
Siang harinya.
Fitri adik Siska pulang dari sekolahnya.
" Mah kak Siska mana?" Tanya fitri.
" Ada tuh di kamar, istirahat. Emang ada apa kamu cari kakak kamu?" Tanya Erika pada Fitri.
"Fitri mau ngajak kak Siska ketempat om Reno. Kan mau nyasinan?" jawab Fitri.
Fitripun berlari masuk kamar Siska.
" Kak, bangun yok. anterin Fitri yok" Fitri membangunkan Siska.
" Emm, ada apa sih dek? " jawab Siska yang membuka mata dan melihat adiknya masih menggunakan baju sekolah.
"Baru pulang juga. Ganti baju sana!"
"Ist...kakak juga. Siap-siap gih" kata fitri manja
" Emang mau kemana?" Tanya Siska malas
" Tempat om reno"
" Emang om Reno ada acara apa?"
" Mau nyasinan kak. Ayoklah ikut. Yuk" ajak Fitri dengan memasang wajah manjannya.
" Iya -iya" jawab Siska masih malas.
" Ok. Siap-siap ya kak" kata Fitri berlalu.
Siska bersiap-siap.
" Kak udah siap, belom?" teriak Fitri memangil Siska.
" Sabar sebentar lagi"
Tidak lama Siska keluar.
" Lama betul" kata Fitri kesal dan memajukan bibir bawahnya.
" Ayok mau berangkat engga?" Tanya siska pada Fitri yang masih manyun.
"Ayok" kata Fitri.
Sesampainya di rumah om Reno.
" Assalamualaikum" salam Siska dan Fitri sebelum masuk kerumah om Reno.
"Waalaikum salam" jawab orang-orang yang ada.
" eh. Siska, Fitri. Masuk, nak" suruh tante Adelia istri om Reno.
"Terima kasih tante"
" Nak Siska kapan ke sini? Gimana kuliahnya? "Tanya tante Adelia.
" 2 hari yang lalu tante dan kuliah Siska lancar. 4 hari lagi Siska wisuda"
"Oh syukur lah. Selamat ya" kata tante Adelia sembari tersenyum.
" Dicicipin nak" tente adelia menyuruh Siska mencicipi kue yang ada di atas meja
__ADS_1
" Terima kasih tante" kata Siska
Siska mengambil kue serta memakannya.
Siska pun menyusul Fitri ke dapur untuk membantu membuat makanan untuk nyasinan. Banyak ibu-ibu bertanya pada Siska tentang kuliahnya. Siska menjawab seperti ia menjawab kepada tante Adelia tadi.
Ada yang memanyakan jodoh.
Kalau ini Siska cuma bisa jawab. "Doain aja ya? Tante".
Sudah malam pukul 20.00
" Kak, pulang yuk?" ajak Fitri pada Siska.
" Entar dek, kita tunggu selesai baru pulang"
"Fitri mau belajar kak"
" Gini aja. Kamu pulang deluan entar kakak bareng mba Siti ( tetangga Siska) pulangnya. Kamu pulang sama Krystal (anak mba siti, teman fitri).
" Yudeh kalau gitu" kata fitri kesal dan pergi bersama Krystal untuk pulang.
Pukul 21.00 acara selesai. Siska bantu-bantu angkat dan cuci piring .
Pukul 21.30.
Mba Siti mengajak Siska pulang.
"Sis, yok pulang".
" Iya mba..ayok" jawab Siska.
" Del, saya sama Siska pulang ya?" kata mba Siti pamit kepada tente Adelia.
" Kamu juga Siska bawa ini. Dan terima kasih udah bantu" kata tente Adel pada Siska.
"Iya. sama- sama tante"
Siska berjalan bersama mba Siti pulang. ..
Sampai dirumah.
" Siska pulang dulu ya, mba" kata Siska kepada mba Siti dan berjalan ke depan rumah..
" Ya" jawab mba siti.
Sampai di depan pintu Siska terkejut ternyata di dalam masih menceritakan dirinya dan nama parel di sebut-sebut. Siska juga mendengar suara mba Rina.
"Apa yang mereka bicarakan?"
Siska tidak jadi mengetuk dan memilih mendengarkan.
Sedangkan di dalam
Rina kakak Siska, Erika ibu Siska dan Rangga ayah Siska. Sedang duduk sambil nonton tivi
" Mah, bagaimana keadaan Siska?" Tanya Rina.
" Baik" jawab Erika singkat
" Bukan itu mah. Maksudku hubungan dia dengan Parel?" Tanya Rina.
" Ya. Siska masih engga mau memaafin nak Parel. Kamu tau kan adek kamu satu itu keras kepala" jelas Erika.
__ADS_1
" Tapi aku dengar Parel akan ngelamar Siska di hari wisuda dia?"
Siska yang di depan pintu kaget. " Apa lagi yang mau dilakuin orang satu itu?"
" Kok bisa? Tapi yang mama tau Siska belum maafin nak Parel" kata Erika yang binggung.
"Itu dia. saya dengar di kantor. Tuan parel sama pak andri. Mereka bicarain tentang melamar Siska di saat wisuda. Kan tuan Parel bos aku mah" Kata rin yanga sukses membuat Siska kembali kaget.
" Jadi kak Parel bos mba rina, mba kerja sama kak Parel? bodohnya kejaan kakaknya sendiri engga tau" fikir Siska tidak percaya.
"Mah siska belum taukan kan kalau Paryel pernah tinggal disini 3 hari dan...?" kata resti yang dipotong mamanya siska.
"Hust... jangan bicarakan itu disini. Mama takut Siska pulang" jawab mama Siska.
"Oh, ya kapan dia pulang? Dek kamu pulang yasinnya belum selesai tah?" Jerit Rina kepada Fitri.
" Belum mba" jawab Fitri menjerit dari kamarnya.
" Mungkin dia lagi bantu-bantu" kata mama Siska kepada rina.
Siska prov
Aku di depan pintu masih terkejut saat tau kalau kak Parel mau melamarku dan kakak karyawan kak Parel. Bukan hanya itu kak Parel pernah kesini sampai tinggal 3 hari dan keluargaku tak pernah memberi tahu ku.
Teringat aku saat pulang bulan lalu.
Buku novel ada di ranjang, bunga mawar biru, dan ya, orang tua ku yang tidak tertarik ceritaku tentang kak Parel.
" Apa kak Parel mengancam keluargaku?" Itu yang keluar dari otakku saat ini.
Aku berusaha tenang dan mengetuk pintu.
" Assalamualaikum" salamku
" Walaikum salam" jawab kedua orang tua ku dan mba Rina bersamaan.
Pintu terbuka ku lihat mba Rina membuka pintu.
" Mba?;Mba disini? Engga kerja mba?" Tanyaku pura-pura tidak tau.
"Iya mba di sini, besok libur" jawabnya
Aku melangkahkan kaki ku meletakan besekan dan menuju kekamar.
"Mau langsung ke kamar? engga noton tv dulu?" tanya mama
" Engga mah, capek" aku terus melangkahkan kakiku ke kamar.
" Kenapa dia?" Tanya mba Rina kepada mama.
" Capek kali. Di tempat om Reno disuruh nyuci piring" jawab mama dan di ikuti tawa mba Rina.
Aku masuk ke kamarku dan duduk di ranjang. Mencoba mencerna perkataan tadi.
" Apa mereka benar-benar diancam? ini semua salah ku, andai aku tidak berteman dengan Parel orang kaya itu, mama dan papah tak akan diancam" kataku menjalahkan diriku sendiri
Lama aku berfikir hanya satu jalan keluarnya. Iya hanya itu.
" Maafin siska mah, pah, kak, dek. Aku engga mau kalian diancem lagi" kataku sambil menangis dan mengingat wajah mereka..
Sorry tipo.
Ditunggu like, commen dan follownya.
__ADS_1