
Hari Sabtu yang dijanjikan sebagai hari pertunanganku sekaligus acara pengangkatan presdir baru di PT ADIPUTRA akhirnya tiba. Semua orang sibuk dengan perannya masing-masing. Tak terkecuali aku yang memang tidak memegang peran apapun tapi aku sudah dari tadi didandani ala badut oleh penata riasku.
Aahhh.... kalau bukan karena hendak mengikuti acara ini,aku mana mau memoles make up tebal begini seperti badut rasanya. Aku lebih suka tatanan simple dan polesan tipis di wajahku.
Sejak tadi aku belum bertemu singa mesum itu. Yang beberapa malam kemaren sering sekali menggodaku. Terlebih lagi Bapak dan Dad sudah memberi ijin. Aku lebih suka memanggil Ayah dan Bunda Kak Nicho dengan sebutan Mom and Dad. Bagiku panggilan itu lebih pantas.
"Yang,udah siap belum?"
Waahhh pria dihadapanku ini benar adalah kekasihku? Dia tampan sekali. Meskipun aku sudah sering melihatnya memakai setelah jas tapi kali ini sungguh berbeda,dia terlihat bersinar.
Aku mengangguk. Beranjak dari kursi rias mendekatinya. Aku berjinjit untuk menyeimbangkan tinggi badannya. Berbisik lirih ke telinga kanannya.
"Kakak tampan sekali" Aku tak tahan tidak memujinya. Dia tersenyum manis.
"Kamu juga cantik. Udah yuk teman-teman udah pada nungguin kita. Nanti lagi kalau mau menggodaku,malam masih panjang" godanya.
Tanpa pikir panjang aku segera berjalan keluar. Aku harus segera menjauh sebelum Kak Nicho kembali menggodaku. Benar saja teman-teman sudah sangat ramai. Aku sungguh gugup. Kak Nicho menggenggam jemari tanganku,menenangkanku.
"Tiara,ya ampun Ra kamu cantik sekali" Dia Nina sahabatku memelukku. Kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Dia adalah sahabatku satu-satunya yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka meski terkadang aku bersikap cuek kepadanya.
Aku bersyukur Nina menyelamatkanku dari Kak Nicho si singa mesum itu. Mungkin karena dia merasa Kak Nicho sebagai kekasih sahabatnya,dia tidak merasa canggung sedikitpun untuk merebutku dari genggaman Kak Nicho.
"Maaf Kak,Tiara biar sama aku dulu ya. Aku kangen beberapa hari ini,dia udah kakak culikkan" Ucap Nina tanpa rasa bersalah.
" Pfffttttt " Aku menahan tawa.
Diculik katanya. Ada-ada saja sahabatku satu ini.
Aku mendapat banyak ucapan selamat hari ini. Begitupun juga Kak Nicho. Suatu pengalaman yang sangat luar biasa,perayaan yang mungkin terlihat sederhana di mata orang berada tapi bagiku ini benar-benar perayaan yang sangat mewah.
__ADS_1
Saat acara pemakaian cincin tunangan di jari manisku juga berjalan lancar. Hingga saat dimana sosok wanita yang cantik lebih tinggi dari 7cm dariku datang menghampiri Kak Nicho yang sedang disampingku.
Dia tak kalah cantik,dengan dress warna emas tanpa lengan dengan krah model Sabrina,aksen bordir di pinggang hingga ujung gaun. Dengan sanggul dan hiasanan mutiara di samping kanan. Semua mata tertuju kepadanya terlebih lagi dia menatap Kak Nicho dengan pandangan tak biasa. Ada sedikit rasa cemburu saat ini.
"Kak,udah lama ya" sapa wanita itu. Dia mengulurkan tangannya untuk berjabat. Aku berusaha mengingatnya tapi entahlah sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana?
"Hemm... iya,gimana kabarmu Put?"
Astaga dia Putri? Azizah Putri Wulandari. Benarkah? Bagaimana bisa dia datang di acara ini?
"Bro kenalin ini kerabat gue dari nenek. Azizah namanya" Pak Daniel mendekati kami.
"Dia baru nyelesein studynya di luar negeri. Dia penerus Perusahaan Ritel terkenal di Jakarta loh" dengan bangga Pak Daniel memperkenalkan kerabatnya kepada kami. Putri terlihat malu-malu.
"Kak Daniel bisa aja deh bohongnya"
Terlihat Putri salah tingkah dan wajahnya memerah. Kami tertawa melihatnya. Sempat terbesit dalam hatiku mengapa bisa wanita secantik ini,Kak Nicho tolak demi aku yang tidak sebanding dengannya? Meskipun begitu,jujur saja aku tidak sanggup untuk merelakan Kak Nicho dengan wanita lain. Aku menggenggam erat jemari tangannya.
"Nic,PT APW menawarkan kerjasama untuk pembangunan ritelnya yang baru. Diperkirakan akan membuka beberapa cabang baru di Pulau Jawa dan Bali. Permintaan perabot rumah terus meningkat sehingga PT APW berniat mengajak kerjasama untuk desain arsitektur bangunannya karena kali ini ingin mengusung tema belanja yang terkesan lebih homey. Aku udah terima berkasnya,kamu tinggal meeting aja sama CEO nya tuh" Pak Daniel menunjuk ke arah Putri.
Aku mengerjapkan mata tak percaya. Dia seorang CEO perusahaan terkenal? Lalu denganku?? Hatiku mencelos mengingat aku tidak memiliki pencapaian apa-apa.
"Iya Kak. Aku berniat mengajak PT ADIPUTRA untuk kerjasama. Aku lihat hasil konstruksi di perusahaan Kakak sangat bagus. Aku ingin mengusung tema homey agar setiap pembeli merasa nyaman seolah-olah sedang berjalan-jalan di rumahnya sendiri. Bahkan bisa menjadi ide untuk desain interior bagi para calon pembeli"
Putri sangat antusias menjelaskan bagaimana program kerja yang akan diterapkan dalam sistem kerja dengan perusahaan di kantor kami. Aku yang tidak tahu menahu tentang isitem kerja perusahaan besar hanya diam. Ingin rasanya aku pergi saja.
"Wahh ide brilian sekali Put. Baiklah kita akan meeting secepatnya" Kak Nicho terlihat sangat antusias juga.
Aku mencari sosok Sela yang sedari tadi belum aku temui. Aku melihat ke sekeliling ruangan. Dan akhirnya ketemu juga. Lebih baik aku pergi daripada aku terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu menahu.
__ADS_1
"Kak,aku mau ketemu Sela dulu ya" Tanpa menunggu jawabannya,aku segera pergi dari hadapan para pembisnis muda itu.
Aku segera memeluk Sela begitu sampai di hadapannya.
"Kamu lupa ya sama aku. Mentang-mentang lagi berduaan dengan Mas Seto" ucapku.
"Apaan sih Ra. Maaf tadi gue terlambat datang,nyokap minta ditemenin shoping dulu tadi. Tau sendirikan kalau nyokap udah minta tolong,siapa yang bisa mencegahnya?"
Aku mengeratkan pelukanku. Tergambar raut wajah sedih. Haruskah aku cemburu kepada Putri,sedang aku tahu cinta Kak Nicho hanya untukku? Tapi perasaan macam apa ini? Hingga aku tak bisa berpikir jernih.
"Ra kamu gapapakan?" Sela melepas pelukanku. Setitik air mata jatuh kedua mataku. Sela mengelapnya.
"Ra,kamu kenapa? Inikan hari spesial kamu kenapa kamu malah menangis?" Sela terlihat panik. Meski hatiku bergejolak aku harus berusaha tersenyum dihadapannya.
"Gak apa Sel,aku cuman kangen aja sama kamu. Tau sendirikan Kak Nicho sering kali culik aku. Sekarang aku kehilangan masa bebasku" Aku mengerucutkan bibirku,kedua tanganku bersedekap di perut.
"Hahahaha.... Namanya juga lagi kasmaran Ra. Wajar dong Kak Nicho gak bisa jauh-jauh dari kamu"
"Seperti Sela dan Mas Seto ya yang lagi kasmaran sampai ga ngucapin selamat sama aku" Kali ini aku membuat kedua sahabat karibku di kantor tersipu malu.
"Hai Ra,selamat ya"
Wooww... Kali ini aku terperanjat kaget. Mba Dellis memelukku. Dia tak kalah cantik. Gaun berwarna kuning keemasan dengan leher sabrina berbentuk V dan pita di pinggang sebelah kiri terkesan simple namun sangat menawan.
"Makasih Mba Dellis" ucapku masih dalam pelukannya.
" Yuk kita bersulang demi kelanggengan hubungan Tiara dan Nicho" katanya seraya mengangkat gelas.
" Cheers!!! "
__ADS_1