Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Dukungan


__ADS_3

Syifa merasa takut karena diberikan tatapan yang sangat serius oleh papanya "Maafin Syifa pa, maafin Syifa ma!"


Shinta memeluk anaknya sambil menangis "Sayang, kamu begitu sangat dilanda masalah besar namun kamu tidak membaginya kepada kami, kamu menyimpan semuanya sendirian,"


Syifa pun melepaskan pelukannya dari sang ibu sambung "Apa yang harus kakak lakukan ma? Disaat keluarga kita begitu banyak masalah dan semua yang sudah dilalui. Kakak harus apa? Apakah kakak harus mem-membuat mama dan papa sedih?"


Revan dan Shinta terenyuh mendengar ucapan anak mereka "Sayang, maafin papa nak. Karena papa kamu harus menjadi seperti ini,"


Revan memeluk anaknya dengan erat, ia menyalahkan dirinya sendiri. Begitu juga dengan Shinta yang merasa gagal menjadi ibu "Seharusnya mama bisa memahami semua penderitaan kamu sayang,"

__ADS_1


"Mama, papa sudah lah! Itu tidak penting lagi sekarang karena kakak sudah di sini bersama kalian. Tapi kakak mohon, izinkan kakak kembali menjadi pengasuh untuk anak itu,"


Revan melepaskan pelukannya dari sang anak, menggeleng dengan cepat "Tidak nak! Papa tdiak akan rela jika kamu menjadi pengasuh! Kamu anak papa, anak kebanggaan papa. Bagaimana bisa papa melihat anak kesayangan papa menjadi pengasuh?"


"P--pa, tolong percaya lah! Ini hanya sementara sampai anak itu sembuh. Kakak hanya ingin bertanggungjawab atas semua kesalahan yang kakak perbuat. Papa sendiri yang selalu mengatakan jika kakak dan adik-adik harus bisa mempertanggungjawabkan semua kesalahan yang sudah kami lakukan pa," Syifa menatap papanya dengan tatapan sendu


Revan mengerang-kan rahangnya, ia merasa tidak berdaya. Ia tidak rela dengan semua ini, namun nyatanya ia pun tidak bisa berbuat apapun "Pa, jika kakak tidak menjadi pengasuh kakak bisa dijeblosin di dalam penjara. Dan papa tahu, jika perbuatan kakak itu sangat fatal, bukan hanya menabrak namun kakak juga membuat anak kecil menjadi pengasuh,"


"Pa, tolong izinkan kakak. Ma, tolong bicara sama papa, ini hanya sementara,"

__ADS_1


Shinta pun mencoba meyakinkan suaminya "Suami ku, menurut ku kita sebaiknya mengizinkan Syifa untuk menjaga dan merawat anak itu hingga ia sembuh. Ini hanya sementara suami ku, apa kamu mau melihat anak kita dipenjara?"


"Kita bisa menggunakan pengacara ternama untuk membela Syifa,"


"Apakah kamu membenarkan semua ini? Jika kamu memenangkan kasus ini, maka keadilan tidak akan bisa dipercaya. Itu tidak akan adil untuk anak itu,"


"Iya pa, Nizam tidak bersalah. Dan jika papa membayar pengacara ternama itu sama saja dengan membutakan tentang kebenaran. Manusia tidak akan lagi percaya dengan keadilan hukum pa,"


Revan terdiam, akhirnya ia pun mengalah dan mengizinkan anaknya untuk menjadi pengasuh "Baiklah sayang, dengan berat hati papa mengizinkan kamu. Tapi mama dan papa akan mengantarkan kamu, papa juga ingin melihat kondisi anak itu sekarang. Dan papa akan memberikan tim medis terbaik untuk anak itu segera pulih, dengan begitu kamu tidak harus menjadi pengasuh lagi nak,"

__ADS_1


Syifa memeluk papanya dengan penuh kasih sayang "Terimakasih banyak pa, saat ini kakak hanya butuh dukungan mama dan papa. Dan kakak yakin, kakak akan kuat menjalani semua ini,"


__ADS_2