I Love You..... Kakak

I Love You..... Kakak
FAKTA YANG TAK TERDUGA


__ADS_3

Deg jantungku seakan berhenti berdetak. Air mata ini kembali lolos.


"Apakah operasinya berhasil?"


"Berhasil Bu. Berkat seseorang yang mendonorkan darahnya. Sayang wanita itu sekarang sedang pingsan"


Wanita? Siapakah itu?


"Boleh tahu siapa yang menolong calon suami saya Sus?"


"Azizah Putri Wulandari. Nona Azizah yang menyelamatkan Pak Nicho. Membawa pasien ke rumah sakit dan mendonorkan darahnya. Sayang sekali stok darah O habis. Tinggal 3 kantong itupun kurang sebab pasein mengalami pendarahan hebat"


"Baik Sus,terimakasih"


"Sama-sama"


Aku dan Pak Karman menuju ruang vip. Di sana aku hanya bisa menunggunya di luar. Melihat dari pintu kaca. Hatiku teramat sakit melihat ia terbaring tak berdaya di sana. Berharap Kak Nicho segera sadar. Aku ingin memeluknya,aku ingin menciumnya. Aku ingin berbincang banyak dengannya.


"Kak Nicho,Tiara di sini kumohon sadarlah Kak" Aku memukul-mukul dinding kaca di hadapanku berharap Kak Nicho terbangun karena itu.


"Non,ayo duduk. Kalau Non begini,Den Nicho pasti ikut sedih"


Aku meronta-ronta. Aku benar-benar seperti orang gila saat ini. Aku berteriak memanggil Kak Nicho terus menerus. Beruntung tidak ada Satpam yang menegurku.


"Non ini rumah sakit,pasien yang lain nanti terganggu jika Non seperti ini"


Mendengar penuturan Pak Karman,aku diam. Aku duduk di lantai sambil meringkuk.


"Pak Karman"


"Nyonya"


"Tiara mana Pak?"


Ini suara Bunda tapi aku enggan untuk bangkit. Aku ingin begini.


Tangan lembut mengusap punggungku. Aku mendengar suara lirih dan terisak berbisik,"Nak,sabar ya. Kita mohon pertolongan Allah"


Setelah itu ia memelukku erat. Aku tak bergeming.


"Selamat malam. Saya orang tua Azizah Putri Wulandari. Putri kami yang membantu Nicho dan mendonorkan darahnya. Ia kini terbaring kritis...."

__ADS_1


Aku tidak bisa mendengar kelanjutan pembicaraan kedua orang tua Putri dengan kedua calon mertuaku sebab aku pingsan.


*****


Aku mengerjapkan mataku. Rasanya berat sekali. Untuk menggerakkan jari saja rasanya sangat berat. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Tangan kiriku digenggam erat oleh seseorang.


"Kamu sudah bangun sayang?"


Bukankah ini suara Kak Nicho? Aku terlonjak kaget hampir saya aku terjatuh karena aku langsung berhambur memeluk dadanya.


"Tiara rindu kakak" Air mata ini terjatuh tanpa bisa aku tahan.


"Tidurnya denganku di sini"


Aku mengangguk. Dengan hati-hati aku merangkak naik ke blankar. Sangat sempit tapi terasa hangat.


"Kak,aku takut"


"Kenapa sayang?"


"Kakak kapan kembali ke Jakarta? Aku ingin merawat kakak di sana" Ucapku dengan memeluk dada bidangnya.


"Kak istirahat ya. Jangan banyak gerak dan bicara dulu. Biar Tiara temani"


"Boleh asal jangan pingsan lagi" Kak Nicho mencubit hidungku.


Untuk sesaat biarkanlah kami berdua begini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hubungan ini ke depannya.


Entah berapa lama,aku tertidur satu blankar dengan Kak Nicho. Sayup-sayup ku dengar bisik-bisik dari luar pintu.


"Katanya dia Presdir PT ADIPUTRA JAYA PERKASA kalau wanita yang memeluknya itu OB di kantor itu"


"Hush kok kamu tau?"


"Ya taulah orang viral di sosmed. Pria itu juga sangat terkenal. Beberapa kali muncul di TV"


Aku sangat terkejut mendengar itu. Aku yakin mereka itu adalah perawat yang bertugas di sini.


Fakta yang baru aku tahu ternyata Kak Nicho sangat terkenal. Sejak aku ingin melupakan Kak Nicho aku tidak pernah aktif di dunia maya. Aku juga tidak pernah menonton hiburan dari televisi. Begitu sampai rumah setelah bekerja,aku langsung tertidur.


Jika aku sedang libur, waktuku habis untuk membaca novel dan komik. Bahkan koleksi novelku sudah seperti di perpustakaan karena saking banyaknya.

__ADS_1


Aku menggeliat. Badanku terasa pegal akibat miring ke kanan terlalu lama. Aku berdiri dan mereganggkan badanku.


"Kamu sudah bangun sayang?"


"Uhhh kakak ngagetin aku aja sih" Aku mengelus dadaku untuk menenangkan debaran jantungku.


"Kak emang bener ya,kakak tuh terkenal?" Aku meraih hanphoneku di nakas.


"Ga usah dengerin kata orang. Ga penting aku terkenal atau enggak yang pasti aku cinta kamu" Kak Nicho menahan gerak jariku yang akan mengetikkan pencarian di google.


"Tiara pengen tau seberapa terkenalnya kakak" Aku mengercutkan bibirku.


"Oke,kamu naik ke sini kita lihat bareng-bareng"


Kak Nicho menggerakkan tubuhnya untuk duduk. Aku ikut naik di atas brankar. Ia malah mencubit kedua pipiku. Uhhh rasanya sakit. Aku ingin sekali menggelitik Kak Nicho namun aku urungkan. Ia pasti belum bisa menanggapi candaanku.


Kak Nichomerangkul tubuhku. Tangannya melingkar,ia membuka google. Ia ketikkan nama pencarian "Nicho Ramadhan" Beberapa gosip dan berita terkini muncul di sana. Termasuk fotoku yang sempat tertangkap kamera saat acara pertunangan dengannya. Selama ini saat kami berdua tidak pernah aku menemui awak media namun pemberitaannya di dunia maya selalu update.


"Kak kenapa saat aku jalan sama kakak tidak ada satupun wartawan ataupun reporter yang datang?"


"Mereka tidak diperbolehkan mengganggu kehidupan normalku"


"Maksud Kakak?"


"Tiara,kamu tahukan aku sibuk dengan pekerjaan. Mereka ingin berita tentangku tentu saja mereka harus membuat pengajuan terlebih dahulu. Ada beberapa awak media yang bekerjasama dengan perusahaan kita. Terkadang netizen menambah-nambahkan gosip untuk bumbu mereka"


"Jadi kakak mau berkerjasama dengan awak media dengan syarat tidak menganggu kehidupan normal kakak"


"Iyap betul"


Aku terpesona dengan wajah tampan kakak di gambar internet. Ia teramat tampan. Tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri.


"Berita mengenahi kecelakaan kakak juga sudah terbit. Bahkan ini... " Aku menatap mata Kak Nicho meminta pertanggungjawaban.


Di sana tertulis "Nicho Ramadhan Kecelakaan,Azizah Kritis Karena Mendonorkan Darahnya Untuk Menyelamatkan Nicho. Apakah Ini Pertanda Jodoh?!"


Selain itu ada satu lagi yang menganggu pikiranku,"Kekasih Nicho Ramadahan Seorang OG. Putuskan Dan Menikahlah Dengan Azizah Yang Lebih Pantas!"


"Ada saja orang yang tidak suka dengan hubungan kita. Sekarang mereka menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan berita tanpa harus wawancara"


Kak Nicho meletakkan hanphoneku di nakas. Kedua tangannya mengenggamku erat.

__ADS_1


__ADS_2