I hate you status

I hate you status
Bab 22


__ADS_3

2 tahun yang lalu


Siska prov.


Setelah kejadian aku mendengar tentang obrolan keluargaku. Aku benar-benar bingung harus ngapain.


"Kenapa mereka engga bilang sama aku? Karena aku mereka diancam."


Saat di kamar otakku benar-benar kacau. Aku mencari solusi. Satu-satunya cara adalah aku pergi dari rumah ini. Jika aku tidak ada, kak Parel engga akan maksa orang tuaku untuk menikahkan aku dengannya. Setidaknya kerjaan mba rina aman.


disaat pagi hari pukul 04.00 aku sudah siap-siap dan pergi dengan koperku. Sebelum itu aku memberi surat untuk keluargaku agar tidak khawatir.


Aku binggung mau kemana? Aku ingat ada gubuk di dekat rumah. Aku diam disitu.  Besoknya setelah aku pergi, aku dengar banyak orang berlari dengan mengunakan jas hitam.


Ada 2 orang yang diam didepan gubuk.


" Dimana ya,gadis ini?" Kata salah satu dari mereka.


" Mana ku tau?"


" Kasian tuan parel"


" Iya. Siapa nama gadisnnya? Lupa aku. Siska Dwi apalah itu"


"Cantik sih emang".


" Udah yuk cari lagi".

__ADS_1


" Jadi mereka anak buah kak Parel dan mereka nyari aku?" Batinku


Salah satu dari mereka ada yang mau masuk gubuk tempat aku tinggal. Aku takut ketauan. Tiba- tiba ada yang nelpon orang itu.


"..."


" waalaikum salam"


"..."


"belum ada perkebangan tuan"


" ..."


"Baik saya akan kesana"


"Untung-untung, kak Parel? Sudah tau aku pergi? Aku engga aman disini" kataku.


Jadi aku fikir aku mau tinggal tempat bibi.  Pas aku sampai di rumah bibi ternyata mereka sibuk cari aku juga dan bahkan di beberapa rumah bibi dan paman ada orang-orang pakai jas hitam.


Akhirnya aku balik ke kampus. Bukan ke kosan lama tapi aku cari kosan baru. Hehe aku mau ngehadirin wisudahlah . Itu hari yang aku tunggu-tunggu.


Tapi pas aku ke kampus banyak juga orang berjas hitam dan celigak-celiguk mirip orang-orang kak Parel yang disuruh cari aku. Aku balik ke kosan dan ganti penampilan.


Aku pakek hijab dan cantik kan? Dan alhasil aku bisa melewati mereka. Tapi tetap engga bisa hadir wisuda sebagai mahasiswa. Jadi aku cuma ambil ijasahku.  Aku lihat mama, papah, mba Rina dan adek Fitri. Pas aku mau menemui mereka, tapi engga jadi ada kak Parel disana.


" Maafin aku mah, pah, kak, dek" kataku dan pergi pulang ke kosan.

__ADS_1


Sebulan aku pergi.


"Kak Parel pasti udah nyerah" batinku


Jadi aku pulang ke rumah. aku sudah rindu mama dan papah.


Sesampai di depan rumah aku dikejutkan karena masih ada orang-orang kak Parel yang pakek jas hitam, bahkan ada kak Parel di perkarangan rumah memandang mawar biru yang mekar.


Untung penampilan aku berubah. Semenjak wisuda itu aku berubah pakai hijab. Tapi kalau cuma pakai hijab takut masih ketahuan. Untung hari itu aku pakai cadar.


Jadi aku pulang ke kosan baru.


" Emang gila kak Parel ini, sudah sebulan juga. Malah dia ada di rumah. Dikira dia, itu rumah dia apa?" Ucapku kesal sesampai di kosan.


Hari-hari berlalu sudah 2 bulan. Aku kembali ke rumah dan hasilnya sama kek sebulan yang lalu masih ada orang jas hitam. Cuma kak Parel nya engga ada.


Karena engga tentu kapan kak Parel pergi, aku harus mencari perkerjaan .


Pagi hari aku sudah siap dengan surat lamaran kerjaan dan pakaianku serta hijabku. Aku senang dapet hidayah mengenakan hijab.


Aku berjalan melamar perkerjaan yang terbuka saat aku mencari di internet aku memasukkan surat lamaran kerja.  Ya, gagal belum ada yang mau menerima aku. Soalnya aku nyari perusahaan yang tanpa nama Sasendri. Bahaya bila ketemu kak Parel lagi.


####


Sudah 6 bulan aku pergi dari rumah. Kemarin kunjunganku ke rumah alhasil masih ada orang berjas hitam itu. Sebenarnya aku setiap bulan sekali aku kunjungan rumah.


Pagi hari aku cari makan. Mungkin karena banyak pikiran rumah yang masih dijaga ketat, perkerjaan yang tak kunjung dapat, uang tabunganku masih sih tapi kalau di pakek terus juga abis. Jadi di jalan aku bengong dan sialnya aku di tabrak mobil. Setelah itu aku engga tau.

__ADS_1


#####


__ADS_2