
"Tolong maafkan aku syifa, aku salah karena sudah bertindak kasar kepada mu. Seharusnya, sebagai suami aku tidak boleh membuat mu ketakutan seperti ini," Syifa masih bungkam di dalam pelukan suaminya yang terasa begitu nyaman sekali
Syifa memejamkan kedua matanya, membiarkan sang suami terus memeluk ia "Tolong maafkan aku, aku berjanji tidak akan membuat mu sedih lagi Syifa, aku memang suami yang buruk!"
Syifa menjauhkan wajahnya sedikit, agar bisa menjangkau wajah suaminya "Aku maafin," ujarnya dengan mata sembab membuat Azam semakin merasa bersalah.
"Seharusnya aku mengingat semua perjanjian kita," setelah mengatakan itu, Azam langsung melepaskan pelukannya. Dan berlalu pergi, Syifa cemberut "Kenapa harus pergi, kan aku nyaman di peluk begitu!" Gerutunya, namun Syifa tidak berani mengatakan dengan nada yang keras. Ia cukup tahu diri untuk itu.
"Suami ku yang aneh, terkadang ia marah dan menakutkan, terkadang dia cuek, tidak perduli dan sangat menyebalkan tapi sekarang dia begitu manis sekali,"
Andai Azam selalu membuatnya merasa nyaman dan aman pasti Syifa bisa membuka perasaanya kepada sang suami.
Drrttt.....Drttttt
Ponsel Syifa bergetar, ia segera mengambilnya dari saku celana. Mamanya kandungnya yang bernama Caca sedang melakukan video call.
Syifa berusaha untuk terlihat baik-baik saja agar maminya tidak merasa khawatir
Panggilan Terhubung
Hai sayang, bagaimana kabar kamu? Mami, Daddy, Khanza dan Raisa sangat merindukan kamu nak ~Caca
__ADS_1
Baik mi, gimana kabar kalian di sana? ~Syifa
Tidak baik sayang, karena mami, Daddy, Khanza dan Raisa jauh dari kamu nak. Sekarang kamu sudah menikah, pasti akan lebih sulit lagi untuk kita berkumpul bersama ~Caca
Syifa hanya tersenyum, menatap maminya walau hanya dari layar ponsel. Ia sangat merindukan mami, Daddy dan kedua adiknya itu
Mami, Daddy, Khanza dan Raisa segera lah ke Indonesia! Kami semua merindukan kalian, apa mami tidak mau bertemu dengan cucu mami? ~ Syifa
Tentu saja mau sayang, tapi saat ini keadaanya belum memungkinkan untuk kami kembali. Kamu tahu covid semakin menyebar luas, jadi saat ini Malaysia sedang di tutup baik mau keluar atau masuk Malaysia. Sabar ya nak? Setelah Malaysia di buka kembali,.kami akan segera kembali ke Indonesia ~Caca
Syifa mengangguk, ia selalu berdoa agar waktunya segera tiba.
Mi, bagaimana kabarnya Khanza dan Raisa? ~Syifa
Syifa tersenyum bahagia, karena itu kabar baik untuk dirinya dan ia yakin jika Mama dan papanya tahu pasti mereka akan senang.
Nak, mami melihat mata kamu sembab. Apakah kamu habis bertengkar dengan suami mu? Nak, dengarkan mami, dahulu pernikahan mami dan Daddy bukan karena cinta. Awalnya mami juga menderita, namun seiring berjalannya waktu semuanya akan baik-baik saja sayang. Begitu juga dengan mama Shinta, mama dan papa kamu juga sangat membenci awalnya. Pernikahan mereka juga hanya karena kamu, jadi mami harap kamu bisa mengambil pelajaran dari kami sayang. Ikuti hal yang baik-baik dari mama Shinta kamu, jangan dari mami! Mama Shinta menyayangi dan mencintai kamu seperti anak kandungnya sendiri. Bahkan, walau ia sudah memilki anak kandung, kamu tidak merasa seperti anak tiri. Karena mama Shinta selalu bersikap adil ~Caca
Iya mi, kakak tahu segalanya. Kakak akan berusaha menjadi ibu yang terbaik seperti mama dan mami, kalian berdua adalah ibu yang terhebat. Pengorbanan kalian sangat luar biasa ~ Syifa
Caca melihat anaknya dengan tatapan sendu, ia merasa terharu. Memberikan ciuman walau hanya dari panggilan video call.
__ADS_1
Mami merindukan mu sayang, jaga diri kamu baik-baik dan jaga cucu mami ya? Bye sayang ~Caca
Bye mami! ~Syifa
Keduanya saling menutup telepon. Syifa pun berjanji kepada dirinya sendiri akan menjadi ibu yang terbaik untuk Nizam, ia tidak perduli walau suaminya tidak mencintai dan bersikap buruk kepadanya. Tugasnya hanya fokus kepada Nizam, anak sambungnya itu
*******
Di luar, Azam merasa konyol dengan perbuatannya sendiri. Melihat diri di cermin dan mengutuk dirinya sendiri "Kau memang payah Azam! Kau menghilangkan segala harga diri mu hanya karena amarah!"
Ia merasa kesal, mengapa dirinya bertingkah seperti anak-anak remaja yang sedang cemburu. Ia juga tidak mengerti dengan perasaannya namun yang pasti saat melihat tangan Syifa di pegang oleh lelaki lain dirinya seperti terbakar. Ia marah dan rasanya ingin menghabisi pria yang berani mendekati istrinya.
"Tidak akan aku biarkan siapapun bebas menyentuh tangganya!"
*******
Samudera merasa terluka mendengar pernyataan lelami lelaki yang baru ia temui tadi, begitu juga dengan Reina yang syok.
"Aku tidak menyangka, Syifa menikah tanpa memberitahu. Aku sangat bahagia dengan kabar ini, namun aku sedih ternyata sahabat yang aku sangat sayangi tidak memberikan kabar bahagianya kepada diri ku, aku tidak penting baginya hiksxl,"
Reina menangis kecewa "Sudah lah Rein, seharusnya kita ikut senang karena sekarang Syifa sudah memiliki keluarga,"
__ADS_1
"Tapi aku tahu kau juga menderita kan? Kau juga sedih bukan?" Reina menatap Samudera untuk memastikan jawaban temannya itu "Aku terluka, namun juga bahagia karena akhirnya Syifa menemukan kekasih dambaannya,"
"Aku juga berharap seperti itu Sam, tapi kau lihat tadi bagaimana suaminya bukan? Sangat menyebalkan. Dia mengatakan jika dirinya itu suami Syifa dan terlihat Syifa seperti tertekan"