Parel lirih memberhentikan langkah Siska.


" Gua minta maaf. Asal loe tau gua engga ada niat ngebohongin loe.  Gua cinta sama loe, Sis" kata Parel membuat Siska kembali berbalik melihat Parel.


" Gua tau. Tapi loe punya istri" Jawab Siska dan membuat hati Parel seperti tertusuk.


Siska berbalik lagi dan melangkah. Dan kemudian berhenti lagi.


" Tapi aku tidak pernah menyentuhnya. Karena bagi gua, bila kamu yang memulai maka kamu yang mengakhirinya dan karna hanya kamu yang aku mau. Ya aku salah mengikuti kemauan mami. Tapi aku benar-benar tidak berdaya. Asal loe tau Sis, gua cuma sayang sama loe. Aku mohon jadilah miliku, menikahlah denganku dan hentikan semua ini"


" Sis, jika kamu engga suka statusku. Aku rela kok lepasin semua jabatanku dan menceraikan istriku. Asal kamu mau hidup bersamaku aku sudah bahagia, walau itu gubuk sekalian".


Setelah itu Siska melangkah keluar dan melaju dengan mobilnya.


####


autor revisi...

__ADS_1


Commen, like ya...


Ditunggu kelanjutannya


__ADS_2