
Victor Razox, itu bukanlah nama pemberian dari kedua orang tua kandungku, melainkan ayah angkatku yang mengadopsiku sebagai anaknya, ya, aku adalah anak adopsi, dan aku tau itu. Aku tidak ingat siapa nama asli pemberian dari kedua orang tua kandungku, saat umurku 3 tahun, kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan saat kami sedang berlibur, tapi aku selamat dari kecelakan itu, aku tidak tau apakah aku beruntung atau tidak.
Aku ingat saat pemakaman kedua orang tuaku, seperti pesta yang sangat meriah, banyak sekali orang yang hadir, aku tidak bisa mengingat siapa saja yang datang saat itu, banyak orang yang bilang akan merawatku, tapi tidak ada yang benar-benar melakukannya. Dan semua itu langsung berubah ketika satu bulan setelah pemakaman kedua orang tuaku, tidak ada yang pernah menjengukku lagi. Saat itu aku sangat kebingungan sampai aku harus jadi gelandangan, rumahku kutinggalkan begitu saja, selama 6 bulan aku menjadi gelandangan yang tidak jelas hidupnya, sampai akhirnya aku ditemukan oleh ayah angkatku yang sekarang, aku menerimanya saja karena aku sangat bingung saat itu.
__ADS_1
Aku dibawa ke rumahnya, walaupun rumahnya kecil, namun banyak orang di dalamnya. Saat itu aku bertemu seseorang di rumah itu, namanya Jefran, dia satu tahun lebih muda dari aku, tapi dia kelihatannya sangat baik kepadaku, dia memperlakukanku seperti kakaknya sendiri, aku tidak tau kenapa, padahal aku adalah orang baru di kehidupannya.
Selama aku di rumah itu, aku diasuh oleh ayah angkatku seperti anaknya sendiri, dan disekolahkan dengan layak, aku merasa sangat beruntung saat itu, melewati masa TK, SD, SMP, semuanya kulewati dengan biaya dari ayah angkatku, beliau sangat baik karena memberiku biaya tanpa meminta balasan, beliau ingin aku menggapai cita-citaku yang aku sendiri belum tau apa cita-citaku. Sampai akhirnya aku lulus SMP dan akan melanjutkannya ke SMA, ayah angkatku tidak pernah muncul lagi, aku bahkan belum tau nama dari ayah angkatku. Tapi beliau tetap mengirimkan uang bulanan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari, seperti makan, air, listrik. Kami harus siap hidup mandiri, walaupun hanya setengah, apalagi di rumah ini ada banyak orang, aku, Jefran, dan 4 orang lainnya yang juga adalah saudara angkatku dan juga anak angkat dari ayahku yang sekarang.
__ADS_1
Karena keadaan itu, membuatku bepikir bagaimana aku melanjutkan pendidikanku tanpa diberikan biaya dari beliau. Aku bertanya kepada teman-temanku tentang SMA gratis, aku mau saja bertanya kepada saudaraku, tapi mereka tidak ada yang seumuran denganku. Saat aku bertanya, kebanyakan tidak menjawab dengan benar, mereka justru bertanya balik : “kalau kau belajar terus, kapan kau punya pacar?”, ”mana pacar lu?”, ”masih aja lu jomblo, kapan punya pacar?.”, dan lain-lain. Hal itu terdengar ke telingaku setiap hari hingga membuatku jengkel, entah disengaja atau tidak, tapi pertanyaan itu terus terdengar di telingaku, bahkan sebelum aku menanyakan hal itu.
Cerita ini sekarang menceritakan kehidupanku yang saat ini kujalani, SMA, kuharap tidak ada lagi yang menanyakan hal itu kepadaku...
__ADS_1
__ADS_1