I hate you status

I hate you status
Bab 7


__ADS_3

Parel PROV.


Aku sudah yakin aku mencintai gadis itu. Gadis yang tidak sengaja aku tabrak pas hari perkenalan ospeknya. Awalnya ku kira akan berakhir di sana dan ternyata dia adik tingkatku.


selama ospek aku mengantar jemput dia karena kakinya ada yang retak dan aku tidak tega. Aku kira akan berakhir di sana juga. Tapi siapa sangka aku semakin dekat dengannya. Awalnya tidak sengaja ketemu di kantin kampus , aku jadi assisten dan sebagainya. Yang akhirnya aku dan dia sering janjian bertemu.


Aku bersamanya merasa aman. Sering kami bersama David dan Sarah sahabatku dan Resti sahabatnya bermain ke pantai, laut, air terjun, dan ke tempat lainnya.


Aku makin mengenalnya. Namannya Siska Dwi Anggraini. Katanya Siska dari nama dokter, Dwi dari sang ayah dan Anggraini dari sang ibu. Ia anak dari petani, ceria dan cantik itulah dia dan sedikitnya tertutup. Aku tidak tau sejak kapan dan kenapa aku menyukainya. awalnya aku menyangkal perasaan ini, tapi seiringnya waktu aku tidak dapat menyangkal lagi.


Aku pernah ke rumah Siska. Saat ke pantai mobilku mogok di dekat rumahnya dan dia mengajak kami ke rumahnya. Keluarganya sederhana, ramah, dan baik-baik. Keluarga yang harmonis.


Aku sering membantunya mengerjakan tugas dan membantunya belajar. Dia orang yang cerdas dan tidak butuh waktu lama untuk menjelaskan pelajaran karena dia cepat mengerti.


Aku tidak tau kenapa aku selalu bahagia di dekatnya apalagi bila melihatnya tersenyum seperti mengalihkan duniaku.


Sering kali David dan Sarah menyuruhku untuk mengatakan kalau aku suka dia. Aku juga ingin mengatakan kejujuran tentangku dan mengatakan aku mencintaimu. Tapi semua tidak aku lakukan karena aku tau dia paling benci cowok apalagi kaya karena traumanya yang tidak aku ketahui. Yang aku tau trauma itu sangatlah besar hingga keluarganya tidak mengijinkannya ikut organisasi. Sering kali aku mencari informasi masalah apa sebenarnya terjadi tapi nihil dia tidak mau mengatakan.


Aku takut setelah tau aku kaya dia akan menjauh.. Aku takut akan kehilangan dia. Tapi sampai kapan? Apakah aku hanya akan sampai sini?".


Aku mau mempersuntingnya sebagai istri mempunyai keluarga kecil dengannya dan aku akan membahagiakannya. Aku sudah sampai berfikir seperti itu.


Yang ingin aku lakukan saat ini adalah mengatakan kejujuran yang akan aku lakukan saat dia selesai ujian skripsi.


Aku akan mengatakan aku mencintainya.


Parel PROV and


siska PROV


Siska.


Lusa aku akan sidang ( ujian skripsi) hatiku berdebar-debar. Akhirnya. Ini semua berkat kak Parel yang telah membantu ku.


Iya Parel Dwi David aneh ya namannya? seperti ngantung. Namanya Parel dari kakek Dwi dari ibu dan David dari ayah. Sama sepertiku namanya terbuat dari potongan nama orang.


Awalnya aku ketemu pas hari perkenalan kampus. Dia orang yang nabrak aku dan ternyata katingku. Selama ospek dia anter jemput aku. Katanya "untuk tanggung jawab kecelakaan sampai kakiku sembuh". Aku fikir akan berakhir sampai sana. Tapi selama perkuliahan aku sering bertemu kak Parel sebagai asdos, ketemu di kantin dan sebagainya. Hubungan kami semakin dekat kadang kami janjian untuk bertemu. Kami sering jalan-jalan ke pantai, laut, dan sebagainya bersama kak Sarah, kak David, dan juga Resti.


Dia hebat selain kuliah dia juga sebagai presiden kampus, ketua BEM, asisten rektor, dan kerja di Sasendri Parm. Dia lulus sebagai mahasiswa berprestasi dan mahasiswa aktif . Keren kan?. Selain itu dia tampan.

__ADS_1


Temanku Resti sering jodohin aku dengan kak Parel, tapi bagiku kak Parel hanya teman..itu saja. Aku belum bisa buka hati apalagi mencintai cowok.


Awalnya pas kak Parel mau anter jemput, Aku takut tapi sekarang engga lagi. Mungkin karena terbiasa.


Karena lusa aku mau sidang aku berniat untuk membeli baju putih di Sasendri Mall Karena sidang harus pakai baju putih..


Sesampainya di sana aku ke kafe dalam mall dulu, karena aku lapar.


Aku duduk dekat pintu. Tidak lama kemudian aku melihat kak Parel.


Aku berniat memangilnya, tapi niat ku berhenti. Karena aku melihat ada laki-laki yang bersamanya. Laki-laki itu orang yang bersama kak Parel pada saat ketemu waktu itu aku mau beli dress untuk kondangan. Aku yakin dia kesini mau kerja.


Aku lihat kak parel duduk tidak jauh dari ku. Di kursi itu sudah ada 2 orang laki-laki.


" Apakah kami membuat kalian menunggu lama?" Kata orang yang bersama kak Parel tadi.


" Tidak perlu sungkan." Kata salah satu orang yang duduk sambil tersenyum. Kulihat kak Parel hanya diam.


" Pelayan" kata salah satu orang.


" Tn. Sasendri mau pesan apa?" Kata orang itu.


Sontak membuatku kaget.


" Emm. Seperti biasa" kata kak Parel dingin.


" Baiklah tuan Sasendri nasi goreng udang dengan jus jeruk" kata pelayan itu dan dijawab dengan anggukan.


" Aku sama saja dengan tuan Sasendri" kata orang yang bersama kak Parel.


" Berarti tuan Sasendri? pemilik Sasendri? adalah kak Parel, tapi katanya dia cuma sekertaris. Apa aku salah dengar?" batinku.


Aku masih mendengarkan.


" Bagaimana tuan Sasendri dengan kontrak pembangunan hotel di Palembang yang saya ajukan?" kata salah satu orang.


"Emm. Aku cukup suka dengan kontak ajuan mu. Aku mau ikut menginvestasikan beberapa triliun untuk itu, tapi saya mau ada beberapa yang di ubah di kontrak" kata kak Parel.


" Terima kasih tuan. Kalau tidak merugikan perusahaan saya, maka akan saya ubah sesuai keinginan anda" kata salah orang dan tersenyum tanpa di balas dengan kak Parel. Tatapan kak Parel begitu dingin.

__ADS_1


Tidak lama makanan mereka datang.


"Bagaimana dengan tanda tangan kontrak?" katanya lagi. Kak Parel hanya diam.


" Maaf. tuan sasendri tidak suka makan sambil berbicara. Masalah kontrak akan kita lanjutkan di kantor pusat". kata orang yang bersama kak Parel yang di jawab dengan anggukan.


" Apa bener kak Parel.. tuan Sasendri? Pemilik Sasendri group?. Tidak.. tidak kalau kak Parel suka kok bicara sambil makan. Biasannya juga kek gitu" kataku mencoba meyakinkan diriku sendiri


Saat makanan habis 2 orang pamit ke kantor. Sedangkan kak Parel dan salah satu orang tetap duduk. Aku berniat keluar ingin membeli baju putih sesuai rencana. Aku masih berfikir kalau aku salah dengar kalau kak Parel di panggil tuan Sasendri.


Pas aku berdiri ada wanita masuk, senyum dan memangil " Parel" dan dia duduk di meja kak Parel. Aku pun penasaran dan mengurungkan niatku untuk keluar.


"Mam. Kenapa kesini?" Itu yang keluar dari mulut kak Parel dan sedikit terkejut.


" Parel Dwi David Sasendri. Harusnya kau senang lihat mami kesini." Kata wanita itu.


"Berarti orang itu adalah mamanya kak Parel. Dan apa dia sebut nama kak Parel?.. Parel.. Dwi... David .... Sasendri?. Pantas saya namanya seperti mengantung..berarti aku tadi tidak salah dengar dan itu berarti selama ini. dia membohongiku. Kau pasti salah siska"


"Iya aku senang mam. Sudah lama Parel tidak temu mami" kata kak Parel yang tampak sedih


"Kau pasti lelah sayang harus mengurus Sasendri grup sendiri, maafin mami ya" kata maminya kepada kak Parel yang terlihat sangat sedih.


"Aku senang kok mam" kata kak Parel sambil tersenyum namun tampak sedih."


" Sudah cukup ini bukan salah dengar lagi dia benar pemilik Sasendri. Aku tidak habis pikir ternyata selama ini dia membohongiku dan membohongi kami semua."


Aku mengingat dari awal bertemu kak Parel yang bisa handel ketidak hadiranku, dia yang membuka dan menutup ospek, keluar masuk ruangan rektor, kejadian membahas kontrak, dan lainnya.


" Itu bukan karena dia ketua bem, presiden kamus, atau asisten rektor, tapi karena ia pemilik universitas. Pantas rektor juga tunduk padanya"


Aku tidak bisa di sini kenapa rasanya sakit . Aku pun meninggalkan kafe namun pikiranku masih disana.


Dia orang yang aku anggap baik ternyata membohongi ku. Membohongiku... Dia orang kaya dan itu sangat menyebalkan. Orang kaya semuanya sama saja. Karena kaya dengan seenaknya melakukan apapun yang dia inginkan.


Aku kembali ke kosan dan mengurungkan niatku untuk membeli baju putih. Hatiku sakit..


Siska prov and


Apa yang terjadi tunggu besok ya .😗

__ADS_1


Like dan commen ya...


See you


__ADS_2