
Beberapa bulan berlalu, sekarang sudah memasuki bulan November, aku sedang di kelas dan hanya mengeluh saja dengan topik yang sama dari pagi.
“Kenapa tidak ada yang mau konsultasi denganku sejak aku di pindahkan ke gedung sebelah?!”
“Jangan-jangan karena aku dipindahkan ke gedung sebelah makanya orang-orang jadi malas untuk kesana.”
“Menurutku itu bukanlah masalah.” Ucap Tino.
“Hah?”
“Iya, menurutku itu bukanlah masalah, karena sampai saat ini kita belum pernah mendengar kasus bunuh diri di ‘Pintu Depresi’ itu.” Jelas Tino.
“Uhh... Itu membuatku sakit hati mendengarnya...”
“Lantas apa yang harus kulakukan pada waktu luang seperti ini??!!”
“Kau bisa latihan teakwondo, bahkan lebih sering hingga kau ikut kejuaraan.”
“Tidak, aku menggunakan kemampuan taekwondoku hanya untuk bela diri dan bukan untuk pembuktian seperti itu. Lagipula aku ingin ada gunanya bagi orang-orang!”
“Ya... terserah kau saja. Aku mau ke kantin dulu, aku lapar, kau mau ikut?”
“Umm... tidak.”
Tino berdiri dan berjalan keluar kelas.
BIP
Saat Tino ingin keluar, pintu tiba-tiba terbuka dan ada yang masuk. Tino sedikit kaget dan melewatinya dari samping.
“...”
Aura orang itu sangatlah suram, sampai-sampai semua yang di kelas bisa merasakannya, termasuk aku.
Dia berjalan dengan lemasnya.
Ke arahku.
“Eh?”
“Apa kau yang bernama Razox???” Tanya orang itu.
“I-iya.”
Tanpa sadar aku menelan ludahku sampai bersuara.
“Perkenalkan, namaku... Fenrir... Fenrir Reyfall...”
“Um... anda dari kelas mana?”
“Aku dari kelas XI... IPS-2...”
“!!!”
Kelas XI, dia adalah kakak kelasku, aku baru melihat siswa dari kelas XI selain ketua OSIS, jadi seperti ini siswa kelas XI, apa siswa yang lainnya juga begini?
“Aku datang kesini untuk berkonsultasi denganmu...”
Aku tidak pernah melihat siswa lain seperti dia selama bersekolah disini, bahkan saat seluruh siswa sekolah ini dikumpulkan saat upacara.
Dia langsung duduk di depanku.
“Jadi begini... aku punya masalah dengan orang-orang sekitarku...”
“Aku ingat, bermula sekitar bulan Juli lalu...”
“Ano... Reyfall...”
“...”
Dia berhenti berbicara dan melihat ke arahku dengan tatapan datar.
__ADS_1
“Maaf, bukan seperti itu prosedurnya, waktu istitrahat ini hanya untuk membuat perjanjian, dan waktu istirahat ini juga terlalu sedikit untukmu bercerita, kau bisa berkonsultasi denganku nanti saat pulang sekolah, karena waktu saat itu lebih banyak, kau bisa cerita lebih banyak nanti.”
“Baiklah...”
Dia langsung berdiri,
“Aku akan menemuimu lagi nanti sore...”
Dan langsung berjalan pergi.
“...”
Kenapa... kakiku gemetar???
Apa aku takut? Apa yang membuatku takut?
Dia kelihatannya sangat membutuhkan bantuanku, aku harus membantunya. Terlihat dari penampilannya, dia terlihat sangat depresi dan ingin bunuh diri.
Ya, aku harus membantunya.
...
...
...
Sore hari, aku menunggu Reyfall di depan kelas.
...
Tidak lama kemudian, Reyfall langsung memunculkan diri dan berjalan ke arahku.
“Halo, Razox.”
“Ha-halo.”
“Ayo, kita akan berkonsultasi di gedung sebelah.”
Kami tetap berjalan ke gedung sebelah.
Aku tidak melihat Tino dan yang lainnya di halte depan sekolah, sepertinya mereka sudah pulang duluan.
“Ummm... Reyfall, kenapa kau baru ingin berkonsultasi denganku sekarang? Bukan sejak kemarin kemarin, saat aku melakukan promosi.” Tanyaku mencairkan suasana.
“Aku sudah tau konsultasimu beberapa bulan yang lalu... aku mengetahui konsultasimu dari kertas brosur yang kutemukan di tong sampah...” Ucap Reyfall dengan nada datar.
“Uhh... itu menyakitkan.”
“Tapi karena tadi pagi aku baru ingat tentang hal itu... aku langsung ke lantai atas untuk memeriksanya... ternyata benar, kupikir itu bohongan...”
“Itu lebih menyakitkan.”
“Oh ya, Reyfall, selama aku sekolah disini, aku jarang sekali melihat siswa kelas XI, sebenarnya dimana mereka?”
“Mereka... mereka lebih sering diam di dalam kelas.”
“Kalau saat berangkat sekolah? Aku jarang melihat mereka ada di halte ataupun di gerbang sekolah.”
“Kebanyakan dari mereka tidak suka dengan sinar matahari, mereka suka kegelapan... jadi mereka berangkat dan pulang sekolah secara diam-diam lewat kegelapan... tanpa diketahui...”
“Eh? Mereka itu vampir atau apa?”
...
Sesampainya di gedung itu yang tidak jauh dari sekolah karena gedung itu ada di sebelahnya, kami langsung pergi ke kantorku.
“Silahakn duduk.”
Reyfall duduk selonjoran di tempat yang sudah kusediakan, dan aku duduk di sebelahnya.
“Jadi, tolong ceritakan masalahmu.”
__ADS_1
“Baiklah...”
“Jadi ini dimulai sekitar bulan Juni lalu, aku tidak ingat bagaimana ini bermula, tapi sejak bulan itu, aku merasa ada yang aneh, ada yang hilang...”
“...”
Aku bingung harus menulis apa.
“Hilang ingatankah?”
“Bukan, aku yakin itu bukan hilang ingatan.”
“...”
“Aku lanjutkan, sebelumnya aku pernah bercerita hal ini kepada orang lain, tapi yang lain tidak percaya dengan ceritaku, beberapa sampai ada yang menganggapku gila.”
“...”
“Saat itu, aku benar-benar berpikir kalau ada yang hilang dari hidupku, entah apa itu.”
“Memang sebelumnya apa yang kau lakukan?”
“Ujian sekolah, liburan, dan kembali ke sekolah.”
“Hmm...”
“Lalu, saat aku mencoba menceritakan hal ini kepada teman sekelasku, mereka juga bingung, karena mereka juga mengalami hal yang sama.”
“...”
“Reyfall, sepertinya kau berhalusinasi.”
“Hah? Halusinasi? Tidak mungkin! Jika aku berhalusinasi, kenapa bukan hanya aku yang berhalusinasi?!” Tiba-tiba nada bicaranya naik seperti ingin marah.
“Eh?”
Sekarang aku justru bingung harus memberi solisi seperti apa, ceritanya sama sekali tidak masuk di akalku.
“...”
“Ummm... Reyfall, bisa kau ceritakan kejadian awalmu sebelum bulan Juni?”
“Sudah kubilang, aku tidak ingat!”
“Uh, sepertinya benar kalau kau berhalusinasi.”
“...”
“Maafkan aku, Reyfall. Aku tidak bisa membantumu.”
Tiba-tiba dia berdiri dan menghampiriku.
Aku siap menerima komplainnya.
“Sepertinya aku akan pergi ke psikiater profesional saja, walaupun aku harus membayar lebih.”
“Iya, kau benar, aku harus lebih banyak belajar...”
Reyfall langsung melangkah dan pergi keluar.
“Terima kasih! Ingat saja kalau konsultasi denganku akan selalu gratis selama aku masih di sekolah ini!”
BRAK
Dia menutup pintu itu dengan keras.
“Ya, aku harus lebih banyak belajar.”
__ADS_1