I hate you status

I hate you status
Bab 29


__ADS_3

Siang ini, Parel sangat gusar. Ia berjalan ke kamar,ke ruang tamu, ke dapur, ke ruang tamu lagi dan kerjaannya hanya jalan bolak-balik.


Pikirannya hanya pada seseorang yang selama ini dia cari. Sang bidadarinya yang membuat hidupnya bahagia dan juga menderita.


Pasalnya gadis itu sudah pergi selama seminggu dari insiden waktu Siska meninggalkan rumah Parel. Parel tau setelah itu, Siska pulang ke rumahnya karena pada malam harinya penjaga di rumah Siska menelponya dan memberi tau yang Siska katakan.


Awalnya Parel masih resah membiarkan Siska tanpa pengawasan. Ia takut Siska meninggalkanya lagi, tapi dia juga tau kalau Siska juga orang keras kepala. Jika dia mengatakan sesuatu maka dia akan melakukanya.


Sekarang Parel duduk di sofa ruang tamu.


"Ia bilang tunggu aku, tapi kenapa sampai sekarang belum kembali? Apa dia meninggalkanku lagi? Kenapa aku percaya begitu saja dan melepas semua pengawasan? Tidak bisa begini aku harus bertindak sesuatu."


" Akh sial jika dia tau, maka kali ini aku akan kehilangan dia selama-lamannya. Tapi aku tidak bisa tinggal diam" kata Parel yang berbicara sendiri.


" Pak Sony ( salah satu pengawal parel)." Teriak Parel dan pak Sony pun datang.


"Ada apa tuan?" jawab pak Sony setelah sampai di depan majikannya itu.


" Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Parel tiba-tiba.


" Maaf tuan! saya tidak mengerti.".


" Apa yang harus saya lakukan? Aku ingin mempercayainnya tapi aku takut dikecewakan" kata Parel dan pak Sony hanya diam dia takut salah menjawab.


" Kenapa dia belum datang?" Kata Parel dan pak Sony hanya diam menunduk.


" Apa aku harus percaya? Ah tidak pak coba kau ke..." kata Parel yang terpotong.


" Apakah kau tidak percaya padaku, tuan?" Tanya seseorang yang baru datang dan mengejutkan Parel.


Parel melihat kearah suara. Di depan pintu berdiri gadisnya yang cantik dengan busana hijab dan kaca matanya.


" Apa aku pernah berbohong padamu?" Tanya Siska lagi sambil mendekat dengan Parel.


Ya Siska tidak pernah berbohong. Dia meninggalkan Parel tapi tidak pernah berbohong pasalnya Siska tidak pernah berjanji untuk selalu bersama Parel.


" Aku hanya takut" jawab Parel tegas.


" Seorang tuan Parel Dwi David Sasendri takut?" Kata Siska meledek.


Kini Siska berasa tepat di depan Parel. Dan Parel terus memandangi Siska seakan tidak percaya bahwa gadis itu benar ada di hadapannya.


Siska yang diperhatikan seperti itu jadi salah tingkah.. "Ada apan tuan?"


Pertanyaan Siska membuat Parel sadar.


" Apakah tuan mau bicara sambil berdiri?" Tanya Siska lagi. Namum Parel yang setengah sadar hanya menjawab..." Ha?"


Siska hanya mengaruk tekuknya yang tidak gatal.


" Apakah saya tidak diizinkan duduk?" Tanya Siska lagi dan membuat Parel tersadar.


" Ya. Silahkan duduk" Parel mempersilahkan Siska duduk.


" Bagaimana dengan yang seminggu lalu kita bicarakan?" Tanya Parel tanpa basi-basi setelah Siska dan dirinya duduk di sofa.

__ADS_1


" Apakah aku tidak diberi minum, tuan? Aku haus dari perjalanan jauh" kata Siska tidak mempedulikan pertanyaan Parel.


" Bi. Bi Tanti " jerit Parel.


" Ia. Tuan" jawab bi Tanti datang dari dapur


"Tolong bawakan minumam dan cemilan untuk Siska, bi" perintah Parel.


" Baik tuan" jawab bi Tanti dan pergi ke dapur.


" Apa kau tidak mau menjawab pertanyaan ku, Sis?" Tanya Parel dan menatap wajah Siska.


" Aku akan jawab, tapi tunggu minumanku datang" kata Siska tanpa menatap Parel.


"Apakah kau sangat haus?" Tanya parel terus menatap Siska. Tapi Siska hanya diam dia bingung karena Parel selalu menatapnya.


Tidak lama bi Tanti datang dan menaruh minuman dan cemilan ke meja.


" Selamat diminum non? dan saya permisi ke dapur" kata bi Tanti setelah meletakkan minuman dan cemilan ke meja.


" Terima kasih, bi" jawab Siska.


Siska langsung mengambil minuman dan meminumnya sampai habis.


" sepertinya kau benar-benar haus" goda Parel sambil tersenyum melihat Siska minum sampai tidak tersisa di gelasnya. SISKA hanya diam.


" Apa kau perlu minum lagi, Siskita" goda Parel lagi dan siska tetap diam.


" Sekarang kau sudah mau menjawabku?" Tanya Parel serius.


" Ya" jawab Siska singkat.


" Aku belum mencintaimu" Jawab Siska tegas tanpa melihat Parel membuat wajah Parel sedih.


"Tapi aku akan belajar mencintaimu" Lanjut Siska mengukir senyum diwajah Parel sejenak.


"Apa kau tau aku tak suka pacaran?"


" Ya" jawab Siska singkat.


" Jadi kau mau menikah denganku?" tanya Parel penuh harap dan membuat Siska melihat ke arah Parel.


" Ya. Aku akan menerima mu dan menikah dengan mu. Mari kita hentikan kejar mengejar ini dan hentikan kabur kaburan ini." jawab Siska tegas.


" Benarkah?"


"Ya, tapi ada 4 syarat".


" 4 syarat apa itu?" Tanya Parel penasaran.


" Yang pertama. Kau tidak boleh menceraikan istrimu tanpa alasan yang jelas" Kata Siska ini membuat Parel kaget.


" Kenapa? Apakah kau tidak keberatan dengan keberadaanya?"


" Ya, aku keberatan. Tapi ia datang sebelum aku disini. Aku lah yang sebenarnya menggangu mereka" jawab siska tegas

__ADS_1


" Baiklah kalau itu maumu. Apa yang kedua?"


" Yang kedua, kau tidak boleh memaksa aku untuk melayanimu. Jujur traumaku belum total sembuh dan aku juga belum mencintaimu"


"Aku tidak masalah dengan syarat ini karena aku tidak akan memaksa jika orang itu tidak mau. Lalu apa yang ke tiga?.


" Aku mau pernikahan kita sederhana"


" Baiklah aku tidak masalah. Lalu yang ke empat?"


" Yang terakhir. Setelah aku menikah aku akan tetap berkerja "


" Tapi untuk apa kau berkerja? Aku bisa menafkahi mu. Menurutku uangku cukup jika sekedar untuk mu senang-senang" jawab Parel terkejut.


"Tidak. Itu uang mu dan aku cukup senang bekerja dan mendapatkan uangku sendiri"


" Tapi..."


" Apakah anda keberatan, tuan? maka batalkan saja pernikahan ini" kata siska mengancam.


" Itu saja?"


" Ya" jawab Siska singkat.


" Aku tidak keberatan. Tapi kau berkerja bukan sebagai asisten Yonathan tapi sebagai sekertaris pribadiku".


" Tapi..?"


" Bukankah kau bilang tadi itu saya syaratnya?" potong parel


" Ya, tapi...".


" Bukankah kerja di dekat suami sendiri lebih baik dibanding kerja dekat orang lain. Lagi pula kau kerja di lovekontruksi sama saja kerja denganku. Sekalian kau bisa belajar mencintaiku."


" Baiklah. Kapan kita akan menikah?"


" Secepatnya. Mungkin 5 hari lagi"


"Baiklah. Cukup pembicaraan kita hari ini. aku akan pergi tuan " pamit Siska dan berdiri.


" Kau mau kemana?"


" Pulang ke apartemen".


" Tidak..kau tinggal di sini saja"


" Tidak tuan. Kita belum menikah. Lagipula aku ingin pergi menemui kak Yona sekalian pamit".


" Apa perlu aku antar?"


" Tidak aku bisa sendiri. Terima kasih".


Siska pun pergi


########

__ADS_1


__ADS_2