
''Mengapa kau terlihat sangat bahagia menjadi seorang ibu padahal di usia mu yang sekarang seharusnya kau masih menikmati masa muda, terlebih lagi kau belum pernah mengandung atau melahirkan?'' Syifa mengatakan untuk tidak punya alasan mencintai seseorang dan ia sudah mencintai nizam ''Aku sendiri bahkan tidak mengerti, namun aku merasa nyaman, bahagia dan penuh cinta. Terkadang kita tidak butuh alasan untuk itu semua, Tuan!'' tanpa terasa keduanya sudah sampaio dirumah kedua orang tua Syifa
Untuk pertama kalinya, Syifa dan Azan mengisi obrolan di perjalanan. Shinta menyambut kedatangan anak dan menantunya ''Kalian sudah sampai, mama mengira tidak jadi datang ke sini karena lama sekali, ayo masuk!'' Shinta mengajak anak dan menantunya datang
Setelah sampai di dalam, Shinta memberitahu kepada anaknya jika caca tadi menghubungi nya dan meminta Syifa dan keluarga kecilnya untuk tinggal di rumah Caca dan Arvan yang ada di sini
__ADS_1
''Sayang, tadi mama caca meminta agar kalian menempati rumah mama Caca yang ada di sini, rumah nenek kamu juga tidak ada yang menempati, sebab itu mami meminta kalian untuk tinggal di sana,'
pelayan menghidangkan makanan kepada Syifa dan Nizam ''Maaf ma, tapi saya masih sanggup membelikan rumah untuk istri dan anak saya, saya tahu jika keluarga kalian sangat kaya namun bukan berarti kalian bisa menganggap saya tidak mampu,''
'''Nak Azam jangan salah paham! Mami Caca tidak bermaksud seperti itu, namun di sini Syifa lah anak sulung, mereka tidak ada jadi semua harta yang ada di Indonesia mereka serahkan kepada Syifa, rumah itu juga sudah menjadi milik Syifa,''' Shinta merasa tidak enak hati karena ucapannya membuat sang menantu tersinggung ''Tolong jangan salah paham nak Nizam! Mama tidak bermaksud melukai perasaan kamu,''
__ADS_1
''Jangan tersinggung, apa yang mama Shinta katakan memang benar. Mami dan Daddy sudah menyiapkan segalanya untukku, segala aset yang ada di Indonesia mereka berikan kepada ku, sedangkan yang ada di Malaysia semua untuk Raisa, Khanza mendapatkan aset yang ada di Amerika Serikat. Daddy sudah menyiapkan semua masa depan kami semua, kamu jangan tersinggung!''
''Bagaimana tidak? Jika kita tinggal di rumah mu maka aku telah gagal memberikan nafkah kepada istri ku, aku bukan suami yang baik. Tidak ada sejarahnya suami yang menumpang hidup kepada istrinya?'' Syifa melengus kesal, mengapa sulit sekali membuat suaminya mengerti. Ia tidak mau berdebat ''Ini bukan waktunya untuk berdebat, lebih baik kita menikmati kue dan teh ini!''
"Kakak!" Alana yang manja berlari menuruni anak tangga, ia segera mendekat dan memeluk kakaknya ''Kakak, Alana kangen sekali dengan kakak!'' bahkan Alana memeluk dan mencium kakaknya berulang-ulang.
__ADS_1
"Kita baru bertemu tadi di sekolah, dan kamu bersikap seolah kita tidak bertemu selama lima tahun?" Alana cemberut "Biasanya kita dua puluh empat jam bersama, tapi setelah kakak menikah. Bahkan kita tidak pernah meluangkan waktu bertiga walau hanya satu jam saja. Alana sangat merindukan kakak! Alana mau makan kakak suapi sekarang, ayo kak!"
Azam tersenyum melihat sikap manja Alana, memang terlihat jelas kedekatan di atara keduanya ''Iya-iya, ayo kita makan! Dan kamu harus makan yang banyak ya?''