
Beberapa hari setelah malam itu.
Kak Nicho terang-terangan untuk datang menemuiku saat jam istirahat. Berita kami berpacaran gempar di kantorku. Seorang Manager PT ADIPUTRA JAYA PERKASA jatuh cinta kepada office girls di kantornya.
Hemm... aku pikir ga masuk akal.
Aku cuek saja dengan tatapan sinis rekan kantorku. Ada beberapa karyawan yang menunjukkan sikap tidak sukanya kepadaku. Aku harus profesional mengingat aku hanya seorang bawahan dan mereka 1 tingkat di atasku.
Kemarin aku sempat diguyur es teh manis oleh Mba Fira. Aku tahu dia sengaja meski alasannya karena tangannya kesleo.
Sorenya aku dimaki habis-habisan oleh Mba Klara,dia bilang aku ga pantas jadian sama Kak Nicho. Terlebih caraku mendapatkan Kak Nicho dengan menggodanya. Tepatnya memberikan tubuhku untuk menjerat Kak Nicho. Hampir semua karyawati di kantor ini berbisik-bisik begitu saat berpapasan denganku.
Astaga,aku tidak habis pikir.
Aku maklumi sikap mereka.
Belum ada seminggu badanku rasanya mau patah. Hampir tiap hari aku pulang terlambat. Ada beberapa tugas tambahan yang harus aku kerjakan. Aku harus menghitung stok keperluan kantor sendiri yang biasanya ada Sela dan Mas Seto yang membantuku. Tapi Mba Kharis bawahan Bu Shinta seolah sengaja membebankan tugas itu kepadaku. Dan tiap pagi,aku harus memberikan laporannya di meja kerjanya.
Yaa... Mba Kharis,Mba Fira dan Mba Klara sangat mengagumi Kak Nicho mungkin juga mereka naksir Kak Nicho. Hampir setiap bagian di kantorku ada yang suka Kak Nicho. Aku hanya bisa berbisik untuk menguatkan diriku sendiri.
Untung saja Mba Dellis belum turun tangan untuk mengerjaiku juga. Alhamdulillah..... bisikku dalam hati.
Mba Dellis adalah wanita paling arogant di kantor. Dia adalah Princess di kantor ini. Aku jelas tahu,Mba Dellis suka Kak Nicho. Dia punya andil yang besar untuk bisa pindah ke divisi apa saja yang diinginkan. Dia adalah keponakan Pak Danniel.
Sebelum Kak Nicho datang ke kantor ini,Mba Dellis adalah Ketua Tim Perencanaan. Dan setelah Kak Nicho di sini dia menjadi sekertaris Kak Nicho. Bisa dibilang asisten pribadi Kak Nicho. Fakta itu cukup membuat aku cemburu. Tapi apa boleh buat.
Haaahhh......
"Ra. Tiara" panggil Sela sambil mengguncangkan bahuku.
Aku tersadar dari lamunanku. Aku kembali menghabiskan jatah makan siangku.
__ADS_1
"Lo gapapa kan Ra? Dari tadi aku lihat kamu hanya mengaduk-aduk makan siangmu. Ga usah dipikiran Ra masalah di kantor. Mereka hanya iri dengan keberuntungan yang kamu dapatkan. Ya wajar saja Pak Nichokan Most Wanted di kantor ini. Aku aja kesel tau kamu jadian sama Pak Nicho" Sela memutar bola matanya malas. Dia tersenyum kecut di hadapanku.
"Ya..... tapi aku sebagai teman akan dukung kamu kok. Jangan khawatir. Ingat hanya pohon yang berbuah manis yang dilempari batu" Sela tersenyum tulus.
Dia menepuk-nepuk bahuku,menguatkan. Aku mengangguk. Membalasnya tersenyum.
"Oh ya tadi Mba Dellis bilang kalau kamu diminta ke ruangannya. Katanya sih ada yang mau Mba Dellis mintain tolong. Kamu tahu sendirikan dia seperti apa? Jadi,kamu harus sabar. Dia orang yang berbahaya Ra. Kamu harus hati-hati"
Aku mengangguk.
"Baru saja aku memikirkan Mba Dellis",gumamku.
Aku menghela nafas panjang. Lain kali aku harus hati-hati dengan pikiranku sendiri. Ini sama saja dengan menantang takdir. Tuhan sudah memberiku keringanan tapi aku malah memikirkan hal yang berat. Benar saja hal berat itu hadir dalam kenyataan.
Ahhh.... Aku mikir apasih. Aku menggeleng-gelengkan kepala. Berusaha menepis pikiran yang tidak-tidak. Lebih baik aku segera makan. Dan menghampiri Mba Dellis. Semoga dapat bonus bisa bertemu Kak Nicho. Hari ini aku sama sekali belum bertemu batang hidungnya.
*******
Caper dikit sama pacar bolehkan ehmm..... Aku tersenyum geli dengan kata hatiku sendiri.
"Iya aku mau minta tolong sama kamu. Kamu kenal Ratihkan? Dia lagi cuti. Jadi,untuk sementara waktu kamu bantu kerjaan saya dulu. Ga ada yang bisa aku percaya selain kamu. Soalnya kamukan office girls terbaik di kantor ini. Tugas kamu bantu saya membuat data ini. Hanya 2 hari saja kok. Hari ini dan hari jum'at. Besok Senin Ratih udah masuk kerja lagi"
Aku memperhatikan tugas yang diberikan Mba Dellis.
Aku hanya memasukkan data saja ke file komputer. Menurutku tugas ini tidak sulit hanya saja aku merasa ada yang janggal dengan tugas yang diberikan Mba Dellis. Aku berharap dia tidak sedang mengerjaiku.
"Kamu pahamkan Ra?" Mba Dellis menegaskan kembali kepadaku.
Senyum manis mengembang di bibirnya. Mba Dellis tampak cantik dengan gaya rambut Kate Middleton yaitu Chelsea Blow Dry. Rambut lurusnya tergerai bebas,gelombang di ujung rambutnya dengan aksen bercahaya. Aku terpaku melihat kecantikannya.
Aku mengangguk.
__ADS_1
"OK. Kalau kamu sudah paham. Tolong segera diselesaikan ya. Saya hari jum'at harus sudah laporan ke Pak Nicho. Sebelum jam makan siang tolong sudah ada di meja kerja saya ya Ra"
Aku mengangguk dan berlalu membawa tumpukan berkas ke ruangan tambahan di lantai 5. Aku berharap bisa bertemu Kak Nicho tapi yaa mungkin belum beruntung. Lagi-lagi aku terpaku dengan kecantikan Mba Dellis. Ada segaris rasa khawatir di hatiku kalau-kalau Kak Nicho jatuh hati kepadanya.
"Aahhhh.... aku mikir apa sih?" teriakku sambil menggelengkan kepala.
Aku segera mengerjakan tugasku dan beberapa menit kemudian aku terhanyut diantara tumpukan berkas.
Terdengar notif pesan masuk
/Mba Dellis
Aduuhhh Ra maaf. Datanya besok harus aku kirim ke Pak Nicho. Jadi malam ini kamu selesaikan ya. Aku ga bisa bantu. Soalnya ada dinas keluar sore ini. Besok jam 9 harus udah selesai ya Ra
"Haahh... yang benar saja" gumamku. Apa boleh buat mau tak mau aku harus segera menyelesaikannya.
/Aku
Ya Mba. Tiara usahakan ya.
Dengan teliti aku memasukan data ke file komputer. Salah satu saja,bisa berakibat fatal. Apalagi ini mengenai dana perusahaan.
Tidak terasa sudah jam 9 malam. Aku masih bergelut dengan berkas yang menumpuk. Masih ada setengah tumpuk lagi. Tingginya kira-kira 35cm. Aku ingin segera pulang tapi jika harus datang pagi-pagi ke kantor sepertinya aku tidak bisa. Aku paling malas bangun pagi. Jadi aku putuskan untuk melanjutkannya.
Aku sama sekali tidak memberi kabar Kak Nicho. Aku ingin menanyakan tentang berkas ini tapi aku takut dia khawatir. Lebih baik aku diam sajakan?!
Krriiitttt.....
Terdengar suara pintu dibuka.
Aku terlonjak kaget. Seketika itu tubuhku merinding. Siapa malam-malam yang masih ada di kantor? Batinku berbisik.
__ADS_1
Aku ingin menengok ke belakang tapi aku takut. Tempat dudukku membelakangi pintu sehingga aku harus menoleh untuk mengetahuinya. Aku memejamkan mata dan tanganku mengepal.