I Want A Normal Life : No Romance

I Want A Normal Life : No Romance
#25 - Tidak Semua Ingin Ada Pergantian Tahun


__ADS_3

“...”


8 Januari, aku datang ke sekolah sesuai pesan yang dikirimkan oleh Reyfall.


“Kenapa dia menyuruhku kesana pada saat liburan akan berakhir? Padahal besok aku kesini.”


“...”


Aku melihat Reyfall sudah duduk di halte depan sekolah, dia pasti sedang menungguku, dan sepertinya hanya aku yang dipanggil kesini olehnya.


“Razox, akhirnya kau datang juga...”


“Ada apa kau memanggilku kesini?”


“...”


“Ayo...”


Dia tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya berbalik badan dan mengajakku ke arah sekolah. Akupun mengikutinya.


“Apa yang akan kita lakukan di sekolah saat masih libur seperti ini?”


“...”


“Ikut saja, sekolah tetap buka walaupun hari libur sekalipun...”


“Begitu ya... seperti kampus saja...”


Kami berjalan ke sekolah dan ke tempat yang lebih spesifik,


perpustakaan.


“Hah? Kenapa kita kesini?”


“...”


BIP


“Ayo, akan kuperlihatkan sesuatu...”


“...”


BIP


Keadaan perpustakaannya tidak jauh beda dari terakhir kali aku berkunjung. Bedanya, aku tidak perlu mengisi buku tamu.


“Apa yang ingin kau perlihatkan?”


Reyfall berjalan ke ujung ruang dan menyalakan komputer.


Dia mengklik program rekaman.


Rekaman itu menunjukkan Reyfall yang sedang berdiri sambil melihat sekitar di dalam ruang.


“Apa maksudmu?”


“Perhatikan lebih teliti.”


“...”


“Eh?”


Rekaman itu juga menunjukkan tanggal kejadian itu, 11 Januari.


“11 Januari? Bukannya itu beberapa hari lagi?”


“Iya, tapi ini bukanlah 11 Januari besok, melainkan 11 Januari tahun lalu.”


“...”


Benar juga, lagipula, orang kulihat di rekaman itu adalah Reyfall, dan dia ada di sampingku sekarang, tidak mungkin dia ada di dalam rekaman masa depan.


“Jadi kenapa kau menunjukkan rekaman ini padaku?”


“Belum, lihat lagi...”


“...”


Keterangan rekaman itu juga menunjukkan 5-1, yang berarti lantai 5 kamera ke-1.


“Tunggu dulu, kenapa rekaman ini bisa sampai lantai 5? Padahal sekolah kita hanya ada 4 lantai.”


“Itu yang ingin kuberitahu...”


“...”


“Kau tau gedung tinggi yang ada di belakang sekolah?”


“Ya, aku tau. Gedung itu sangat tinggi, sampai kadang menutupi sinar matahari.”


“Itulah tempatmu nanti...”


“Hah?”


“Sekarang pergilah sejauh mungkin dari tempat ini, mungkin untuk seminggu, atau sebulan.”


“Tunggu, memangnya kenapa?”


“Maaf, aku tidak bisa memberitahumu, tapi turuti saja perkataanku...”


“...”


“Apa ada orang lain yang tau hal ini? Atau hanya aku saja?”


“Ya, hanya kau saja, dan jangan beritahu ini kepada siapapun...”

__ADS_1


“...”


“Kenapa harus aku?”


“Entahlah, aku hanya berpikir kalau aku harus.”


“...”


“Apa jaminanmu jika aku mengikuti perkataanmu?”


“Kau akan selamat...”


“...”


“Baiklah kalau begitu, terima kasih.”


Aku langsung berbalik dan keluar dari perpustakaan.


---


Aku berjalan ke rumah sambil berpikir tentang maksud dari Reyfall tadi.


Itulah tempatmu nanti...


Apa maksudnya? Apa mungkin itu punya maksud secara harfiah? Aku akan berada di tempat itu?


Tunggu, aku ingat sesuatu, tapi sepertinya aku harus kembali ke perpustakaan itu untuk memastikannya.


---


BIP


Aku kembali ke perpustakaan dan kembali menyalakan komputer lalu melihat rekaman yang Reyfall tunjukkan tadi.


“...”


Dalam rekaman itu masih terlihat Reyfall sedang berjalan mondar-mandir di suatu ruang lantai 5.


“...”


Aku melihat lebih teliti rekaman itu, ada sesuatu yang ganjil.


Selain itu, aku juga mencoba melihat rekaman lainnya, 5-2.


Terlihat siswa lain juga berjalan mondar-mandir di dalam ruangan, kelihatannya dia kebingungan.


“Bukan.”


Aku kembali ke rekaman 5-1, masih terlihat Reyfall di dalam itu sambil memeriksa setiap meja di ruang itu.


“Tunggu dulu.”


Wajah Reyfall terlihat jelas di rekaman itu, dia terlihat sangat berbeda dengan kulihat tadi, apa itu benar-benar dia?


“Potongan rambutnya berbeda, wajahnya juga berbeda.”


“...”


“Wajahnya sama.”


“Tapi dia yang sekarang terlihat sangat lelah.”


“...”


“Berarti benar kalau itu adalah Reyfall!”


“Ini terjadi setahun yang lalu, Reyfall sudah memberitahuku!”


“Dan perkataannya kalau ‘itu’ tempatku nanti memang benar!”


“Dia memberitahuku seperti itu karena dia tidak ingin kalau aku menjadi seperti dia.”


“Ini juga berarti perintah dia untuk pergi jauh itu benar!”


“Aku harus pergi sekarang!”


Aku langsung berlari dari perpustakaan dan keluar sekolah, serta menuju rumah. Tapi sebelum aku sampai rumah, aku melewati Level.


“Hoi, Razox!” Teriak seseorang dari dalam Level.


“...” Aku tidak menjawabnya, aku berhenti untuk melihat siapa yang barusan memanggilku.


Itu adalah Tino dan gadis itu.


“Sedang apa kau?” Tanya Tino.


“...”


Aku tidak menjawabnya juga dan langsung berlari lagi.


...


Sesampainya di rumah, aku langsung pergi ke kamarku.


“Halo, kak, tumben sudah pulang.” Sapa Jefran yang sedang berada di dapur.


“Aku harus cepat.”


Aku langsung bergegas untuk membereskan barang-barangku dan membawanya.


...


“Dompet, handphone, baju ganti, uang.” Aku memeriksa kembali barang bawaanku yang sedikit.


Baiklah, sepertinya aku sudah siap, sekarang aku harus pergi.

__ADS_1


...


Entahlah aku pergi kemana, yang pasti aku terus berjalan.


Terus berjalan...


Terus berjalan...


Terus berjalan...


Sepertinya aku berjalan tanpa tujuan.


BIP


Tiba-tiba saja, handphone-ku berbunyi notifikasi pesan masuk, itu pasti Reyfall.


Razox, kau sudah dimana?


Benar, yang mengirim pesan adalah Reyfall, kenapa dia sebegitunya khawatir denganku, ya?


Sepertinya sudah jauh, aku bahkan tidak tau aku sekarang dimana


Atau lebih tepatnya aku yang jarang sekali keluar, makannya aku tidak tau banyak nama tempat.


BIP


Bagus, jika sudah malam, kau boleh memilih untuk beristirahat di hotel atau tidak


Wah, jelas aku akan mengingap di hotel.


Aku akan menginap di hotel


BIP


Yakin kau akan menginap di hotel? Memangnya kau punya banyak uang?


“...”


Kukira tadi aku mau dibayari...


Lagipula uang yang kubawa juga sepertinya pas-pasan.


Tidak, hanya sedikit, aku akan tidur di tempat lain saja


BIP


Baiklah, semoga beruntung


...


...


...


Malam akhirnya tiba, aku beristirahat di kolong jembatan jalan tol.


Tempat ini cukup berisik karena suara mobil yang terus lewat, tapi untungnya aku membawa handsfree untuk mengurangi polusi suara.


“...”


BZZT


Bahkan notifikasi pesan masukku tidak terdengar, hanya getarannya saja yang terasa.


Razox, bagaimana keadaanmu disana?


Aku sudah berjalan cukup jauh sepertinya, oiya, Reyfall, bisakah kau memberitahuku kenapa kau menyuruhku melakukan ini?


BZZT


Maaf, aku juga sebenarnya ingin mejawab pertanyaanmu, tapi aku tidak bisa mengatakannya


“...”


BZZT


Aku akan melihatmu besok, sampai jumpa


“Ya... aku ikuti sajalah perkataannya, lagipula ini hanya satu hari, besok aku langsung pulang...”


Jam pada handphone-ku juga, sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan aku sudah mengantuk karena terlalu banyak berjalan.


...


“Selamat malam...” Ucapku kepada diriku sendiri...


...


...


...


...


...


“Lihat itu!”


“Razox!”


“Tidak apa-apa, kok.”


“Itu...”


‘Dewa Kematian’

__ADS_1


 


 


__ADS_2