
Siska keluar dari rumah Parel dengan pikiran yang kacau. Mengendari mobil dengan sangat pelan karena pikirannya hanya pada kejadian hari ini.
" Apa yang harus aku lakukan, ya Allah?" Doa Siska lirih
Kemudian Siska melaju sangat cepat. Tibalah dia di depan rumah yang dia rindukan selama ini. Rumah yang hanya dapat ia liat dari jauh selama 2 tahun. Iya rumah orang tua Siska.
Siska turun dan orang berjas hitam melihat Siska. Siska menghampirinya.
" Kau anak buah kak Parel?" Tanya siska namun orang itu tampak bingung.
" Oh ya.. kau anak buahnya tuan Sasendri?" Tanya ulang Siska dan dijawab angguk.
" Kau bisa pulang sekarang. Bilang sama tuan mu. Aku baik-baik saja dan tunggu aku di sana" kata Siska tegas.
" Tapi.. nona..".
" Apa kau tidak mengerti? Jika aku pagi masih melihatmu. Jangan salahkan aku mengadukannya pada tuan Sasendri" kata Siska mengancam.
" Baiklah nona"
" Satu lagi, bilang sama dia jangan mengawasi ku dari jauh. Jika aku melihat ada yang mengawasiku jangan salahkan aku menghilang kembali" kata Siska mengancam.
Terlihat orang itu melangkah masuk mobil dan pergi.
Siska kembali menatap sekeliling. Kegelapan malam menutupi. Hanya remang-remang lampu yang menyinari. Terlihat bunga-bunga taman yang masih tersusun cantik. Mata Siska tertuju pada pintu yang tertutup tak jauh dari tempatnya berdiri. Takut, tegang, dan sedih datang bersamaan. Dengan sekuat tenaga Siska melangkahkan kaki mendekati pintu.
Tok tok tok. Siska mengetok pintu
" Assalamu'alaikum" salam Siska tanpa jawaban.
" Assalamu'alaikum, mah" salam Siska lagi
" Aa mungkin sudah tidur?" Tanya siska sambil melihat jam di tangan. Ditangannya sudah menunjukkan jam jam 20.25.
" Asalamu'alaikum" salam Siska lagi sedikit berteriak.
Di dalam rumah. Keluarga Siska baru selesai sholat isya.
" Dek coba lihat siapa yang ngetuk pintu?" suruh Erika mama Siska.
" Mungkin bodyguard nya kak Parel" kata fitri adik Siska.
" Engga dek suara perempuan"
" Kapan sih kak Parel nyuruh orang di depan pulang?" Tanya Fitri malas.
"Dek lihat dulu di depan" suruh Rangga ayah Siska.
" aiya iya" jawab Fitri males
Sesampai depan Fitri di depan pintu.
" Assalamu'alaikum." Salam Siska sekali lagi.
"Waaikum salam, sabar" kata Fitri membuka pintu.
Dilihatnya berdiri seorang wanita yang memakai hijab terlihat anggun dan sangat cantik. Fitri tidak tau kalau itu Siska.
"Cari siapa ya? " tanya Fitri pada Siska.
Tanpa permisi Siska memeluk adiknya. Fitri pun terkejut.
" Siapa wanita ini?" Tanya Fitri dalam hati namun Fitri engan mendorong orang yang tiba-tiba memeluknya.
Kemudian Siska melepaskan pelukanya dan memegang kedua bahu Fitri serta wajahnya sejajar dengan fityri.
" Mama papah dimana, sayang?" kata Siska. seketika itu air mata yang sudah lama dibendungnya itu pun lolos jatuh membasahi pipi Siska. Namun Fitri masih tidak mengenal Siska. Karena Siska jarang pakai jilbab. Kalau ada pengajian atau yasinan saja itu juga tidak berbentuk. Sedangkan yang dihadapanya adalah gadis anggun dengan tubuh terbalut gamis panjang dan jilbab besar. Kaca mata yang menutupi mata menambah keanggunan.
" Dek, siapa yang dateng?" tanya eryika yang keluar bersama Rangga.
__ADS_1
Siska langsung berjalan mendekati Erika dan Rangga dan memeluk Erika. Kini Siska menangis sekuatnya. Dia merindukan mamanya. Sangat merindukannya.
Namun Erika yang di peluk bingung. Erika melihat ke arah Fitri dan Rangga mencari jawaban, namun Fitri hanya mengeleng dan menaiki kedua bahunya menandakan ketidaktauan
Siska kembali melepaskan pelukkannya dan melihat wajah Erika. Mata mereka saring bertemu.
" Siska?" Tanya erika menyakinkan dengan mata yang berkaca-kaca. Siska hanya mengganguk.
Rangga yang di samping bingung dengan ucapan istrinya.
" Siska?"
Kedua tangan Erika terangkat dan menangkup pipi siska.
"Kamu benar Siska? anak mamah?" Tanya Erika lagi dan dijawab anggukan saja oleh Siska.
" Kamu benar Siska kan?" Tanya Erika lagi dengan air mata yang juga sudah membasahi pipinya.
" aiya. Mah ini Siska. Maafin Siska ya?" Jawab Siska sambil cengugukan akibat menangis.
Erika langsung menarik Siska dalam peluknya. Mereka berdua menangis.
Fitri masih berdiri di depan pintu dan masih mencerna.
" Siska. Kak Siska?" Kata Fitri setelah mengerti dan mendekati kedua sejoli yang masih berpelukan.
"Kamu benar Siska?" Kata Rangga yang masih tidak percaya.
Erika melepaskan pelukan.
" Kemana aja kamu, nak?kamu tau kami khawarir, sayang?" kata Erika yang terus memandang wajah Siska.
Fitri melihat Siska dari atas sampai bawah. Begitu juga Rangga. Mereka masih tidak percaya bila yang di depannya adalah Siska.
" Mah. Pa. Mba Rina kemana?"Tanya Siska
" Engga kamu bukan Siska, kamu pergi. Anak saya yang satu itu lebih memilih tinggal di luar rumah dibandingkan tinggal sama ibunya" kata Erika membalik tubuhnya ngebelakangin Siska. Siska tau kau ibunya lagi marah. Siska memeluk ibunya dari belakang.
" Mah Siska ada alasannya. Yang pasti Siska sayang sama mama dan Siska janji engga akan ngulangin kesalahan yang sama".
Erika melepaskan pelukan Siska dan berbalik, kemudian ia memeluk Siska.
Rangga mengusap punggung Erika.
" Mah" panggil Rangga
.
Erikapun melepaskan pelukannya.
Siska ke depan Rangga
" Papah, Siska rindu?" Kata Siska lirih dan air matanya tak berhenti mengalir.
" Sini sayang peluk papa, papa juga rindu" Rangga mentangkan tangannya dan Siska memeluk pinggang ayahnya dan menangis lagi. Erika melihat itu juga memeluk suaminya dan Siska.
Fitri melihat itu, dia datang dan memeluk Siska dan eri danka. Mereka nangis bersama.
Tak berselang lama mereka melepas pelukan dan bersama-sama mengusap pipi masing masing.
" Duduk sayang kamu pasti lelah, kamu masih punya hutang sama mama" Suruh Erika kepada Siska.
" Hutang?" Siska binggung.
" Hutang cerita, mama rindu kamu cerita, sayang?" Lanjut Erika.
" Engga mah. Siska belum sholat isya" kata Siska dijawab anggukan sama Erika.
Siska berjalan kebelakang untuk sholat
__ADS_1
Selesai sholat Siska melihat kedua orang tuannya dan Fitri duduk menantinya.
"Kak, tadi Fitri masih engga percaya, kalau itu ka Siska dan Sekarang Fitri percaya ini kak siska, karena kakak engga pakek jilbab" kata Fitri polos membuat semua tersenyum.
" ceritanya bisa besok engga mah? Siska capek" tawar Siska pada Erika.
" Engga! nanti kamu hilang lagi kek waktu itu".
" Mah, biarin Siska tidur keknya dia capek" kata Rangga
"Engga! Mama mau. Se..ka..rang" Kata Erika penuh penekanan.
"Baiklah Siska cerita"
Siska cerita alasan dia kabur mendengar kata kak Rina didepan pintu, tinggal di gubuk, kosan baru, pakek hijab, ngambil ijasah, tabrakan, apartemen, kerja, ke Palembang, ketemu Yoga dan sampai kejadian dia ketemu Parel tadi sore.
"Jadi kamu kabur. Karena dengar parel mau lamar kamu dan karena tau kami sembunyiin parel tinggal dirumah 3 hari? Sehingga kamu kasih kesimpulaan dia ngancem kita?" Tanya Rangga yang tidak pecaya dan dijawab anggukan oleh Siska
" Nak, Parel ke sini bukan mau gacem kita" jelas Erika.
" Lalu ngapain? Kenapa ngga cerita?"
"Nak Parel dia kesini mau dengar masalah yang buat kamu trauma, dia mau bantu kamu. dia juga cerita kenapa dia nyembunyiin statusnya. Dia memang minta izin ngelamar kamu tapi engga memaksa siapapun" jelas Erika.
" Dia cerita alasan dia bohong?" Tanya Siska.
" ya. Dia benar-banar engga niat bohong sama kamu, nak. Dia nyebunyiin statusnya sebelum kenal kamu..... (kemudian sesuai cerita parel).
Siska menangis.
" Selama ini dia nilai Parel salah. Dia engga jahat sama sekali"
" Yaudah kita istirahat sekarang udah jam 11 malem" kata Rangga.
"Sis, kamu tidur sama Fitri dulu, kamar kamu belum dibersihin" Kata Erika.
" Jangan menghilang lagi ya, sayang. Selamat tidur" lanjut Erika dan mencium puncak kepala Siska.
" Selamat tidur" Jawab Siska.
####
Dikamar fitri.
"Kak udah tidur ya?" Tanya Fitri.
" Belum... Kenapa?
"Fitri mau tanya. Jadi apa yang kak Siska dapet selama kabur?" Tanya Fitri polos.
" Banyak. Ba...nyak."
" Apa itu? Kalau banyak?.
Siska langsung melihat fitri
"1. Hidayah. Kakak pakai hijab sekarang dan lebih dekat dengan ALLAH.
Kakak dapet kerjaan.
3. Dapet ngehilangin trauma kakak
Yang pasti kakak dapet pelajaran yang bermakna" jawab Siska.
Sambil memejamkan mata. Tidak butuh waktu lama Siska dan Fitri untuk ke dunia mimpi masing-masing
__ADS_1
#####