Ibu Sambung 2

Ibu Sambung 2
Syifa Bertindak?


__ADS_3

Sheira menatap kesal Syifa, lalu tersenyum dengan liciknya "Oh iya? Untuk apa memiliki keluarga yang bahkan hatinya masih kepada ku?"


Syifa menoleh ke arah suaminya yang hanya terdiam, ia tahu jika hati Azam masih untuk Sheira "Dan jika memang benar, lalu apa urusannya dengan ku? Dengan nona! Kau bisa menemui Nizam sekarang, aku tidak akan melarangnya namun jika kau hanya mengatakan hal omong kosong lebih baik kau pergi saja! Tidak penting hati seseorang untuk siapa, aku tidak perduli itu!"


Sheira tertawa "Haha, kau terlalu naif! Kau terluka, namun mencoba buta dengan segala hal. Jika aku mau, aku bisa merebut suami mu sekarang. Dan menjadikannya suami ku lagi,"


"Oh iya? Jika memang benar, lakukan saja! Lakukan sesuai kemauan mu, aku tidak akan melarangnya! Lagipula, jika kau bisa melakukannya, mengapa tidak kau lakukan sekarang? Dengar, aku tidak mengenal mu jadi jangan bersikap seolah kau teman ku!" Ujar Syifa dengan senyuman manisnya. Ia pun segera meninggalkan suami, dan mantan istri dari suaminya itu


*******


"Kenapa kau datang dan membuat keributan? Apa mau mu sekarang!" Setelah Syifa pergi, Azam memarahi mantan istrinya, namun Sheira menghadapinya dengan santai "Tenang dong! Kenapa harus marah-marah seperti ini?" Sheira mendekat, mengelus dada Azam namun pria itu langsung menepis tangan mantan istrinya


"Jangan mengira kau bisa melakukan apa yang kau inginkan Sheira!"


"Hentikan! Hei wanita jahat, mengapa kau membuat keributan di rumah ku? Apa mau mu?" Anita pun mendekat, dia tidak tahan lagi dengan Sheira yang selalu membuat kesedihan di rumahnya


"Mengapa kau selalu menjadi pengacau di rumah ini? Sudah benar kau meninggalkan rumah ini, lalu mengapa kau kembali?" Sheira tersenyum, dan mendekati Anita


"Hai mantan mama mertua, tenang dong! Jangan marah-marah terus nanti mama mertua eh maksudnya mantan mama mertua menjadi sakit. Enggak baik loh buat kesehatan mantan mama mertua!"


"Kurang ajar! Jangan mendekat atau menyentuh saya! Saya tidak Sudi!"


"Galak sekali,"


"Sheira, sebaiknya kamu pergi dari rumah ku atau,"


"Atau apa? Kau ingin menyakiti aku Azam? Iya?!" Sheira membentak, Azam yang masih mencintai mantan istrinya seolah tidak berdaya dengan tindakan yang dilakukan Sheira

__ADS_1


"Kedatangan ku kesini baik, aku hanya ingin menemui anakku. Lalu, mengapa kalian membuat keributan hiks," Sheira meneteskan air mata dan itu membuat Azam tidak tahan


"Jika begitu, masuk kedalam kamar anak mu! Mengapa membuat keributan di sini?"


"Ma, tolong lah! Biarkan dia menemui Nizam!"


"Apa mama melarangnya untuk menemui anaknya? Tidak! Mama hanya tidak suka wanita ini membuat keributan di rumah kita! Mengapa kamu tidak mengerti?"


*********


Syifa yang melihat dari atas hanya bisa diam, bukannya ia tidak mau menjaga keluarga namun apa yang bisa ia lakukan jika suaminya sendiri saja tidak berdaya? Bagaimana pun Sheira adalah ibu kandung Nizam. Dan Syifa tidak memiliki hak untuk melarang wanita itu datang apalagi jika alasannya datang untuk menemui Nizam.


Sheira menaiki anak tangga satu persatu, lalu melewati Syifa "Sedih banget ya menjadi ibu tiri, walau sudah menyayangi dan menjaga dengan baik. Namun akan tetap tergeser di saat ibu kandung datang," Syifa menahan emosinya, semua itu ia lakukan demi anak sambungnya itu.


Syifa bahkan tidak merespon Sheira yang membuat wanita itu semakin mengolok-olok Syifa "Makanya, buat anak dong. Biar bisa dan ngerasain rasanya punya anak kandung. Oh iya aku lupa, mungkin suami ku eh maksudnya mantan suami ku belum menyentuh mu! Bagaimana dia bisa menyentuh mu jika cintanya masih kepada ku upsss,"


Syifa mengepalkan tangannya, ia tidak mau berdebat. Namun Sheira ingin mendapatkan perlawanan dari Syifa, ia memancing emosi Syifa agar wanita itu melakukan hal yang tidak terduga. Dengan begitu, Azam akan marah kepadanya, Sheira tahu. Jika Azam tidak bisa melihat dirinya di sakiti oleh siapapun. Dan Sheira ingin Syifa pergi dari kehidupan Azam dan Nizam


*****


Flashback


Kemarin malam


Sheira mendapatkan perlakuan kasar dari lelaki yang selama ini bersamanya, bahkan lelaki itu selingkuh. Membawa wanita lain ke rumah mereka, dan si saat Sheira marah. Bukannya merasa bersalah, pria itu justru memukuli Sheira.


Ia akhirnya tersadar, hanya Azam lelaki yang baik dan memperlakukannya dengan lembut. Bahkan Azam akan melakukan apapun untuk dirinya. Azam akan berkorban begitu besar untuknya. Sebab itu, Sheira ingin kembali kepada Azam dan anaknya Nizam.

__ADS_1


Flashback End.


*******


"Syifa, sebaiknya kamu mengemasi barang-barang mu sekarang, karena kasihan banget kamu kalau sampai Azam yang mengusir Karena ingin kembali bersama ku, daripada kau di hina secara tidak hormat, lebih baik mengemasi barang mu sekarang!"


"Jangan khawatir aku, lebih baik khawatir kan hidup mu saja nona! Masalah ku dan suami ku, biar itu menjadi urusan ku! Dan satu lagi, aku tidak akan pergi dari rumah ini. Karena aku adalah menantu di rumah ini, sekali pun ada yang angkat kaki dari rumah ini, yaitu orang asing seperti mu! Kau hanya tamu dan bersikap lah sewajarnya tamu berkunjung. Aku tetap baik dan diam, karena kau tamu ku, tapi sepertinya waktu mu sebentar lagi habis berkunjung. Maka, puasin waktu mu berkunjung Nizam, dan segera pergi. Jika tidak,"


"Apa? Kau mau melakukan apa?""


"Aku akan memanggil polisi dan menyeret mu dari rumah ku. Karena kau telah mengganggu ketenangan rumah ini, dan aku merasa sangat terganggu." Ujar Syifa sambil menatap Sheira dengan senyuman.


"Ada apa?" Azam datang, dan bertanya kepada Syifa


"Azam!" Sheira menangis, memeluk Azam


Lelaki itu merasa tidak berdaya mendengar tangisan Sheira "Istri mu ingin mengusir ku!"


Azam menatap Syifa seakan membutuhkan jawaban "Aku tadi mengatakan kepadanya, sebagai tamu dia harus bersikap seperti tamu! Aku tidak melarangnya bertemu dengan Nizam. Silahkan temui Nizam, waktunya tinggal setengah jam lagi,"


"Hiks, aku sangat sedih. Mengapa bertemu dengan anak kandung ku sendiri memiliki waktu, apakah aku tidak mempunyai waktu yang banyak untuknya?" Sheira menatap Azam dengan tatapan memelas.


"Jika Nizam sehat, kau bisa puas bertemu dengannya. Tapi sekarang Nizam sedang sakit, dan paling lama bersamanya hanya setengah jam. Bukan hanya kau saja, namun aku, mama Anita, papa dan Azam pun seperti itu. Daripada menghabiskan waktu untuk berpelukan dengan. Suami ku, lebih baik segera bertemu dengan anak mu! Habiskan waktu dan berpuas lah memeluk Nizam, berikan dia kasih sayang dan cinta ibu dari mu. Itu lebih membantu daripada memeluk suami orang lain!"


Syifa menatapnya dengan serius "Jika kau memiliki harga diri, lebih baik lepaskan pelukan mu dari suami ku," seketika Sheira melepaskan pelukannya dari Azam "Terimakasih karena kau sudah mengerti dan memahami apa yang aku katakan,"


Dengan kesal Sheira berjalan ke kamar Nizam, Azam tak mengatakan apapun. Hanya tersenyum menatap Syifa "Ada apa? Apakah kau ingin memarahi ku? Dan membela mantan istri mu!"

__ADS_1


"Kau sangat cantik ketika galak seperti ini,"


__ADS_2