I hate you status

I hate you status
Bab 15


__ADS_3

Pagi hari Parel sudah bersiap-siap. Sudah seminggu dia menyiapkan untuk minta maaf. Ia menelpon Resti.


" Assalamualikum Res. Tau siska di mana ngga?" Tanya Parel langsung setelah Resti menggangkat telpon.


" Waaalakum salam kak. Siska ada dikosan tadi baru pulang dari kampus."


" Ok. Thanks. Assalamaikum" kata Parel mengakhiri panggilan.


Parel pergi ke kosan Siska dan memangilnya.


" Sis, loe di dalam? Sis, Kita perlu bicara" kata Parel memangil Siska.


Siska yang mendengar suara Parel hanya diam.


" Sis. Gua mohon maafin gua. Setidaknya dengar penyelasan gua. Gua tidak ada maksud bohongi kamu, Sis" kata Parel memohon namun Siska masih diam .


"Sis, gua tau loe di dalam. Sebenci itukah loe sama gua. Setidaknya loe dengar penjelasan gua, Sis"


" Loe gimana tau alasan gua Sis, kalau loe engga mau keluar. Nomor gua loe block " batin Parel.


" Ok. Loe engga mau keluarkan? loe engga mau ketemu sama gua kan? setidaknya loe jangan blokir gua" kata Parel yang masih memohon.


" Sis, cowok loe ada di depan" kata mba Irma dan mengedur kamar Siska.


Mba Irma adalah teman kos Siska yang lebih dekat dari pada yang lain. Namun mba Irma sibuk, karena dia bukan mahasiswa lagi melainkan karyawan.


" Biarin aja mba, entar juga pergi"


" Sis mba boleh masuk."


" Boleh mba masuk aja" jawab Siska dan mba Irma masuk.


" Dek , loe ada masalah apa? Akhir-akhir ini loe diam di kamar melulu?"


" Engga ada masalah apa-apa kok mba"

__ADS_1


" Engga ada masalah? Itu cowok di depan? Mba sering liat dia di depan cuma memandang kosan ini, tapi anehnya setelah lama menandang dia pergi. Kukira orang jahat. Tapi ternyata temen kamu?"


" Kapan mba lihat?"


" Hampir setiap hari, keknya udah Semingguan lah"


" Sis, kalau ada masalah, kamu hadepin jangan kabur-kaburan. Hadapi dengan tenang" lanjut mba Irma dan Siska hanya diam.


"Sis? " Tanya mba irma dan memengang pundak Siska.


" Eh. Ya mba?" Kata Siska setelah sadar.


" Loe dengerin mba ngga sih.?" Kata mba Irma kesel.


"Hehhe denger kok mba, makasih ya" jawab Siska dengan senyum.


Parel yang di gerbang tidak ada sahutan dari Siska memutuskan untuk pergi.


" Sis, gua mau bilang gua cinta sama loe, walau loe mau menghindar dari gua, gua akan kejar loe" itu adalah kata Parel sebelum pergi.


Siska masih binggung.


" Aku ingin tanya apa alasanya? Tapi aku takut. Udah akh engga usah dipikirin aku harus pikirin wisuda.  aku capek. Waktunya untuk." Kata Siska kemudian membaringkan diri di kasurnya.


Siska prov.


Siang hari


Aku merebahkan diriku di atas ranjang kosan mengingat banyak hal-hal yang terjadi.  masalah terbesarnya adalah kak Parel yang membohongiku.


Aku ingat 4 hari yang lalu pas pulang ke rumah banyak kejadian aneh.


Pertama. kenapa orang tuaku seakan tidak tertarik dengan ceritaku tentang kak Parel.  Setelah aku cerita mereka cuma bilang." Mama sama papah yakin kamu bisa menyelesaikan masalah kamu. Mama harap yang terbaik untuk kamu sayang"


Kata mama mampu membuatku tenang. Mungkin aku yang terlalu neting saja. A.tau mungkin karena orang tuaku tidak mau membuatku sedih?

__ADS_1


Yang kedua ada novel di ranjangku. Kata mama, Fitri yang baca. Setahu aku sih Fitri tidak suka baca novel. "Mungkin karena bosen kali ya?"


Yang ketiga ada mawar biru bunga kesukaanku. Aku sudah mencarinnya tapi tidak ketemu-ketemu. Kalau warna lain aku sudah ada. Kata mama sih itu mba Rina yang beli dan nanem. "Sejak kapan mba Rina suka nanem? biasanya dia beli tetap di polybag dan akhirnya aku yang namen"


Keesokan harinnya


aku sudah siap-siap pulang kampung karena tugas ku sudah selesai  dari pendaftaran wisuda, kebaya dan toga telah siap. Dan tinggal menunggu minggu depan aku wisuda tidak sabar aku menantikannya.


Sesampainya dirumah.


" Assalamualaikum" salamku memasuki rumah.


"Waalikum salam. Kamu udah sampai nak" kata mama aku menyalami tangan mama.


Mama sudah tau aku mau pulang aku sudah sms kemarin.


"Iya mah" jawabku singkat dan tidur tiduran diatas tikar depan tivi.


" Sis, sudah sampai nak?" Kata papah melihatku. Aku bangun dan manyalami tangan papah.


" Sudah selesai tugas kamu nak?" tanya papah lagi.


" Alhamdulillah, sudah selesai semua pah" jawabku tersenyum dan kembali tidur di atas tikar tadi.


" Kapan kamu wisuda?." Tanya mama


" Hari rabo mah. Kita ke sana hari selasa ya?" kataku.


" Ok" Jawab mama dan papa bersamaan.


#######


Sorry tipo bertebaran.


Ditunggu like, komen dan folownya..

__ADS_1


__ADS_2