
Aku tidak menyangka jika Tiara benar-benar pergi dari hidupku setelah mendengar sepatah kata "Tunangan". Aku mengerti semua itu adalah salahku. Tapi sebagai seorang kakak,aku hanya ingin mencintainya dengan tulus meski aku harus mengorbankan diriku hidup bersama dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai.
Andai Tiara tahu sesakit ini aku harus melepasmu. Aku tersiksa seorang diri. Terasa berat menanggung derita ini sendirian.
Seperti kata novelis favoritku,ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi,maka iya juga membawa sepotong hatimu. Itu benar kepergiaannya bisa berarti kehilangan separuh jiwa.
Begitupun aku,kehilangannya bukan hanya membawa separuh jiwaku melainkan hampir seluruh jiwaku pergi bersamanya. Tapi hidup akan terus berjalan meskipun tanpa ada Tiara di sampingku.
Bagaimanapun aku sudah berjanji untuk mencintai Tiara,menikahinya dan hidup bersamanya. Seberat apapun hidup ini,aku harus terus bangkit. Demi cinta.
Langkah kakiku terhenti melihat seorang wanita cantik dengan wajah mungil,hidung mancung,bibir mungil nan tebal tersenyum ke arahku. Tingginya sekitar sepundakku. Dia melambaikan tangan ke arahku. Tanpa pikir panjang,aku langsung berlari mendekatinya. Tiara!
Saat aku berkedip,sosok cantik yang mirip Tiara hilang. Aku terpaku. Mungkinkah ini halusinasi? Aku memutar arah berjalan menuju ruang kuliah. Wajahku tertunduk lesu.
"Denger-denger katanya lu mau kuliah ke luar negri boy?" Fernand merangkul pundakku. Fernand sering sekali mengagetkanku. Dia salah satu sahabat karibku. Fernand tahu betul,aku sangat menderita atas kepergian Tiara.
"Iya Nand,Bapak yang minta gua buat kuliah di Amerika"
"Ok Boy. Entar sore jadi ke Panti Rapih?"
"Iya. Lu mau ikut?" Tanyaku.
"Siaappp! Ke kantin yuk. Gue laper belum sarapan"
Sesampainya di kantin,Fernand memesan nasi goreng. Sejak kepergian Tiara,aku sama sekali tidak nafsu makan. Aku memesan Jus Jambu saja.
"Haii..." Senyum merekah dibibirnya yang cantik. Seorang wanita yang sudah lama memendam rasa cintanya kepadaku. Yaa,dia adalah Azizah Putri Wulandari. Perawakannya tinggi,dengan body yang lumayan seksi. Rambutnya pirang sedikit bergelombang di kuncir ke belakang. Dia memang cantik. Kulitnya putih.
Aku tersenyum tanpa menjawab.
__ADS_1
"Hai juga,Put. Nyariin Nicho ya?" Fernand melirik ke arahku. Siku tangannya menyenggol tanganku. Pas sekali saat aku hendak meminum jus jambu.
"Uhuukk... Uhhuukk..." Aku tersedak. Putri menyodorkanku air mineral. Aku menatapnya. Dia mengangguk. Tanpa pikir lagi,aku langsung membuka botol aqua dan meminumnya.
"Biasa Put,dia grogi kalau lihat cwe cantik" Fernand menggodaku. Lebih tepatnya dia sedang curhat sebab diam-diam Fernand menyukai Putri. Walaupun dia tahu cintanya tak terbalas.
Karena kaget aku kembali tersedak. Kali ini lebih parah.
"Uhuukk... Uhhuukk.... Uuuhhhuukkk... Uuhhuukk.... Haahh.... Haahh...." Fernand menepuk-nepuk pundakku menenangkan. Hampir saja nyawaku terbang.
Aku mengelus dadaku,berusaha tenang.
Putri sangat panik,wajahnya memerah. Sedari tadi dia terus memanggilku. Aku mengerti akan kekhawatirannya. Aku sering kali menghindari tatapannya semenjak aku tahu Fernand menyukainya.
Setelah aku tenang,Putri menanyakan suatu hal yang membuatku lebih kaget daripada tersedak. Saat Tiara ulang tahun,aku memang berjanji untuk mengajaknya jalan. Lebih tepatnya,aku mau mengundang Putri hadir di acara perayaan ulang tahun Tiara. Aku ingin menyudahi rasa cinta ini dan mengubur dalam-dalam. Seperti yang sudah terjadi,justru rencana ini gagal total.
"Ehmmm.... Put,aku ada jan-" belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku,Fernand sudah menimpalinya.
"Ok baby. Puas-puasin ngobrolnya ya" Jawabnya sambil mengedipkan matanya ke arahku. Fernand sahabatku yang paling sabar,bagaimana tidak wanita yang dia cintai diam-diam ini sedang mendekati pria lain tapi dengan sabar,dia malah memberi kesempatan. Aku benar-benar dalam posisi bingung saat ini.
Putri bangkit dari duduknya. Dia perlahan mendekatiku. Diraihnya jemari tanganku.
Aku mengelak. Hati ini,jiwa ini hanya milik Tiara,bahkan jemari tangankupun tidak boleh tersentuh wanita lain,aku menghindarinya.
"Ehmm..." Aku bangkit dari dudukku. Terlihat raut wajah kecewa.
Semua wanita di kampus paham betul jika aku manusia es. Sebenarnya aku tidak terlalu pelit dengan senyuman hanya saja aku sangat menjaga jarak dengan wanita manapun selain Tiara.
Kami berjalan beriringinan tanpa sepatah katapun. Suasana canggung sangat terasa.
__ADS_1
"Kak,apa Putri benar-benar tidak ada kesempatan buat bersama Kak Nicho?"
Akhirnya Putri memulai pembicaraan.
Sorot matanya menyiratkan kesedihan yang dalam. Penolakan cinta bagi wanita akan terasa berat terlebih lagi dia sudah membulatkan tekad untuk menyatakan cintanya.
Sebenarnya Putri adalah sosok wanita yang sangat baik,dia juga cukup populer di kampus. Meskipun begitu,dia tidak terlihat sama sekali pernah jalan dengan pria manapun. Putri termasuk anak konglomerat. Bapaknya seorang pembisnis di Jakarta.
"Maaf Put,aku udah punya kekasih"
Walaupun kejujuran itu menyakitkan tapi mau tidak mau harus tetap diucapkan. Sebab satu kebohongan bisa menyebabkan rentetan kebohongan yang lain.
Kami duduk di taman kampus. Tampak beberapa rekan kampus yang lain sedang bercengkrama. Sesekali mereka saling memukul ringan. Kemudian tertawa kembali. Kehidupan kampus memang sangat menyenangkan. Tapi bagiku tanpa Tiara di sisiku itu bagaikan penjara emas.
Putri mengusap air mata yang jatuh. Aku mengulurkan tanganku untuk menepuk pundaknya tapi urung. Hatiku tercabik-cabik bagaimana bisa aku hidup hanya membuat wanita menangis bahkan pergi meninggalkanku? Aku terluka,Tiara pun sama begitu juga Putri.
"Aku akan buat Kak Nicho jatuh cinta sama Putri" ucapnya lantang dan bergetar. Dia berlari sambil menunduk. Aku tahu ini salah. Tapi haruskah aku melukai hatinya dengan pura-pura cinta? Sedangkan hatiku sendiripun sangat sakit.
Putri pergi tanpa menghiraukan panggilanku.Tanpa ragu aku mengejar wanita itu. Sayangnya handphoneku berdering.
Sial! Aku merogoh handphone yang ada di saku kananku.
"Ck,Fernand"
Tanpa pikir panjang aku langsung memasukkan handphoneku kembali.
Aku menoleh ke kanan kiri,ternyata Putri sudah tidak terlihat lagi.
"Aarrhhhh..... Sial!"
__ADS_1