
"terus, mas ?" tanya siska penasaran
"ya, pada saat kebakaran yang di hotel sasendri yang terakhir. mami ngak tau dapet ide dari mana untuk pura-pura bangkrut. dengan tujuan mengecoh mereka.kalau mereka kira aku bangrut maka mereka akan kira mereka menang, sehingga mereka lengah. awalanya mas ngga setuju mas ngga mau bohongin kamu lagi. mas takut kehilangan kamu. cukup 2 tahun itu aja, tapi sudah merusak segalanya."
"trus kenapa mau?"
" kebakaran terakhir di pabrik sasendri pram. aku tanya polisi bagaimana kalau pura-pura bangrut.? awalanya polisi ngga mau. itu kebohongan publik? tapi kenapa ngga kita coba? banyak korban dan juga banyak kerugian. bukan sasendri aja tapi juga negara. trus polisi setuju. tapi harus ijin sama gubernur. agak ribet sih tapi berhasil dalam 2 hari.. mas juga berkerja sama dengan iklan untuk menyampaikan berita kebangrutan sasendri"
"aku tidak tau bahwa serumit ini, mas"
"awalnya mas mau bilang sama kamu kalau semua ini bohong. namun mami melarangnya. "jika aku tidak memberi tau yang lain maka satupun istrimu tidak boleh kamu beri tau. percayalah padanya jika kamu mencintainya". itu yang di katakan mami. ya aku nurut dan akhirnya kita pindah ke apartemen kecil itu."
"lalu?"
"ya. mas harus pura-pura berkerja di bengkel. mas menemui pemilik bengkel dengan alasan mas menguji istri mas...ini ngga boong kan? mas memang menguji kesetian istri-istri mas.. hehe akhirnya mas bebas dari dia dan mendapatkan yang setia (pipi siska memerah)"
"memang nambah ribet. mas harus ke kantor dan ke bengkel..ya akhirnya yang menyebabkan semua ini terjebak"
"lalu kenapa mas mabuk-mabukan? apa itu ca pura untuk dapet pelakunya?"
"ya. cuma pura-pura tapi bukan untuk dapet pelaku ini?"
"lalu kenapa?"
"mas cemburu"
"cemburu? sama siapa?"
"ah. kita lanjut tidak . sebelum itu mas minta maaf "
__ADS_1
"ya? maaf untuk"
"untuk segalanya.. mas baru tau kamu terluka saat kamu ijin ke pasar. kamu membalut lukamu di dapur. saat itu mas ingin membantu tapi mas tidak jadi. jadi mas duduk di ruang tamu."
"ok."
"selanjutnya. kamu pergi dan pamit sama mas. tidak lama kamu pergi. ada yang bertamu"
"bertamu? siapa?"
"polisi"
"polisi? kenapa polisi datang, mas?"
"polisi datang tentang kasus pemyerangan kamu. sayang (parel mengusap kepala siska). mereka mencari kamu. ya mas bilang kamu pergi ke pasar. trus kamu nelpon kamu ketemu mama dan ngajak ke tempat om restu."
"ya, mas izinin dong."
"tapi mas jahat itu. masak bilang sekalian tidak usah pulang"
"hhehehe. biar mas bisa menyelesaikan masalah mas. mas bilang suami kamu dan bertugas untuk mengantikanmu untuk mengurus itu. awalanya polisi itu tidak setuju. karena harus orang yang melapor ya kamu sis. tapi mas kasih kartu nama dan menelpon ketua polisi mereka."
"ok."
"akhirnya diizinkan. mas ikut ke kantor polisi dengan mereka. mas yakin benar kalau yang mau menculik dan menyakiti kamu adalah orang yang ngancem mas."
"trus mas?"
"sampai dikantor polisi. mas dan polisi mas yang ngambil alih penyelidikan. seharian tapi dia ngak ngaku."
__ADS_1
"terus terus."
"akhirnya dia ngaku. pas pak andri dan mami dateng"
"pak andri dan mama? apa hubungannya?"
"ya. pas pak andri dateng. dia bilang hahah akhirnya keluarga besar sasendri dateng. ya mas binggung sih. mas kira mami, tapi ternyata pak andri dan mami. ia salah sangka mengira pak andri adalah papi"
"loe kok bisa?"
"ya. dia adalah anak dari supir papi"
"supir papi? yang pas kecelakan?"
"ya. kecelakaan itu tidak hanya mengambil nyawa papi tapi juga nyawa sopir papi"
"lalu kenapa dia balas dendam sama sasendri. kan mas. pasti udah dikasih uang kompensasi?"
"nah itu." parel berhenti saat azan zhuhur.
"nah itu apa mas? kalian tidak ngasih kompensasi? " parel tidak menjawab
"is mas. terus bagaimana? terus. terus mas.(parel menjitak kepala siska) AUw. kok malah siska di jitak"omel siska dan memanjunkan mulutnya.
"kamu sih terus terus melulu. sekarang waktunya zuhur . kita sholat dulu trus makan siang. habis itu mas lanjutin."
"oke." jawab siska sambil mengangkukkan kepalanya setuju..
see you next time
__ADS_1