Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Membela


__ADS_3

Alana yang sudah bersiap, melihat dirinya di depan cermin "Sangat cantik?" tersenyum, menunjukkan giginya yang tersusun rapi dan putih bersih.


"Alana sayang, kamu udah siap?"


"Udah ma," Alana membalikan tubuhnya, berjalan mendekati sang mama "Alana udah enggak sabar ketemu sama keponakan Alana,"


**************


"Aku tahu kamu sedih, tapi jangan jadikan masalah ini terus berlarut dalam kesedihan,"


Syifa tidak menjawab ucapan suaminya "Kenapa kau keras kepala? Aku mengatakan dengan baik, namun kau terus saja menangis seperti ini. Hei, tolong dengarkan aku! Saat ini, kita harus kuat untuk Nizam. Jika kau seperti ini terus, bagaimana kita bisa melawan Sheira di pengadilan?"


Syifa menatap suaminya, menghapus air matanya itu "Melawannya? Sedangkan kau saja spontan langsung memeluknya saat pertama kali bertemu, bagaimana kau bisa melawan seseorang yang masih kau cinta?"


Azam terdiam, ia tidak menyalahkan ucapan Syifa "Dengar, hati ku bukan urusan mu. Tapi, masalah Nizam akan ku pastikan jika kita akan memenangkan kasus ini, aku tidak akan membiarkan Sheira mengambil Nizam dari mu!"

__ADS_1


Syifa pergi meninggalkan suaminya, dirinya tidak mau berdebat lagi karena itu akan membuat suasana menjadi tidak baik.


"Apa kau mendengar aku?"


"Aku tidak butuh ucapan mu, namun tindakan mu. Aku ingin anakku terus bersama ku, apapun yang terjadi! Bahkan, aku akan melawan dunia sekalipun demi Nizam,"


Azam tercengang mendengar ucapan istrinya, apakah sedalam itu cinta dan sayangnya Syifa terhadap sang anak?


Padahal, Nizam bukan lahir dari rahim Syifa namun mengapa Syifa sangat menyayangi anaknya itu?


Syifa menggeleng "Enggak ma, mama tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang! Mama enggak tahu, apa yang aku alami sekarang. Karena bagi mama, bagi kalian aku hanyalah seorang figuran. Atau aku hanya lah baby sister yang harus bertanggung jawab atas kesembuhan Nizam. Kalian enggak paham, bagaimana rasanya jadi aku sekarang,"


"Permisi nyonya, tuan. Ada keluarga nona Syifa di bawah,"


Mendengar itu, Syifa langsung berlari keluar kamar. Ia menuruni anak tangga dengan hati yang sedih, berlari ke arah ibu sambungnya dan menangis di pelukannya

__ADS_1


"Mama hiks,"


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis?"


Revan dan si kembar juga kebingungan melihat Syifa menangis "Nak ada apa? Apakah Azam menyakiti mu?"


Azam dan ibunya menuruni anak tangga, Revan mendekati menantunya dengan kemarahan "Kau apakan anakku?" Ia menarik kera baju menantunya dengan kasar, Anita mencoba melerai. Syifa yang melihat itu langsung melepaskan pelukannya dari sang mama, langsung mendekati papanya "Pa, ini bukan kesalahan Azam!"


Revan melepaskan cengkraman itu, menoleh ke arah anaknya "Lalu, apa yang membuat kamu menangis seperti ini?"


"Tenang lah kalian! Saya yang akan memberitahu semuanya," ujar Anita, ia pun menceritakan segalanya kepada keluarga Syifa.


Shinta yang mendengar itu langsung menghela nafas panjang, mengapa hal yang dahulu ia rasakan kini dirasakan oleh anaknya? Shinta mendekati anaknya "Sayang, itulah resiko jika kamu menikah dengan seorang pria yang sudah pernah menikah dan memiliki anak. Tapi nak, ini bukan saatnya untuk menangis, tapi ini saatnya untuk kuat. Kamu jangan lemah! Kamu tahu betul kan? Apa yang kamu rasakan sekarang, mama pernah merasakannya dahulu,"


"Tapi ma, ini dua hal yang berbeda. Mamanya Nizam, bukan seperti mami Caca. Bukan wanita baik,"

__ADS_1


"Hentikan Syifa!" Disaat seperti ini, Azam justru membela mantan istrinya


__ADS_2