I Love You..... Kakak

I Love You..... Kakak
TUDUHAN


__ADS_3

Aku dan Kak Nicho tiba di apartemennya sebelum maghrib. Aku memberi kabar kepada Nina jika aku sudah diperbolehkan pulang. Tentu saja Nina bergembira. Dia bermaksud mengunjungiku di apartemen Kak Nicho bersama Sela dan Mas Seto.


Sesampainya di apartemen,aku segera membersihkan badanku. Aku mandi dengan air hangat.


Aku kembali berbaring di Bed Twin Size milik Kak Nicho. Aku sebenarnya bosan tapi Kak Nicho menatapku tajam saat aku menawarkan diri untuk membantunya memasak. Alhasil aku hanya bisa terbaring di sini.


Aku menggulir handphoneku ke kanan dan ke kiri. Sudah lama aku ingin menjadi penulis. Namun urung,sebab aku sudah capek dengan profesiku sebagai office girls.


Kini aku memberanikan diri untuk menuliskan ceritaku di platform online terkenal. Aku akan menulis tentang kisah cintaku dengan Kak Nicho. Yaaa.... aku mantap untuk menuliskannya. "I Love You..... Kakak" judul karya yang akan aku tulis di sana.


"Ehmm....." Kak Nicho duduk di tepian ranjang menatapku.


Aku menghentikan gerak jariku yang menari-nari diatas layar handphone. Aku balas menatapnya.


"Kenapa Kak?" aku membuka percakapan.


Kak Nicho mendekatiku,dia membelai lembut wajahku. Suara detak jam dinding mengiringi gerakan jemarinya.


Tokkk.... Tokkk....


"Assalamu'alaikum Kak"


"Tiara!"


Sepertinya itu rombongan Nina. Aku hendak bangun dari tempat dudukku tapi Kak Nicho menahanku.


"Wa'alaikum salam"


Kak Nicho beranjak pergi membukakan pintu.


Tampak ketiga sahabatku datang dengan raut wajah bahagia. Nina dan Sela bergantian mencium pipiku.


"Wusshhh.... wushh... sekarang giliran gue yang cipika cipiki. Maza gue gak kebagian sih?!" ucap Mas Seto menerobos kedua sahabatku yang sedang berdiri di depanku.


Sela menarik kemeja Mas Seto,menghalangi gerak kakinya untuk mendekatiku.


Aku nyengir melihat tingkah konyol kedua sahabatku yang diam-diam saling menyukai ini.


"Ehh... Lo mau ngapain haa?!" ucap Sela dengan nada menantang dan melotot matanya.


"Gue mau cipika cipiki. Gue juga kangen tau sama Ara!" Mas seto pura-pura mendekatiku.

__ADS_1


"Enak aja lo ya. Bukan muhrim!!! Sana pergi!" tangan Sela memukul lengan Mas Seto.


"Ouuhhhh.... panas banget tamparan nenek lampir" ucapnya sambil meringis kesakitan. Mas Seto menjulurkan lidahnya untuk meledek Sela.


Aku terkikik melihat tingkah aneh pasangan ini.


"Udah kawin aja makanya. Biar bisa berantem terus!" timpal Nina meledek.


Siapa saja yang melihat tingkah konyol pasangan ini mereka pasti tahu ada hubungan cinta di dalamnya. Aku setuju dengan ide Nina. Sayangnya kedua orang itu tidak ada yang mau mengalah untuk menyatakannya lebih dulu.


"Amit-amit gue sama bocah narsis kek dia" Sela membuang muka. Lalu duduk di tepian ranjang.


"Gue juga ga mau Nin sama nenek lampir model begono. Bisa-bisa gue mati muda" jawab Mas Seto tidak mau kalah.


"Halah di depan kita,kalian musuh-musuhan tapi dalam hati rindu-rinduankan?" Nina tak mau kalah.


"Ciieeee.... ehemm... ngena banget sih Nin kalau ngomong. Gue kan jadi malu" balasku yang sontak membuat ke dua wajah dua sejoli itu memerah. Mereka salah tingkah sendiri.


Aku tertawa melihat tingkah lucu Sela dan Mas Seto. Aku mengangkat tanganku kearah Nina dan mengajaknya toss.


"Yeeaahhh!!" seru kami berdua.


Sela dan Mas Seto tampak mencuri-curi pandang. Saling melempar senyum lalu menundukkan wajah malu.


"Bener banget Nin" jawabku seraya mengangguk tegas.


Pandanganku beralih ke sosok belakang Mas Seto berdiri. Kak Nicho tersenyum ke arahku. Tampak bahagia melihatku bisa tertawa kembali.


"Pulang ahhh... Gue kayak kambing congek diledek mulu" Mas Seto membalikkan badannya dan hendak keluar kamar.


"Ayo... makan malam dulu. Kalian belum pada makankan?!"


Nina,Sela sontok menoleh ke belakang.


"Ya Kak!!" jawab mereka berdua kompak.


Mas Seto bengong mendengar kedua wanita itu memanggil "Kak".


"Kenapa lo gak mau makan masakan Kak Nicho? Rugi lo kalau gak mau. Kak Nicho jago masak tau!" Sela menjitak kening Mas Seto. Lalu berjalan pongah melangkah keluar.


"Benar-benar nenek lampir" gumamnya lirih yang masih bisa aku dengar. Aku tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Mas Seto berjalan mengikuti Sela.


Nina memanduku untuk turun dari ranjang. Tubuhku memang lebih kuat dari kemarin tapi rasanya masih melayang. Meski pusingnya sudah menghilang.


Tibalah kami di ruang makan yang menjadi satu dengan kitchen set. Dengan tatanan meja bar persegi panjang berkapasitas 6 orang. Aksen 3 lampu chandilier Industrial Hitam Bulb Basis menggantung di plafon.


Untuk ukuran Manager di kantorku,apartemen Kak Nicho sangat murah. Setidaknya kalau untuk membeli apartemen mewah Senayan City,Kak Nicho sudah mampu membelinya. Entahlah.... sepertinya gaya hidup sederhananya tidak berubah.


Aku duduk bersebelahan dengan Kak Nicho dan Nina. Sela dan Mas Seto duduk di depan kami.


Kak Nicho jago memasak. Menu makan malam kami udang goreng tepung crispy,sayur capcay dan ayam goreng. Lengkap dengan krupuk putih,lalapan,sambel.


Mas seto berbinar-binar.


"Pak Nicho ehh.... maksudku Kak Nicho yang masak ini semua?"


"Iya,jangan sungkan. Anggap saja rumah sendiri" jawab Kak Nicho mempersilahkan teman-temanku makan.


Kami berlima menikmati santap makan malam,kami bercengkerama bersama.


Tiba-tiba handphone Kak Nicho bergetar. Kak Nicho menghentikan tangannya untuk menguapiku makan.


"Ya Niel,kenapa?"


Entah apa yang yang membuat raut wajah Kak Nicho berubah murka. Kak Nicho melempar tatapan matanya ke arahku.


"Gue yang ngerjain Niel mana mungkin salah" balasnya ketus.


"Argghhhh.... bisa-bisanya ponakan lo..... dan apa lo bilang?!"


Kami berempat saling melempar pandangan. Makan malam yang terasa hangat berubah mencekam.


Kak Nicho mematikan sambungan teleponnya. Aku mengelus lembut pundak Kak Nicho dan menyodorkannya segelas minuman.


"Tiara,lain kali kalau Dellis minta tolong jangan pernah mau!" tatap matanya menyiratkan kebencian.


Aku mengangguk.


"Ra,kan sebelumnya aku udah bilang hati-hati. Kamu nglakuin kesalahan apa?! Tiara kenapa Kak?" Sela bertanya.


Kak Nicho menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2