Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Cemas


__ADS_3

"Tapi dia anak kamu Sheira! Enggak pantas mengatakan hal buruk tentang anak kamu sendiri,"


"Mommy, sheira tahu jika dia anak Sheira sebab itu Sheira berjuang untuk hak asuhnya. Jika Sheira enggak anggap anak cacat itu sebagai anak Sheira, enggak akan Sheira ambil dia!"


"Nak, tapi mommy tahu. Kamu mengambil Nizam bukan karena sebagai ibu namun kamu sengaja ingin menghancurkan kehidupan mantan suami kamu! Kamu ingin melihatnya hancur, dan satu-satunya cara adalah Nizam. Benar bukan?"


Sheira terdiam, ia bingung mengapa mamanya tahu rencananya namun ia menyangkal "Apa aku seburuk itu di mata mommy? Tidak mommy! Aku ini seorang ibu, dan aku akan menyayangi anak-anakku dengan tulus!"


"Semoga saja sayang! Tapi mommy yakin dengan ucapan mommy?"


Sheira yang kesal memilih pergi, meninggalkan ibunya.


"Mommy enggak boleh tahu rencana aku yang sebenarnya, aku takut mommy akan merusak semua rencana ku dan aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi!"


Wanita itu memikirkan cara, bagaimana pun ia harus mendapatkan hak asuh anaknya "Bagaimana pun caranya, aku harus mendapatkan hak asuh anakku!"


**********


Di sekolah, si kembar belajar dengan baik. Alana terlihat tidak fokus, Alan memperhatikan saudara kembarnya itu "Alana, ada apa?"


"Tidak apa-apa!"


"Katakan sesuatu Alana!"

__ADS_1


Sebelumya, Alana homeschooling namun karena ia meminta untuk kembali belajar di sekolah maka Revan dan Shinta menurut.


Alana terlihat cemas, membuat Alan khawatir


Apakah Alana kembali kambuh? ~batin Alan.


Ia pun beranjak dari tempat duduknya, mengatakan kepada wali kelas untuk menghubungi kedua orang tuanya.


"Permisi bu, boleh enggak pinjam ponsel mom untuk menghubungi papa?"


"Ada apa Alan? Apakah sesuatu telah terjadi?" Tanya guru Alan dengan nada yang lembut "Sepertinya Alana sedang tidak baik-baik saja,"


Guru itu menoleh ke arah Alana yang pucat, tangan gemetar "Ibu akan menghubungi kedua orang tua kamu, bawa Alana ke ruangan UKS ya?"


Alan mengangguk, dan berjalan mendekati Alana "Alana, ayo ikut aku ke ruangan UKS!"


Alana akhirnya mendengarkan ucapan Alan dan berjalan menuju UKS.


"Sudah aku katakan kepada mu untuk tidak banyak memikirkan sesuatu, Alana!"


Alan segera menggendong belakang saudara kembarnya itu, ia terlihat sangat cemas membuat Alana tersenyum. Sesampai di ruanga. UKS, Alan membantu saudara kembarnya untuk berbaring "Terimakasih kau masih perduli kepada ku Alan,"


"Apa kau tidak waras? Tentu saja aku perduli, kau adalah adikku! Berhenti memikirkan hal konyol Alana!"

__ADS_1


"Tapi kau sering marah kepada ku,"


"Aku hanya marah, bukan membenci mu. Dan aku tidak pernah berhenti untuk perduli kepada mu!"


Alana tersenyum bahagia, ia menyadari kasih sayang saudara kembarnya "Aku salah menilai mu Alan,"


"Sudah jangan banyak bicara! Lagipula, memang sudah sifat mu salah menilai kami semua. Kau tidak menyadari kasih sayang yang kami berikan kepada mu!"


Alan meminta Alana untuk istirahat "Lebih baik kau istirahat sekarang! Mungkin sebentar lagi mama dan papa akan datang!"


Alan mengambil segelas air putih, terlihat kecemasan di wajah Alana kembali.


Astaga, jangan sampai Alana kambuh lagi sekarang! ~batin Alan


Ia tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan "Bertahan lah Alana! Ini minum dulu!" Alana mengambil dengan nada yang gemetar, Alan tak tega ia pun meneteskan air matanya melihat kondisi adiknya itu


"Alana sayang!" Alan menghela nafas lega melihat mama dan papanya sudah sampai. Shinta langsung memberikan obat kepada anaknya dan itu membuat Alana lebih tenang


"Sayang, kamu enggak apa-apa?" Alana menggelengkan kepalanya "Sudah berulangkali mama katakan kepada Alana untuk tidak terlalu cemas dalam segala hal sayang, mama enggak mau kamu kenapa-kenapa. Ini yang mama takutkan saat kamu kembali masuk ke sekolah umum," Shinta memeluk, mencium kening anaknya


Revan juga memeluk Alan, mengucapkan terimakasih karena Alan sudah menjaga saudara kembarnya dengan baik "Jagoan papa, terimakasih nak. Kamu menjaga adik mu dengan baik, papa bangga sama kamu!"


Shinta menoleh ke arah puteranya dan mengatakan hal yang sama "Terimakasih sayang, kamu menjaga adik mu dengan baik. Mama yakin, di saat kamu ada bersama Alana semua akan baik-baik saja,"

__ADS_1


"Iya mama. Bahkan, Alan tadi menangis melihat Alana. Dia sangat khawatir sama Alana,"


"Itu karena Alan sayang sama kamu nak!"


__ADS_2