Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Untuk Apa?


__ADS_3

"Hentikan semua omong kosong anda! Saya tidak mau mendengarnya,namun yang jelas anak saya tidak akan pergi kemana pun, kau mengerti!"


Belum selesai Syifa berbicara, Azam sudah terlebih dahulu memotong pembicaraannya, sulit sekali menjelaskan kepada Azam bahwa Nizam juga membutuhkan udara di luar.


"Mengapa anda tidak mengerti tuan? Saya melakukan ini semua hanya karena kebaikan Nizam,"


"Kebaikan? Mungkin kau lupa, dan akan aku ingatkan sekali lagi! Kau penyebab anak ku mengalami segalanya, jika bukan karena keteledoran mu, anakku pasti sudah bahagia bermain di taman, dia akan bermain bola. Namun nyatanya, kau membuat anakku tidak berdaya!"


Syifa menatap lalu berlari keluar kamar di setiap pertengkaran yang terjadi, Azam selalu saja mengingatkan kesalahan yang ia perbuat.

__ADS_1


Jika dia tidak bisa menerima dan memaafkan ku untuk apa pernikahan ini? Dia selalu saja mengungkit kesalahan ku hiks! ~umpat Syifa dengan begitu kesal


Anita mendekati Syifa, dan bertanya apa yang terjadi "Nak, ada apa? Mengapa kamu menangis?"


Anita penasaran, bertanya apa yang terjadi dan Syifa hanya menggelengkan kepalanya saja sambil menghapus air mata "T-tidak ma! Tidak apa-apa,"


"Sangat salah!" Syifa dan Anita bersamaan menoleh ke belakang, langkah kaki mendekati keduanya "Kau memang bersalah, dan apakah aku harus membenarkan segalanya? Di taman itu, kau sudah membuat anakku lumpuh dan kau akan membawanya ke sana? Dia akan mengingat kejadian itu, dia akan merasa sedih dan mengapa kamu tidak mengerti?"


Syifa tak mau menjawab, bukan karena dia takut namun karena ia tidak mau bertengkar di hadapan mertuanya, ia memilih untuk menjauh namun Azam mencengkram tangannya dengan kuat

__ADS_1


"Jangan kasar kepada istri mu, Azam!" Anita menepis tangan anaknya "Apakah begini memperlakukan istri kamu? Apa seperti ini?"


Anita menatap anaknya dengan tajam, ia tidak menyangka mengapa anaknya bisa sangat kasar "Kamu seperti lelaki pecundang yang memperlakukan wanita sangat buruk, apakah mama dan papa mengajari kamu untuk kasar kepada wanita?" Anita berteriak, ia begitu kesal dan sangat emosi


"Ma, Azam tidak bermaksud menyakitinya Azam hanya ingin dia mengerti apa kesalahannya!"


"Dia memang bersalah, tapi apakah hanya dia yang bersalah? Dengar mama! Jika waktu itu,.kita menjaga Nizam dengan baik ini semua tidak akan terjadi, mama dan papa sibuk berdua dan kamu sibuk dengan pekerjaan. Tidak ada yang mengawasinya, jika saya Nizam dalam pengawasan ini semua tidak akan pernah terjadi!"


Syifa terisak bukan main, hatinya sangat sedih. Ibu mertuanya benar, namun ia tetap bertanggungjawab dengan semua kesalahan yang sudah ia perbuat "Kamu tidak pernah melihat perjuangannya dalam memperbaiki kesalahannya, demi kamu dia rela menikah dengan pria yang sudah memiliki anak, dia rela melepaskan masa lajangnya. Dan itu semua demi menebus kesalahannya! Dengar nak, bukan dia yang mau masuk ke keluarga ini, namun kita yang memintanya masuk ke dalam keluarga ini. Jika kamu tidak bisa memaafkannya, untuk apa menikahinya?""

__ADS_1


__ADS_2