I Love You..... Kakak

I Love You..... Kakak
MUTIARA SARI


__ADS_3

Namaku Mutiara Sari. Umurku genap 25 tahun di hari ini,tanggal 05 Juni 2020. Tidak banyak yang berubah dalam hidupku. Aku masih sama seperti saat itu,saat di mana aku mencintai kakakku sendiri. Kak Nicho. Lengkapnya Nicho Ramadhan.


Pria berparas tampan dengan mata birunya yang indah. Seulas senyum dibibir tipisnya yang menawan. Rambutnya lurus tebal berwarna pirang. Perawakan tinggi,besar nan gagah. Dialah cinta pertama dalam hidupku sekaligus cinta terakhirku.


Sudah 5 tahun kepergianku ke ibukota hanya untuk melupakan semua tentangnya. Tentang cinta untuknya. Walau tidak bisa aku pungkuri hingga saat ini,aku masih sangat mencintainya.


Bayangan dirinya selalu datang menghantuiku. Di masa indah itu disaat kami selalu bersama,tertawa bersama. Saat dimana dia mencoba menghiburku di kala aku merajuk. Saat dia gemas mengusap kepalaku karena tingkah konyolku. Sungguh indah....


Tidak mudah bagiku untuk menghapus semua memori tentangnya. Aku sudah mencoba untuk menepis perasaan itu tapi aku gagal. Aku tahu,aku tidak pantas untuk mencintai kakakku sendiri. Tapi aku bisa apa?!


Sekarang aku bekerja sebagai office girl di Perusahaan Kontruksi terkenal di Jakarta,PT ADIPUTRA JAYA PERKASA tepatnya di Jl. HR. Rasuna Said Kuningan.


Aku memutuskan untuk DO dari kampus saat itu. Cita - citaku sederhana,aku hanya ingin menjadi seorang penulis. Sifatku pendiam dan bagiku tulisan adalah salah satu caraku untuk berbicara.


Aku juga tidak pandai bergaul seperti teman-temanku yang lain. Bagiku bisa mempunyai satu sahabat saja,aku sudah sangat bersyukur. Kak Nicho adalah tempatku untuk berbagi,nengadu dan bercerita. Dia adalah kakak yang bisa berperan sebagai teman curhat sekaligus kekasih untukku.


"Ra.... Kamu belum tidur? "


Aku tersadar dari lamunan panjangku. Aku menoleh ke belakang. Tersenyum.


"Hmmm... Iya ini mau" jawabku.


"Ra,kamu tau nggak tadi aku ketemu sama cwo keren banget Ra. Tinggi,tampan. Bule,Ra. Senyumnya aduuudduuu..... bikin klepek - klepek tau... " Nina senyum-senyum sambil menengadahkan wajahnya ke langit - langit kamar. Menerawang,membayangkan sosok pria yang dia temui.


"Kamu mah monyet pakai bedak aja dibilang cakep ?!" ledekku.


"Ihh.... Beneran tau !" jawabnya masih sambil senyum - senyum sendiri.


" Tau ahh. Aku capek. Ngantuk. Mau tidur gue!" jawabku males sambil berbaring bersiap untuk istirahat.


"Ra please deh... Dengerin gue cerita dulu!" Nina menarik selimutku.


"Apain sih Nin?!" jawabku ketus.


"Tadi saat gue keluar kantor nih. Mau pulang tuh. Hujan gede kan? Petir nya gede banget lagi. Gue kan takut. Tau sendirikan kalau aku tuh takut ama petir. Ehh... Ada cwo yang nyapa aku. Dia kek nya udah merhatiin aku dari tadi. Soalnya dia bilang kok mukaku merah padam ketakutan gitu. Trus aku diajak ke caffee shop depan kantor kan. Nah di situ. Kita ngobrol bareng. Sambil nunggu ujan reda trus --"


"Garing tau ga cerita lo!" bisikku ke telinganya.

__ADS_1


"Ihhh... Ra! Dengerin atuh cerita gue!! Kan belum selesai" rengeknya.


"Tau ga ? Dia itu sahabat baiknya Pak Danniel Adiputra trus --"


"Trus gue mau tidur. Apaan sih orang udah ngantuk juga dipaksain dengerin cerita lo yang garing!!" jawabku sewot sambil membenarkan posisi tidurku membelakangi Nina.


"Trus dia itu bakal jadi Manager baru di kantor kita " Nina terus asyik bercerita tentang pertemuan pertama dengan sahabat baiknya Boss di tempat kami bekerja. Aku sudah terlalu eneg untuk mendengarkan ceritanya yang selalu saja bahas cwo,cwo dan cwo.


"Nicho Ramadhan,keren banget kan namanya!"


"Wait!! Tadi lo bilang siapa?!" Aku terkejut mendengar nama Kakakku sekaligus cintaku di sebut.


"Makanya dengerin baik - baik gue cerita. Ga ada siaran ulang!" Jawabnya ketus.


"Ihhh... Nin kalau ga niat cerita ga usah cerita makanya!" jawabku ga mau kalah.


Nico Ramadhan,aku ga salah dengarkan? Benarkah dia? No...no... Pasti bukan. Pasti hanya kebetulan sajakan namanya sama.


Sesak di dada setiap mendengar namanya di sebut.


Bullshit.


Persetan itu semua.


********


"Hai Sel"


"Hai juga Ara. Mata lo kenapa Ra item banget? Abis menangis semalam ya?!" tanyanya Sela dengan nada agak meledek.


"Bukan! Semalam aku ga bisa tidur gara-gara udah ngantuk tapi Nina maksa aku buat dengerin ceritanya. Alhasil aku ga bisa tidur deh" balasku sambil terus prepare untuk beberes kantor.


"Emang cerita apaan sih?" tanya Sela.


"Biasalah cerita cwo. Katanya,dia Manager baru kantor kita. Aku ga begitu dengerin sih soalnya ngantuk"


"Uwaaaahhhh..... Pak Nicho ya? Busyeett dah gue kalau punya suami kek Pak Nicho bakal gue kurung dalam kamar. Ga boleh kemana - mana pokoknya!!" seru Sela berbinar - binar.

__ADS_1


"Ehh.... Kok kamu tau sih?"


"Lo tuh makanya jadi orang gaul dikit napah? Jangan cuek mulu tar keburu tua ga nikah - nikah loh!"


Aku melotot tak peduli.


Tiba-tiba Bu Shinta datang ke pantry.


"Ara tolong ke ruangan saya ya. Saya mau minta tolong foto kopikan beberapa berkas"


"Baik Bu"


Aku berjalan mengikuti Bu Shinta.


Semua karyawan sudah mulai aktif dengan berbagai tugasnya. Tapi hingga saat ini aku masih terusik dengan nama Nicho yang katanya merupakan Manager baru. Siapa sebenarnya? Apa mungkin dia Kak Nicho?


"Aarrgghhhh....." teriakku frustasi sambil mengusap rambutku.


"Mana mungkin! Kak Nicho sudah menikah. Ga mungkinkan dia datang nyariin aku sampai ke Jakarta segala!" pikirku.


"Harusnya semalam aku dengerin Nina cerita"


"Ahhhh.... bodo... aahhh... aku harus fokus kerja" gumamku lirih.


Pukkk!! Sela menepuk pundakku dari belakang. Sontak membuatku tersentak.


"Setann!!!" teriakku.


"Haa...haaa......" Sela tertawa sambil memegangi perutnya.


"Setannya mana Ra? Sini biar gue bogem!" jawabnya sambil menengok kiri kanan.


"Lo tuh setannya. Dasar ngagetin gue ajah sih lo. Lama - lama gue bisa mati karena sakit jantung kalau caranya kek gini" jawabku sebal.


Aku masih sibuk merapikan beberapa berkas fotocopian.


Sela merangkul bahuku sambil terus meledekku. Dia asyik bercerita tentang Nicho sang idol di Kantor ini. Aku memang penasaran tapi aku selalu menepis untuk tidak peduli. Karena ada rasa takut jika Nicho yang mereka maksud adalah Dia.

__ADS_1


__ADS_2