I hate you status

I hate you status
Bab 30


__ADS_3

Karena pernikahan akan segera dimulai. Orang tua Siska untuk sementara tinggal di apartemen yo masihna tempat tinggal Siska selama ini.


" Nak, apakah kamu yakin menerima pernikahan ini?" tanya Rangga memastikan keputusan Siska.


" Siska sudah yakin pah, mah" Jawab Siska tegas.


" Apakah kamu yakin dengan keputusan kamu ini , sayang?" tanya Erika kepada putrinya.


"Ya, Siska sudah yakin. Sampai kapan kalian akan bertanya ini, mah pah?"


" Karena mama dan papah belum dapat jawaban yang membuat mama yakin. "


"Yang mana membuat mama ragu?"


" Nak parel sudah menikah dan punya istri .."


"Ya, mah Siska tau itu" potong Siska membuat mama dan papah nya terkejut. Mahlum lah orang tua Siska tidak suka bergosip.


" Lalu pernikahan kak Parel sama istrinya adalah kesalahan Siska. Bukankah Siska yang pergi tanpa bilang? yang membuat kak Parel harus menikahi istrinya. Ini salah Siska mah.. sudah cukup kesakitan yang dialami kak Parel , kak Parel sudah cukup menderita karena Siska. Bukankah sekarang saatnya kita berhenti. Siska lelah kabur dan ini satu-satunya solusi untuk kekacawan yang telah terjadi"


"Bukankah kamu tidak cinta sama Parel? Apa kamu yakin akan menikah dengan orang yang tidak kamu cintai?" Tanya Rangga


" Mah, cinta bisa datang dengan seiringnya waktu" Jawab Siska


"Tapi, sayang...."


" Mah, sebenarnya Siska sendiri tidak tau perasaan si danska. Apakah Siska masih membenci kak par danel? apa ini rasan cinta atau apa? Yang pasti Siska sakit liat kak Parel kek gini. Selama Siska pergi. Siska selalu ingat kak Parel."


"Baiklah sayang, papah dan mama dukung apapun yang jadi keputusan. Ingat ya sayang kamu harus bahagia dan kami adalah keluarga jika kamu ada masalah bisa bantuan mami, papi" Jelas Rangga.


" Tentu. Siska sayang mama papah" kata Siska sambil memeluk mamanya.


"Nak. Satu pesan mami kalau ada masalah sama suamimu bicaralah denganya dengan kepala dingin" pesan Erika pada putrinya.


"Assalamu'alaikum" salam seseorang mengagetkan mereka


" Waalaikum salam. Duduk nak Parel?"


" Tidak mah. Aku mau jemput Siska mau beli cincin nikah dan mencoba gaun" Jawab parel


" Duduk dulu! papa mau bicara" perintah Rangga pada pa danrel dan Parel pun duduk di samping Siska dan di depan Rangga.


" Papa, mau tanya sudah sampai mana persiapan kamu, sayang?"


"Sudah semua, tinggal cincin dan gaun Siska. Parel takut salah"


" Nak sekarang papah tanya kamu yakin dengan keputusan kamu untuk menikan dengan siska?" Tanya Rangga serius.


" Yakin pah mah, yakin sekali" jawab Parel menyakinkan.


" Pesan mama tolong jaga Siska ya. Maaf kalau Siska nanti bandel itu semua karena mama tidak mengajar Siska dengan baik. Mama harap kamu mau mengajarkan Siska" tutur Erika.


"Iya mah. Parel akan selalu menjaga Siska"


" Papah, harap kalian selalu bahagia"


" Amiin" jawab Siska dan Parel.


" Oh ya. Tuan bukankan kita akan pergi cari cincin?" tanya Siska.


" Oh. Ya mah. Kita pamit dulu?


" Assalamualaikum" salam Parel.


" Iya. Waalaikum salam. hati-hatinya" jawab Erika dan rangga.


Dalam mobil.


" Tuan, pernikahan kita pakai konsep apa?" Tanya Siska serius. Parel tersenyum melihat Siska ada di sampingnya dan sebentar lagi akan menikah.


"Nanti kau lihat. Itu akan menjadi kejutan"


" Cih pakai rahasiaan- rahasian" gumam Siska dan memasang wajah cemberutnya dan yang pasti Parel mendengarnya.

__ADS_1


" Baiklah aku akan bilang, konsepnya bunga"


" Bunga? Sepertinya akan indah".


"Tentu.. Karena ada bidadarinya di sana" kata Parel membuat pipi Siska merah blusing. Melihat pipi Siska yang merah rasanya ingin sekali Parel cubit.


" Sabar-sabar parel bukan muhrim. Tunggu Parel satu hari lagi besok dia jadi milik kamu " batin Parel untuk bersabar.


Sampailah di butik.


" Kita lihat baju pengantin dulu" kata Parel.


" Baiklah" jawab Siska singkat.


Parel dan Siska turun dan masuk ke dalam butik.


" Selamat datang tuan dan nyonya sasendri. Bu Rima (pemilik butik dan desainer ternama) sudah menunggu anda di ruangan kerjannya" kata salah satu pelayan.


" Emm" jawab Parel.


Parel dan Siska masuk keruangan


Parel dan Siska masuk keruangan bu Rina


" Assalamualaikum" salam Parel dan Siska sebelum masuk.


"Waalaikum salam.. oh tuan dan nyonya Sasendri. Silahkan masuk" Sapa orang itu.


" Mana gaun yang saya pesan?"


" Baiklah. Mari ikut saya, nyonya Sasendri" bu Rina dan di ikuti Siska.


Seketika wajah Siska memerah saat dipanggil nyonya Sasendri.


Setelah siap Siska keluar dan membuat Parel tidak berkedip.


" Bagaimana tuan? apakah bagus?" Tanya Siska pada Parel dan menyadarkannya.


" Kau selalu cantik sayang. memaknai apa saya" Kata Parel memuji siska.


" Memang wanita yang sangat cantik" Batin parel.


" Bagiamana tuan tentang gaunnya?" tanya bu Rina


" Bagus. Aku ambil dua-duanya"


Setelah dari butik mereka ke toko perhiasan.


" Tolong keluarkan cincin pernikahan terbaru" kata Parel pada penjaga toko.


" Baik tuan " kata penjaga itu dan menunjukkan beberapa cincin couple.


"Aku suka ini" kata Parel dan Siska sama-sama dan menunjukkan pada cincin yang sama.


" Emang jodoh selerannya sama" kata penjaga itu. Membuat keduanya tersipu malu.


" Baiklah bungkus cincin itu dan jangan lupa pesanan ku atas nama Parel"


"Ini tuan pesanannya" penjaga toko itu memberi 2 bungkus


" Terima kasih" jawab Parel


Parel dan Siska meninggalkan toko.


Di dalam mobil


" Kita mau kemana abis ini tuan?" tanya Siska pada parel yang fokus pada setirnya.


" Memakanmu" kata Parel ambigu.


" Memakanku?" Tanya Siska binggung.


" Ya memakanmu, jika kau masih memanggilku tuan. Aku calon suamimu bukan bosmu" kata Parel geram.

__ADS_1


"Lah kau juga calon bosku" kata Siska polos.


" Ah engga tau" Kata pa6rel ngambek ke anak kecil. Melihat itu, Siska ketawa.


" Kenapa ketawa?" Kata Parel memgembungkan pipinya.


" Haha seperti aku akan nikah dengan anak kecil" kata siska sambil tertawa.


" Apa kau ingin merasakan betapa jantannya aku?" Kata Parel ambigu membuat Siska kaku dan blusing.


" Apaan sih kak?"


" Ye. Kakak laper makan yuk"Kata Parel untuk mengalihkan. Sebenarnya Parel lebih kaku melihat pipi Siska yang memerah.


"Yaudah. makan dimana? tempat favorit?


"Ok"


Parel memanggil pelayan.


" Mau pesan apa tuan dan nyonya Sasendri?" kata pelayan itu.


" Nasi.."


" Nasi goreng udangnya 2 , sam es jeruk 2" potong Parel.


" Diunggu ya tuan dan nyonya pesanannya."


" Sok tau aku mau pesan itu " kata siska kesel


" Biasanya kan pesan itu?" Parel merasa bersalah.


" Sekarangkan beda. Aku mau coba yang lain lah" kata Siska masih dengan tampang kesel.


" Yaudah kita pesen lagi" kata Parel dan mau memanggil pelayan.


" Tidak usah. Udah dipesenin itu juga. Makannya jangan sok tau" kata Siska dengan ngambeknya.


" Maaf. Aku engga akan pesenin lagi dan sok tau" kata Parel dengan sendu dan rasa bersalah. Siska tersenyum.


" Tidak.. aku hanya bercanda" kata Siska menghibur.


" Benar kok. Aku engga akan sok tau lagi." Kata Parel lesu dan buat Siska serba salah.


" Kok aku jadi ngerasa bersalah ya? Aku minta maaf deh" kata Siska.


" Apakah ini termasuk satu sama" kata Parel tersenyum.


" Tuan. Mulai jail ya." Siska yang ikut tersenyum dan mereka berdua sama-sama tertawa.


Setelah makan Parel berdiri dan duduk di bawah Siska.


" Eh?" Siska kaget aksi Parel.


Parel mengeluarkan sesuatu di kantungnya. Sebuah kotak berisi cincin yang ia beli bersama cincin nikah.


" Mau kah kau menikah dengan ku?" Tanya Parel dan Siska diam.


" Kita tidak ada acara acara tunangan dan lamaran anggap saja ini acara tunangan dan lamarannya" jalas Parel.


"Apakah kau mau menikah denganku?"


"Terima.. terima ... terima" kata pengunjung kafe


" Ya. aku terima" jawab Siska dengan senyum.


Parel pun memasukkan cincinnya ke jari Siska. Penggunjung kafe pada bertepuk tangan.


Cincin itu tersebut berwarna kuning emas (gold) berbentuk bunga mawar dan di tengah bunga mawar itu ada berlian yang sangat berkilau. Parel memberikan ini karena Siska suka mawar dan arti bungga mawar adalah cinta atau kasih sayang


###


Akankah mereka bahagia? Bagaimana kehidupan pernikahan mereka? Bagaimana dengan istri parel?

__ADS_1


see you next time


__ADS_2